Cinta Tulus Yang Terluka

Cinta Tulus Yang Terluka
Menjadi tegar


__ADS_3

Rio bangun dari tidur nya semalaman dia kembali jam tiga pagi setelah mengantar pulang Eliana , dia sedikit heraan ketika Hera tidak menyambut nya pulang biasanya , wanita itu akan siaga jam berapa pun dia pulang


Hera bahkan tidak bahkan tidak membagunkan nya , ini sudah jam 10 pagi , tapi dia masih melihat istrinya itu memasak di bawah dan dengan sedikit sapaan selamat pagi


“Selamat pagi sayang…..kau mau makan?”


Rio lega ketika Hera menyapanya dia sudah berpikir-pikir yang tidak-tidak dengan istri nya itu , tapi dia merasa aneh ketika melihat mata gadis itu , mata yang biasanya dengan sorot tajam dan garis mata itu kini sedikit layu dan sembap


“Hmmm”


Jawaban yang biasamebuat Hera tidak melanjut lagi , dia sedikit tidak bisa mengontrol emosi nya selain melihat Suami dan sahabat dekat nya kemarin informasi yang ada di handphone gunawan sedikit membuat nya tidak bersemangat


Dia memutus kan untuk sarapan agar sebentar lagi dia melanjut mengorek infrmasi tentang Gunawan dan rekan-rekan nya pikiran nya selalu melayang dengan dua kejadian kemarin membuat dia sedikit mengabaikan Rio yang sejak tadi tidak suka dengan tingkah laku Hera


“Pak kita siap berangkat”


Jeremy yang sudah sampai langsung mengambil tas Rio yang sudah berada di atas kursi , tidak lupa dia menyapa Hera yang terlihat berbeda


“Hera kau baik-baik saja?”


“Her…” . Jeremy mengusap lengan wanita itu karena Hera yang tidak memberikan menjawab nya


“Ah iya Jeremy..ada apa?”


“Kau baik-baik saja, kau sedikit pucat”.


tangan pria itu sudah hinggap di kepala wanita itu membuat seorang pria memandang mereka dengan cemburu “harusnya aku yang melakukan itu , sekertaris sialan kau semakin lancang saja pada istri ku”


“Kau deman Her, kau mau berobat aku , aku akan mengantar mu sekalian ke kantor!’


“Tidak, aku tidak apa-apa Jer sungguh , aku hanya butuh istrahat”


“Benarkah?”


“Ya”


“Kalau begitu kami pergi dulu”. Jeremy memang sedikit kurang yakin tapi melihat waktu mereka yang sudah terlambat di langsung bergegas


“Her bekal untuk tuan muda di mana?”


“Ahk aku lupa”


Hera menampar wajah nya sendiri atas ketelodrannya dia memandang Rio dengan ekspresi datar nya

__ADS_1


Rio yang sekarang tidak peduli makan siang atau bekal itu , ketika Jeremy mengatakan Hera demam dia sedikit khwatir dan yang dia ingin kan hanya mengobati wanita itu


“Rio aku akan ke kantor mu nanti mengantar kan makan siang okeyy”


“aku tidak peduli , berobat lah jangan sampe orang tua mu menelfon mu mengira ku berbuat kasar pada mu”


‘Tidak aku baik-baik saja aku akan tetap mengantar nya nanti”


“Terserah! , jangan membuat ku susah”


Rio langsung keluar dengan perasaan nya yang campur aduk , apakah istrinya itu benar-benar sehat , dia tidak ingin mengatakan kalau dia khawatir


Bahkan ketika sampai ke kantor dia tidak berkonsetrasi dengan baik “Akh ada apa dengan ku”


Dulu ketika Hera kecelakaan pun dia biasa saja , karena ketika dia menjenguk nya Hera masih bisa tertawa lebar dan sedikit mengoda nya dengan candaan , kini dia melihat Hera dengan mata sayu pertama kalinya


Dia memutuskan menghubungi Eliana ,dia berharap pelukan wanita itu dapat menenangkan nya


“ada apa Rio, kau baik-baik saja?”


Eliana langsung ke kantor Rio begitu mendapatkan panggilan dari Pria itu , dia sedikit khawatir dengan nada kekasih nya itu


“Tidak aku hanya…”


“Aku belum makan sama sekali”


“Kalau begitu ayo makan dulu , lalu katakan apa yang terjadi”


Eliana mengusap wajah pria itu dengan jemari nya yang lentik , menatap mata nya yang menyimpan sedkit kekhawatiran itu


‘Aku tidak mood keluar”


“Kalau begitu pesan makanan saja ini sudah siang kau pasti sangat lapar bukan”


“Iya “


Sementara itu Jeremy melihat pemandangan yang sudah biasa itu, dia sedikit membenci Rio sejak pernikahan nya dengan Hera bagaimana bos nya itu masih bertemu dengan mantan nya itu , Jeremy pun tahu mengapa Eliana tidak menikah dengan Rio


Tapi mengapa mereka masih bertemu jika mereka benar-benar memberi Hera waktu selama satu tahun begitu pikiranya


Hera masuk ke ruangan Rio tanpa mengetuk pintu semua orang di kantor itu mengenal Hera lama wanita itu tidak terlihat membuat mereka bertanya-tanya kemana Hera, karena memang mereka tidak tahu kalau kedua atasan mereka sudah menikah


“Hera!”

__ADS_1


Eliana terkejut melihat Hera yang datang mendadak dengan posisi yang sangat tidak pants di sebut , dia sedang duduk di pangkuan Rio yang sedang mencium leher nya


“Oh El… kau di sini aku ingin mengantar kan Makan siang Rio pagi tadi aku telat”


Hera menjawab dengan wajah yang datar, karena kemarin Frans yang sudah memarahi nya di tambah Jackson yang tahu juga ikut menimpali Frans


“Hera tatap aku jangan membuat ku marah dengan wajah mu itu!”


Fran menangkup kedua pipi Hera dengan erat memaksa dia itu menatap wajah nya, ketika mereka selesai mengeksekusi Gunawan dan ajudan nya Frans membawa Hera ke ruangan Jackson Pria itu tidak tahan melihat wajah Hera yang menyembunyikan luka


Sementara Jackson jadi ikut geram karena ulah Rio dan Eliana terutama Eliana , jika Eliana tidak mengambil tindakan itu , mungkin dia sudah hidup bersama Rio dan Hera tak akan merasakan hal sepahit ini


Hera kembali terisak di dekapan pria itu menumpah kan segala kekesala nya , sahabat nya membuat janji yang tidak bisa ia tepati , sementara Rio sedikit pun tidak menghargai pernikahannya


“Dengar kan aku … biarkan mereka terus bersama , jangan membuat semua hal menjadi runyam”


“Bagaiman bisa, Aku dan Rio sudah menikah aku punya hak untuk melarang nya bersama waniita lain”


“Ya tapi kau hanya akan menambah kekesalan bajngan itu”*


“Biarkan mereka tetap bersama , dan lakukan tugas mu sebagai seorang istri”


Frans mengambil keputusan untuk Hera , memisahkan Rio dan Eliana hanya akan menambah kekesan Rio , dan Eliana akan menjadi seorang sahabat yang terlukai walaupun dia lah yang membuat masalah pertama kali nya dan dia tidak bisa menjaga hati nya untuk menjauhi kekasih nya


“Jika kau sudah menyerah sebelum satu tahu itu aku akan menjadi orang pertama yang akan menerima mu oke , kau bisa pulang pada ku”


“Ya aku juga , kau bisa daatang pada ku Hera..aku akan menerima mu dengan baik”


Jackson yang sedari tadi hanya bisa engusap kepala wanita itu , kini mengungkap kan apa yang ingin dia katakan walaupun tidak seluruh nya dia lega bisa memberitahu Hera , bahwa dia juga bisa menjadi tempat puang untuk wanita cantik itu


Dan sisinah Hera mendapati Rio dan Eliana sahabatnya yang sedang bermesraan dia nampak tegar dengan hati nya yang sudah hancur


“Untuk apa kau ke sini ?!”


Rio sudah menurun kan Eliana dari pangkuannya , dia sedikit merasakan kejanggalan dalam hatinya


“Tentu saja mengantar makan siang mu , apa kau sudah makan sayang?”


“Bukan urusan mu”


Rio sedikit tersentak karena Hera meanggil nya sayang di depan Eliana yang sedang menunduk


“Kalau begitu aku pulang dulu , suruh Jeremy yang memakannya jika kau tidak mau”

__ADS_1


Hera keluar dan menutup pintu , dia sudah mencoba tegar dengan apa yang ada , dia akan ke markas untuk mengolah data yang dia mereka dapatkan kemarin , di sana juga ada Frans jadi dia tidak boleh tampak murung


__ADS_2