Cinta Tulus Yang Terluka

Cinta Tulus Yang Terluka
Sean Edward


__ADS_3

waktu sebulan telah berlalu Rio dan Hera menghabiskan waktu mereka berdua di villa itu mereka menikmati waktu mereka sebagai sepasang suami istri


Setelah banyak drama yang mereka lakukan akhirnya, mereka akan selalu menjadi teman, teman yang akan selalu menemani seumur hidup mereka


Hera akan melahirkan dengan normal, sebelumnya Rio sudah menyuruhnya untuk sesar karena takut Hera akan merasakan kesakitan seperti yang banyak dia dengar


Lain halnya dengan Hera dia sangat ingin merasakan langsung bagaimana melahirkan normal dia ingin berjuang untuk putranya


Rio sudah menghubungi mertua dan ayahnya mereka seminggu dari hari di mana Hera akan melahirkan


“Sayang kau yakin kau akan baik-baik saja?”


Hendra sama khawatir nya dengan Rio, pengalaman menemani Amber melahirkan normal membuatnya kembai pada trauma masa lalunya


Dia menggenggam istrinya itu saat akan melahirkan norma Amber berteriak kesakitan di banjiri air mata di pipinya


“Ayah aku akan baik-baik saja jangan takut seperti itu?”


“Kau yakin akan baik-baik saja kenapa kau tidak melakukan sesar saja sayang?”


“Aku akan kurang senang Ayah, dokter sudah mengatakan kalau aku itu kuat dan akan baik-baik saja jadi Ayah tenangkan saja diri ayah cucu ayah akan segera lahir”


Walau Hera sudah meyakinkan pria tua itu tapi tetap saja hatinya tidak bisa berbohong dia itu sangat taku, Hendra sudah puluhan kali menyuruhnya untuk melakukan sesar


Tapi putrinya itu sangat lahh keras kepala seperti dirinya


Rio hanya bisa berserah pada yang di atas juga sangat mengkhawatirkan istrinya dia pun sudah beberaa kali memperingatkan istrinya untuk melakukan sesar saja


Dan selama seminggu dia menunggu hari di mana Hera akan melahirkan jantungnya tidak pernah berdetak dengan normal


Setiap Hera mengalami kontraksi jantungnya akan serasa melayang dan badannya seakan terasa gemetar


Eliana sudah berada di mana Hera berada setelah beberapa kali mencoba menemui sahabatnya, akhirnya dia bisa bertemu dan berbicara secara langsung dengan wanita itu


Nyatanya dia tidak langsung menemui Hera, ada ketakutan di dalam hatinya hingga sebulan lebih dia di sana dia hanya bisa mondar mandir apartemen Zeus dan Villa itu


Tanpa bertemu dengan Hera, dan ketika mendapat kabar dari Zeus dia menguatkan hatinya


Dia harus bertemu Hera sebelum wanita itu melahirkan dia sempat sangat takut tapi pertama kali dia bertemu Hera wanita itu menyambutnya dengan bahagia


Hera sangat gembira ketika tahu Eliana di kota itu bersama dirinya dia pikir Eliana akan menghindarinya da Rio


Hera tidak ingin kehilangan Eliana begitu juga dengan Eliana apa yang di lakukannya tanpa sadar sudah menyakiti Hera karena itu lah dia menghindari wanita itu


Mereka memutuskan untuk memperbaiki hubungan mereka berdua dan juga Rio mereka hanya akan menjadi sahabat sekarang

__ADS_1


Dan kini Eliana ikut menunggu di luar persalinan bersama Amber dan Hendra juga Adam dia dapat merasakan khawatir ketiga orang itu


Di sana juga ada Zeus yang menunggu diaa memilih untuk tidak kembali ke Italia demi menunggu kelharian putra Hera


Hari ini adalah hari yang paling menegangkan bagi Rio dia tidak pernah se takut ini sebelumnya, Hera sudah berada di ruang persalinan


Hera sudah merasakan pembukaan yang ke lima dia merasa sangat kesakitan hingga membuat Rio menggenggam tangannya erat


“Sayang…kau baik-baik saja ku mohon bertahanlah”. Rio entah mengapa dia merasa bersalah padahal Hera lah yang meminta untuk melahirkan secara normal


“Hiihhh aku baik-baik saja tenanglah”


Dokter sudah memulai persalinan peralatan sudah tersedia membuat rio semakin menggemgam tangan Hera, dia menghujani iistrinya dengan ciuman agar wanita itu tenang


Walau dirinya ljauh lebih takut, dia hanya berusaha kuat untuk menemani wanita itu


“Argghhh sakit”. Keringat Hera menetes demi sedikit membasahi tubuh dan dahinya


Rio tidak mampu lagi berkata kata dia hanya bisa menghujani Hera dengan sebuah ciuman saja diapun ikut gemetar merasakan sakit yang di rasakan oleh Hera


“Arghhh”. Itu adalah sekian kalinya Hera mendorong tubuhnya agar bayinya dapat keluar


Kesakitan yang dia rasakan ter gantikan ketika bayinya keluar


Rio menangis ketika bayi itu sudah berada di pangkuan Hera bayi itu terlihat sangat tampan dan sangat mirip dengannya


“Kau sangat tampan”. Hera mencium pipi anaknya yang masih basah


Tangis bayi itu terdengar sangat merdu di telinga mereka berdua


“Sayang aku belum memikirkan namanya”. Rio memang belum memikirkan nama untuk putranya selama dia bersama Hera dia hanya fokus menjaga wanita itu saja “Kau sudah memikirkan nya?”


Hera mengangguki Rio dia sudah lama memikirkannya dengan seluruh drama yang terjadi di antara mereka


Dan sampai sekarang dia masih bersama Rio ria yang dia cintai sejak dulu


Perjuangannya tidak mengecewakan dirinya kini Rio benar-benar mencintainya dan saat ini dia bisa melihat itu dari mata Rio yang sudah sembap


Pria itu menangis selama proses persalinan Hera


“Sayang…dia sangat tampan, nama apa yang kau berikan padanya?”


“Aku akan memberika nama Sean untuknya”


“Sean?”

__ADS_1


“Ya, Sean Edward itu artinya Hadiah dari Tuhan”


Mata Rio berkaca-kaca “Nama yang bagus Sayang”.


Dokter memindahkan anak Hera ke tempat lain bayi, Hera butuh istrahat dan dengan setia Rio tetap menemani Hera di sana


>>>>


Keluarga ega begitu persainan itu selesai mereka menatap anak Rio dan Hera yang terbaring di tempat tidur dekta dengan Hera


‘Sayang lihat lah di sangat tampan”. Amber mengajak Hendra yang dari tadi memeluk putrinya yang sedang tidur


Hingga lupa sekarang dia sudah menjadi seorang kakek


“Ya kau benar sayang sangat tampan, siapa namanya?”


“Sean, Sean Edward adalah namanya”. Rio menatap mertuanya dengan bangga dia berhasil merebut hati pria tua itu


Adam ikut meihat bayi itu dia juga sangat terharu dia tidak menyangka jika putranya yang sangat keras kepala sudah menjadi seorang Ayah


Dari wanita yang dulu dia benci, tapi takdir mengubah mereka


Zeus dan Eliana masuk keruangan itu mereka terlebih dulu menyapa Hera yang masih terbaring lema dengan Rio di sisinya


“Selamat Hera kau sudah menjadi seorang Ibu”. Eliana berdiri di samping Hera dengan wajah tersenyum dia sangat terharu


“Terimakasih El”


“Selamat juga Rio”. Eliana menatap Rio yang sedang sedikit waspada cemburunya masih belum hilang pada Zeus


“Selamat Bro untuk kelahiran putra mu Frans menitip kan salam untuk kalian, dan jangan menatap ku seperti itu kau sudah menjadi seorang Ayah sekarang apa yang masih kau lihat dari ku?”. Zeus menyadari tatapan pria itu


Selama ini mereka selalu saja perang dingin, walau Rio berterima kasih pada Zeus yang menjaga Hera setengah tahun


Tapi dia belum bisa menutupi kecemburuannya itu


Hera menatap Zeus pria itu sudah banyak melakukan hal baik padanya padahal mereka tidak lama kenal


“Terimakasih Zeus untuk semuanya kami akan kembali ke negara kami”.


“Benarkah kalau begitu ku harap kalian semakin bahagia”> Zeus menatap Hera dia ikut senang karena wanita yang dia cintai merasakan kebahagiaan dan senyum yang tuus


Tidak selama dia menjaga nya walau wanita itu tersenyum setiap hari dia dapat melihat wajah sendu wanita itu dia menyembunyikan sesuatu


Hera menatap Eliana dan Zeus dia tahu jika mereka tinggal bersama selama ini, karena Eliana sedikit segan jika harus tinggal diantara dirinya dan Rio

__ADS_1


Tapi mereka berdua terlihat sedikit menjaga jarak satu sama lain, Her melihat sedikit janggal pada mereka


Namu saat ini fokusnya lebih kepada Sean putra mereka yang baru lahir


__ADS_2