Cinta Tulus Yang Terluka

Cinta Tulus Yang Terluka
Hukuman untuk Hera


__ADS_3

Hera kembali kerumah lebih cepat dari pada biasanya berharap dia bisa memperbaiki kesalahan yang dia lakukan dia terlebih dahulu mengirim data yang dia dapat pada Alan agar pekerjaan nya hari ini tidak sia-sia


Dia membersihkan dirinya dan memasak untuk Rio , entah kenapa dia sangat takut pada tatapan Rio tadi


“Hera!!’


Rio yang sudah kembali dari kantor dia masih menyimpan amarah nya , dia juga pulang lebih cepat dari pada biasa nya karena pikiran nya tidak fokus pada apa yang dia kerja kan serakarang ini


“Sayang , kau sudah pulang ayo makan lah”


Hera mencoba bertindak seperti biasanya, dia tidak ingin terbawa suasana


“Apa yang kau lakukan di restoran tadi hah!”


“Aku…. Bekerja”. Tentu saja bekerja wanita itu tidak adapat mengatakan hal lain lagi


“Kau gila, apa jadi nya jika orang lain tahu istri ku bekerja jadi pelayan itu akan membuat image ku buruk!”


Rio menatap Hera dengan muka masam dia tidak habis pikir dengan istrinya itu


“aku hanya ingin bekerja apa itu salah?”


“Kau bisa cari pekerjaan lain dengan gelar mu , kenapa kau mencari pekerjaan serendah itu”


Ini adalah salah satu hal yang buruk dari Rio dia menganggap pekerjaan kecil adalah pekerjaan yang rendah dan tidak memiliki nilai yang bagus


“Rio kau tidak bisa merendahkan pekerjaan orang lain seperti itu!”


“dan lagi kenapa kau bekerja seakan aku menelantar kan mu!”


“Kau memang menelantar kan ku”. Hera menjawab enteng


Rio diam sejenak dia baru sadar kalau dia memang menelantarkan istrinya, Rio memang tidak pernah memberi dia uang bulanan , dan dia juga tidak ingin menerima uang dari Hendra karena dia tidak ingin suami nya itu memiliki image yang buruk di mata orang tuanya


“kau dasar Bi*c”. Rio malu sendiri saat ini


“Sudah lah aku tidak ingin mempertambah masalah , aku akan menyembunyikan identitas dan hati-hati tidak akan ada orang yang tahu jika istri mu ini mejadi seorang pelayan”


Hera mencoba membuat keputusan , mencoba menghindari amarah Rio


“Berhenti bekerja di sana”

__ADS_1


“What…tidak bisa , aku mau bekerja di sana”


“kenapa kau keras kepala hah!”. Rio sangat emosi ini pertama kalinya Hera membangkang padanya


“Tidak , Aku punya hak Rio , aku juga ingin punya kebebasan”


“Kebebasan kata mu , kau itu hanya ingin mempermalukan saja”


“sudah aku bilang aku akan menyembunyikan identitas ku!”


“Aku tidak mau tahu , kau harus berhenti bekerja di sana , atau kau hanya ingin menggoda orang-orang di sana hah!”


Pria itu akhir nya mengeluarkan inti dari kemarahan nya dia tidak masalah jika Hera , bekerja di sana tapi pria-pria itu akan menggoda istrinya di tambah mendengar Daniel yang tadi mengincar nya membuat kemarahannya menjadi-jadi


Sementara wanita yang kini menjadi kemarahan Rio tidak mengerti dari perkataan suami nya , menggoda siapa yang menggoda dia tidak tahu kalau dia menjadi incaran tamu di restoran itu , dan lagi dia tidak tahu cara menggoda pria


Dia bahkan diam-diam menghajar orang yang mengganggu nya ketika pulang dia pura-pura menelfon pria itu lalu menghajar nya ketika mereka bertemu , siapa pun yang melebihi batas akan di hajar tanpa ampun , tidak ada yang perlu di khawatir kan wanita itu sangat kuat


“Aku tidak mengerti maksud mu Rio aku akan tetap bekerja di sana”.


Hera sudah berbalik membelakangi Rio yang masih emosi


“Kau sudah makan? , kalau begitu aku kan menyimpan makanan ini untuk tunawisma besok”


Beraninya kau membantah ku kau harus mendapat hukuman. Jeremy pulang lah dulu


Rio menatap Jeremy yang mulai tadi hanya menjadi penonton dan pendengar , dia sangat banyak mendengar percakapan orang lain hari ini


“Baik Tuan”


Pria itu langsung menutup pintu yang biasanya Hera tutup selesai menyambutnya, Rumahnya berjalan menuju Hera yang hendak menaiki tangga , dia punya banyak pekerjaan sekarang dia juga ingin membaca surat yang di kirim Frans


Karena tidak ada nya jaringan pria itu hanya bisa mengirimkan surat untuk mengabari wanita itu , dia hanya mengabari Hera dia tidak punya keluarga karena dia besar di panti asuhan


Hera membaca surat dari Frans dengan tersenyum pria itu banyak menulis keluhanya tentang kampung di sana betapa susah nya mendapat orang terpacaya untuk mereka jadi kan saksi di pengadilan nanti


Semangat lah bdoh* . Hera mengumpat sendiri dia juga sangat merindukan pria itu


Frans juga mengirimkan dedaunan unik karena tahu Hera gemar mengoleksi daun , dia bahkan punya buku tebal hanya untuk pajangan daun-daunya


Tanpa dia sadari sejak dari tadi suaminya sudah mengikuti dirinya , Pria itu melihat bagaimana istrinya tersenyum membaca surat yang entah dari mana dia tidak tahu

__ADS_1


Sialn apa itu dari salah satu orang yang mendekatinya?*


Hera membuka bajunya dia akan mengganti baju nya dengan baju tidur sekarang , tidak nyaman jika menggunakan gaun ,dia melepaskan bra nya dan menaaruhnya di keranjang samping lemarinya


Rio bisa melihat betapa indah aset milik istrinya itu


“Ahk sial punya nya lebih besar dari pada El”. Rio mengumpat kesal dia tadi nya ingin memperingati Hera dengan tegas untuk tidak bekerja di sana lagi tapi malah mendapatkan pemandangan seperti ini


“Eh. Tunggu aku ingin menghukumnya , ayo hukum dia dengan cara lain”. Otak Mesum Rio kini bekerja lebih cepat dari amarah nya


Brakk


Rio menutup pintu itu dan menguncinya membuat yang empunya kamar terkejut


“Rio apa yang kau lakukan di sini!”.


Hera menutupi tubuh atasnya yang tidak tertutup apa-apa sekarang , dia hanya menggunakan kedua lengan kecil nya yang tidak sebanding dengan ukuran dada nya itu


“Rio keluar!”


“Untuk apa aku keluar, aku ingin menghabiskan malam dengan istri ku”


Bukan nya senang Hera hanya menjadi takut dia bergidik ngeri dengan perkataan Rio , dia sudah mengambil ancang-ancang untuk keluar dari sana terlebih dulu dia mengambil baju kaos yang berada di lemarinya


“Rio menyingkirlah!”. Hera sudah mengehentakan kakinya melewati pria itu


Namun belum lewat selangkah Rio sudah menarik pinggang nya dan meletakan tubuh wanita itu di atas tempak tidur Rio mengunci tangan Hera di kepala membuat kedua gundukan itu terpang-pang dengan jelas


Rio mengunci kaki Hera dengan kakinya yang panjangnya membuat Hera tidak bisa melakukan perlawanan


“Kau benar-benar se*y”. Rio sudah menyusuri wajah cantik Hera dengan jari telunjuk nya dia bisa merasakan halusnya wajah istrinya itu


Kini matanya tertuju pada dua gundukan itu , dia heran kenapa bisa Hera memiliki dada yang besar itu sedangkan pinggang nya sangat kecil body nya benar-benar seperti gitar spanyol


“Arghhh Rio Hentikan”


Pria itu sudah meremas salah satu gundukan itu dengan gemas , dia kembali melihat wajah Hera ahk lihat lah itu bibir nya merah alami , tanpa ada pelembap kenapa bisa bibirnya semerah dan se se*y itu


“Arggg…Ku bilang Hentikan!”. tangan Rio sudah meremas gundukan di sebelahnya lebih keras lagi


Rio mencium bibir Hera dengan lembut agar Hera tidak berteriak lagi , awal nya dia bermain dengan lembut hingga nafsunya semaki besar

__ADS_1


“Buka mulut mu!”


Rio sudah di kuasai nafsu sekarang , membuat akal sehat nya menghilang


__ADS_2