Cinta Tulus Yang Terluka

Cinta Tulus Yang Terluka
Perasaan Aneh


__ADS_3

“argghh” . Hera merasa sangat sakit dengan permainan kasar Rio


Sementara Rio sangat menkmati permainannya jantung nya bergemuruh dia menemukan kenikmatan tiada tara ketika melakukanya bersama Hera


Bahkan ia tidak pernah sesenang itu ketika bersama mantan-matannya maupun Eliana , Rio memberikan hujaman pada Hera dengan cepat membuat Hera kewalahan menghadapi kekuatan pria itu


Intinya masih sangat sakit tapi permainan pria itu baru saja di mulai tangan nya aktif memilin dan mempermainkan dada Hera merangsang wanita itu agar mengikuti permainanya


Rio mengusap wajah Hera dengan lembut dia sedikit mengurangi hentakan nya membiarkan wanita itu hingga Hera sedikit tenang


‘ahhh…Rio”. Hera merasa terbakar di tubuh nya tadinya dia hanya meraskan sakit kini merasakan nikmat akibat hujaman Rio


Rio melihat wajah Hera dia tahu wanita itu sudah terbiasa dengan gerakannya , bibir nya mengecup bibir Hera


“hmmmmhh”.


Rio mepercepat permainanya , kini bibirnya kembali turun menyesap gundukan wanitanya dia mengecup keras meninggal kan banyak bekas kemerahan disana , sementara kelakiaanya semakin menhujam keras inti Her


“ahkk..Rio”


“Tidak apa, lepaskan saja”. Rio tahu Hera akan mendapat kan pelepasan pertamanya


“Ahkkkk” . Hera tidak mengerti dengan tubuhnya , apa yang di rasakannya membuat dirinya ingin meledak


Pria itu makin melancarkan tangan dan bibir nya mengerayai tubuh Hera memberi Hera ransangan agar wanita itu mendapat pelapsan sampai Hera akhirnya mengelurkan pelepasan nya , dia merasa ada yang mengalir di bawah sana


“Hhhhh”.


Sementara Rio merasakan cairan Hera , membasahi miliknya dia sendiri belum mendapat pelepasan , dia memandang Hera yang sudah berkeringat membasahi rambut nya, dia semakin terlihat sexy


Dia kembali memberi hentakan dengan cepat , membuat Hera kembali melenguh ,”ahk…ahk…ahk”. Hera mencegkram seprei dengan kuat tangannya sudah gemetar menahan kentakan Rio


“Sebut nama ku!”


Rio mencium leher Hera dia kan mendapat pelepasannya , dia kembali mengigit pundak Hera yang tidak menyebut namanya


‘Arghhh..Rio”

__ADS_1


“Yeahhh”. Rio semakin mempercepat hentakannya membuat Hera kembali mendapat pelepasan untuk kedua bersamaan dengan Rio yang mendapat pelepasan pertamanya


“ARGGHhh”. Mereka berdua melenguh bersamaan , Rio mencabut kelakiannya setelah mendapat pelepasan , dia mengeluarkan cairan nya di dalam rahim Hera , membuat wanita itu merasakan sesuatu yang hangat di rahim nya


Hera menutup matanya pandanganya nampak kabur , dia sudah lelah menangis , Rio mecium bibir Hera dengan lembut , sebelum dia membaringkan diri nya di samping wanita itu


Rio menarik selimut , menutupi tubuh mereka berdua yang polos, pria itu memeluk tubuh Hera dengan posesif , matanya sudah mengantuk karena lelah dengan aktivitas hari itu


Dia memandang Hera yang berada dalam dekapan nya , terlihat mata Hera yang sembap membuatnya merasa bersalah , tapi jauh dari itu dia senang karena menjadi yang pertama untuk Hera


Dari dulu dia tidak mengerti perasaan nya pada Hera , dia hanya mengingat pertama kali bertemu dengan Hera di rumah sakit , gadis itu sangat ceria dan menyapanya dengan ramah seakan sudah lama menegnal dia


Gadis itu selalu bertingkah girang dan terkesan hyper aktif dia sedikit deg-degan melihat wajah manis gadis kecil itu , karena Hera kecil yang selalu menggodanya


Dia selalu mengikuti Rio kemana pun dia pergi mereka bersekolah di sekolah yang sama sampai mereka SMA , bahkan ketika bekerja mereka kembali bersama


Rio selalu melihat Hera yang memilliki banyak teman , dan kebanyakan di antaranya adalah laki-laki itu membuatnya risih dari dulu, Hera selalu mengganggu dirinya dan Rio akan mengusirnya jika dia merasa sangat terganggu


Awalnya gadis itu akan bermain sendiri jika dirinya mengusir Hera , tapi pembawaan Hera yang ramah dan ceria mengundang anak-anak lainya untuk bermain dengan nya, Hera selalu mengajak nya bergabung tapi Rio tidak suka dengan keramaian ,


Jika saja dia peka bahwa memang pria dan yang paling pertama sekali setelah ayah Hera mungkin hatinya kan meledak saat itu juga , dia memandangi wajah cantik Hera


Dia memberikan beberapa ciuman di pipi itu hingga akhirnya dia tertidur memasuki dunia mimpi nya


>>>>


Rio terbangun dari tidurnya mendapati Hera yang masih tertidur di pelukan nya , sinar matahari masuk melalui sela-sela jendelanya membuat pria itu mengerjapkan matanya dia meliaht jam menunjuk pukul 9 , dia kesiangan Jeremy mungkin sudah menunggu di bawah


Dia memandang Hera yang masih terlelap , wanita itu pasti sangat lelah melayaninya tadi malam


“Kau sangat cantik”


Pria itu sudah memberikan kecupan di bibir Hera , dia ingin berlama-lama dengan Hera handphone nya berdering


‘Ahk sial*n siapa yang mengganggu ku”. Rio dengan cepat menyambar handphonenya dia tidak ingin Hera terbangun


“ada apa si*lan”. Rio memillih mengirimkan pesan pada Jeremy, tidak ingin Hera terganggu dengan suaranya

__ADS_1


“Tuan saya menunggu di bawah , di sini juga ada Tuan Jackson”. Jeremy membals pesan itu singkat


Jackson?, Apa yang dia lakukan di sini. Tunggu di bawah dan jangan berisik . Rio membalas pesan asistenya itu dia tidak ingin ada keributan sedikit pun


Rio turun dari tempat tidurnya dia membersihkan tubuhnya dan memakai piama , dia memandang Hera yang masih terlelap sepertinya wanita itu belum mau bangun


Rio menyelimuti tubuh wanita itu , agar Hera semakin nyaman , dia menyenderkan bantal di sisi wanita itu agar tangan Hera tidak pegal, dia mencium kening wanita itu sebelum keluar


“Ada apa?”


Rio sudah membuka kan pintu mendapati Jackson dan Jeremy, dia membiarkan mereka masuk sontak membuat , Jackson terkejut


“Ada apa dengan rumah mu?”.


Rumah Rio mmasih berantakan setelah amarah nya kemarin malam , dia belum membereskannya bahkan dia baru saja bangun


“cih bukan , urusan mu untuk apa kau ke sini”. Rio berjalan ke arah dapur dia mengambil air minum untuk dirinya sendiri dia sedikit haus


“Dimana Hera?”. Pertanyaan Jackson membuat Rio menatapnya dengan tajam


“Dimana di buka urusan mu”.


“Jangan bilang kau menyakitinya!”. Jackson sudah berteriak dengan keras di tahu bagaimana tempramen sahabatnya itu membuat Rio kesal


“Jeremy bawa dia keluar!”


Jeremy hanya diam saja di sofa dia ragu dengan perintah Rio kali ini dia tidak menuruti perintah Tuan nya itu


“Kau tidak mendengar ku”


“Tuan sabarlah dulu , tuan jackson ingin menjelaskan sesuatu”


Jackson menatap sahabat nya itu dia masih penasaran di mana Hera , dia sangat khawatir pada wanita itu


“Apa yang kau lakukan pada Hera?”


“Kenapa kau mengikut campuri urusan rumah tangga ku, keluarlah jika kau hanya membuat keributan saja”

__ADS_1


__ADS_2