Cinta Tulus Yang Terluka

Cinta Tulus Yang Terluka
The End


__ADS_3

6 Tahun Kemudian….


Rio dan Hera seang menghabiskan waktu weekend mereka di sebuah taman mereka bermain dengan Sean yang sudah berusia tujuh tahun


Bayi kecil itu sudah tumbuh menjadi bocah yang tampan, wajahnya semakin mirip dengan Rio dan juga sifatnya tidak berbeda jauh dari pria itu


Hera sedikit kesal dengan sifat Sean yang sama angkuhnya dengan Rio, Hera sangat ingin jika Sean itu memiliki sifat yang hangat dan ramah seperti dirinya


Dia hanya bisa mengelus dada jika dua pria itu sudah bertingkah, mereka berdua sama posesifnya mereka menginginkan Hera meperhatikan diri mereka sendiri


Seperti sekarang Sean sedang menarik tangan ibunya untuk bermain dengannya tanpa ada nya Rio, tapi Rio  juga ingin Hera menemaninya duduk bersantai mereka saling menarik Hera


“Sayang kau harus duduk bersama ku, dan kau ada nanny yang akan menemani mu bermain pergi dengannya dia istriku”


“Tapi dia juga ibu ku aku perlu ibu untuk menemani ku bermain aku tidak ingin bersama nanny”


“Dasar kau!”


Hera dengan wajah datarnya menarik telingan ke dua orang itu mereka sama keras kepalanya “Apa yang kalian lakukan huh, kalian membuat ku pusing saja”


“Tapi Ibu aku ingin bermain dengan mu saja”


“Sayang aku sudah bekerja sepanjang hari, dan hanya hari ini aku dapat menikamati waktu bersamamu”


Kedua mata pria itu berbinar dan sangat terlihat memohon, tapi itu tidak akan menipu wanita itu lagi dia sudah tahu selicik apa dua orang di depannya itu


“Kalian ingin bersama dengan ku”


“IYA!”.Rio dan Sean menjawab bersamaan dan mengangguk bersama


“Baiklah kalau begitu kalian harus menuruti ku”


Ke dua pria itu saling bertatapan, mereka penasaran dengan apa yang Hera aka lakukan mereka mengkuti Hera, wanita itu membawa mereka ke suatu tempat


“Kalian ingin memakai weekend kalian dengan hal berguna?”


“Y…ya tentu saja”


Merek berdua terdiam merasakan hal yang tidak baik akan menghampiri mereka, tapi mereka akan tetap menurut


“Baiklah aku ingin kalian membersihkan sampah yang berserakan di sana”


ah sial apa itu harus?


Ibu sangat menyebalkan tapi aku tidak ingin menolaknya


Mereka berdua mengeluh dalam hati mereka, itu akan melelahkan tapi Hera sudah memberi perintah seperti seorang dewi membuat mereka bertekuk lutut walaupun wajah mereka sangat masam


Hera sangat menyadari wajah kedua pria itu “Ya dan aku akan memberikan waktu ku satu hari untuk masing-masing kalian”


Sejenak haati mereka sangat bersemangat satu harian bersama Hera adalah hal terbaik


Sean akan memakai waktu itu untuk bermain dan belajar bersama ibunya, Hera akan memberinya pelajaran mengenai Hukum dan beberapa bahasa asing, ibunya juga akan menemaninya tidur siang itu akan sangat menyenangkan


Ibunya dapat melakukan banyak hal untuknya wanita itu bisa bermain bola dan beberapa permainan yang sangat keren


Pria kecil itu langsung bersemangat membersihkan daerah yang kotor itu, Hera tidak pernah ingkar dengan janjinya dan Sean percaya itu


Sedangkan Rio sudah terbang dengan segala pikiran mesumnya dia akan membawa Hera seharian ke sebuah hotel dia akan bercinta dengan istrinya seharian di sana


Dia mengikuti putra kecilnya dengan semangat membersihkan beberapa sampah di sana


Hera memandang mereka dengan puas wanita itu menenagkan dirnya dengan membaca buku-buku favoritnya, namun beberapa saat wanita itu merasa sangat pusing


Dia bersantai untuk beberapa saat, hingga dia merasaka sedikit sakit di ke[alanya dia hanya menganggap itu hal biasa


Hingga pandangannya memudar, dia tergeletak pingsan pengawal yang menjaga mereka terkejut melihat nyonya mereka tiba-tiba tergeletak di sana


“Tuan !, Nyonya pingsan”


Sean dan Rio buru-buru menghampiri Hera, wajah wanita itu tampak pucat


“Ibu!”. Sean sangat khawatir pria kecil itu pertama kalinya melihat ibunya pingsan


“Sayang sadarlah, pengawal siapkan mobil kita akan ke rumah sakit sekarang!”


Rio memeluk Sean yang ketakutan pria itu dapat merasakan badan putranya gemetar ketakutan “Tidak apa Son ibu mu akan baik-baik saja percaya padaku”


Sean hanya mengangguk dia dengar setia duduk di samping Rio yang memangku Hera dengan erat


Rio membawa Hera ke rumah sakit di sana sudah ada dokter yang menunggu mereka Rio dan Sean menunggu dengan sabar pemeriksaan Hera


“Ayah apa Ibu akan baik-baik saja?”


“Tentu saja, Ibu mu adalah wanita yang tangguh dia akan baik-baik saja”


Dokter memanggil mereka masuk keruangan pemeriksaan, di sana Hera sudah sadar walaupun sedikit pucat


“Sayang dimana aku”. Hera memandang kedua pria itu wajah mereka terlihat sangat khawatir “dan apa yang terjadi dengan ku”


“Umh begini nona, kau tidak bisa terlalu lelah sekarang ada janin yang harus kau jaga dalam perut mu”. Dokter itu belum selesai menjelaskan tapi Rio sudah memeluk istrinya dengan erat

__ADS_1


“Sayang kau hamil”


Sean hanya memandang mereka tidak mengerti janin? Apa maksud mereka Hera belum mengajarinya biologi terutama bagian reproduksi dia masih terlalu dini untuk itu


“Ayah Ibu apa yang kalian maksud?, dan ibu peluk aku juga kenapa kau hanya memeluk Ayah”. Kecemburuan Sean persih dengan Rio dia tidak rela jika Hera hanya memeluk Rio seorang saja mereka harus impas


“Sayang kau akan punya adik”. Hera memeluk kedua pria itu bergantian


“Adik?”


“Ya kau akan punya teman kecil nantinya”


Sean langsung bersemangat, dia akan saudara seperti salah satu temannya mereka sangat kompak dan selalu bersama


Sean selalu iri pada mereka, Sean memberikan pelukan pada ibunya pria kecil itu sedikit mendorong tubuh Rio kebelakang agar Hera hanya memeluknya saja


“Kau ini benar-benar!”. Rio menjewer putranya karena mengganggu kebahagiannya


“Ayah Lepaskan itu sangat sakit!”


“Rasakan itu!”.


“Kalian berdua hentikan!”


Dua pria itu terdiam mereka tidak ingin membuat Hera kesal dan menghukum mereka nantinya


>>>>


Selena sedang melakukan wisuda nya walau diri-nya sudah memiliki Aiden, Frans tidak ingin menghalangi pendidikan istrinya


Begitu juga dengan Selena wanita itu ingin menjadi wanita yang pintar agar bisa mendidik Aiden dengan baik


“Selamat sayang atas keulusan mu”


“Selamat mama”.


“Terimakasih sayang kalian sangat manis”


Aiden membawa seikat bunga yang dia buat sendiri, dia sengaja menanam bunga di taman belakang rumahnya beberapa bulan yang lalu


Dia tahu jika iunya akan menyelesaikan jenjang S 2 nya dia ingin memberikan hadiah terbaik untuk ibunya


Berbeda dengan Sean sifat Aiden sangat bertolak belakang dengan Sean, Aiden tumbuh dengan didikan Frans dia mengeriti cara menghargai seorang wanita


Aiden juga di didik untuk menjadi mandiri sejak dini membuat pria kecil itu melakukan banyak hal sendiri


Frans memutuskan fokus untuk bisnis kontruksi yang dia bangun dari nol hingga saat ini bisnis itu sudah berkembang dengan pesat


Untuk dunia intel dia belum sepenuhnya meninggalkannya dia akan menjadi konsultan untuk beberapa kasus yang cukup berat


Frans juga dapat mengandalkan istrinya, wanita itu sangat bikjak hingga bisa memegang sebagian bisnis Frans jika pria itu mengalami kesulitan


Mereka saling melengkapi satu sama lain, membuat keluarga kecil yang bermakna


>>>>


Sementara di negara lain ada dua pasang manusia yang berbahagia dengan 3 anak mereka, walau Eliana hanya mampu memberikan satu putri untuk Zeus itu tidak menghalangi kebahagiaan pria itu


Zeus bahkan mengucapkan ribuan terimakasih pada istrinya itu, Eliana sempat dinyatakan mandul tapi satu keajaiban menghampiri mereka hingga mereka memiliki seorang putri yang sangat cantik


Mereka menamainya dengan Ezra gadis itu tumbuh menjadi gadis kecil yang cantik, dengan dua adik angkatnya


Umur mereka tidak terlalu jauh membuat mereka bertiga kemana-mana selalu bersama


Dylan lebih tua darinya setahun, Eliana menemukan bocah itu pingsan di jalanan Prancis tubuhnya begitu kurus dan terurus pria kecil itu juga sempat mendapat gangguan mental karena beberapa kekerasan yang dia terima


Butuh watu yang cukup lama untuk meyakinkan pria kecil itu, hingga Dylan dapat menerima keluarga barunya, dia sangat bersyukur untuk itu


Dylan tidak dapat mempercayai orang lain kecuali keluarganya dengan kehangatan yang di berikan Zeus dan Eliana pria itu tumbuh dengan baik walalupun dia memiliki sikapp dingin dan sangat tertutup


Membuatnya terkesan sombong dan angkuh, tapi Zeus dan Eliana menerima kekurangan itu, Dylan adalah anak yang sangat cerdas di usianya yang baru memasuki usia 10 tahun bocah itu sudah memecahkan algoritma untuk jenjang kuliah S 1


Dan satu lagi adalah Evan, usia bocah itu sama dengan Ezra Zeus menemukan pria kecil itu di depan rumah sakit pribadi mereka dengan sepucuk surat yang di tinggalka oleh orang tuanya


Berbeda dengan Dylan, Evan tidak tahu jika dirinya adalah anak adopsi, Zeus dan Eliana akan memberi tahu dia di waktu yang tepat mereka tidak ingin melukai hati pria kecil mereka


Evan sendiri memiliki sifat hangat , pria kecil itu tidak terlalu suka belajar seperti Dylan dirinya lebih suka mempelajari music


Hingga Eliana berpikir untuk memasukan Evan ke sekolah music, wanita itu ingin anaknya belajar apa yang mereka mau


Dia sudah pengalaman dengan Ibunya yang memaksa kehendaknya, dia tidak ingin melakukan itu pada anak-anaknnya lagi


“Ezra jangan pergi ke sana itu berbahaya”


“Ezra kami sudah mencari mu kemana-mana kau harus berteriak jika kami memanggil mu, jangan buat kami khawatir”


Eliana tersenyum ketika melihat kedua putranya memarahi satu-satunya putrinya, Ezra hampir saja jatuh kedalam kolam renang yang sedang di perbaiki


Gadis kecil itu tumbuh dengan kedua saudara laki-laki posesif yang melindungnya, itu membuat Zeus dan Eliana sedikit lebih tenang


Persaudaraan ketiga anak mereka sangat dekat hingga orang yang melihat mereka tidak akan pernah tahu jika tiga orang itu bukanah keluarga kandung

__ADS_1


“sayang ayo bersiap-siap kita akan mengunjungi nenek kalian”


Eliana memanggil ketiga anaknya, Eliana mendidik anaknya agar bisa mandiri, wanita itu tidak ingin pa yang terjadi padanya terjadi pada anaknya


Dia selalu mengingat bagaimana suaminya menjitak keningnya karena pekerjaannya tidak beres hingga berakhir dengan Zeus yang menyuruh dirinya untuk duduk dan diam saja


“Bawa barang yang kalian butuhkan kita akan tinggal di sana untuk satu pekan”


“Baik Bu”


“Dan jangan ada yang ketinggalan oke!”


Mereka bertiga mengangguk sebelum masuk ke kamar mereka masing-masing untuk memberekan keperluan mereka


Sudah setengah tahu dia tidak mengunjungi Ibunnya Zeus sangat sibuk bekerja begitu juga dengan dirinya sibuk mengurus anak mereka


Elian tidak ingin menyerahkan anak-anaknya sepenuhnya pada nanny dia ingin ketiga anaknya tumbuh dengan baik di bawah pengawasannya


Dia juga mendengar kehamilan Heraa, dia tidak sabar melihat wanita itu dia ikut senang ketika mendengar kabar bahagia itu


“Sayang aku pulang”.Zeus memberikan pelukan pada istrinya “Apa kau lelah mengurus anak-anak kita?”


“tentu saja tidak mereka sangat mandiri sekarang”.


Zeus selalu menanyakan itu ketika dia pulang, mengurus anak-anak tidak lah semudah yang dia bayangkan, ketiaka Elian sakit pria itu mengurus tiga anaknya sendiri


Dia membayangkan bagaimana Eliana melalui seluruh hari-harinya saat merawat anak-anak mereka membuat hati pria itu berdesir


“Sayang bersiaplah kita akan mengunjungi Ibu dan Hera”


“Ya”. Zeus memberikan ciuman di bibir Eliana sebelum dia membersihkan tubuhnya yang terasa gerah


>>>>


Keluarga Zeus sudah sampai di negara Eliana, mereka cukup sering berkunjung ke sana hingga ke tiga anaknya cukup hapal dengan jalanan di sana


“Nenek!”


“cucu-cucu ku kemarilah kepelukan nenek” Ibu Eiana memberikan mereka semua pelukan, Ibu Eliana sendiri tidak pernah membeda-bedakan ketiga cucunya


Baginya mereka bertiga adalah anak yang baik dan butuh cinta dan kasih sayang yang sama


Hera da Rio mengundang mereka untuk makan siang bersama di kediaman Rio mereka juga akan memanggang daging bersama, pria itu juga mengundang Frans, Zeus dan juga Jeremy


Jeremy baru saja menikah dengan kekasihnya Camila mendapatkan wanita itu tidak segamang yang dia pikir kan uang dan apa yang dia miliki tidak cukup membuat orang tua Camila yakin


Hingga beberapa tahu mereka benar-benar percaya dengan pria itu perjuangan Jeremy benar-benar tulus untuk putrinya


Rio tidak mengundang Jackson dan Daniel mereka masih betah lajang, tapi mereka akan mengeluh begitu melihat mereka yang sudah berkeluarga membuat dirinya serba salah


“Sean bergabunglah dengan Aiden dan Dylan di sana juga ada Ezra dan Evan”


“Baik Ibu”.Sean membentangkan tangan-nya agar Hera memeluk n menciumnya dia akan melakukan itu jika akan pergi sebentar ataupun ke sekolah


“Son Jangan sering melakukan itu, dia itu Istri ku”. Sean menatap Ayahnya dengan sinis


“Dan dia adalah Ibuku!”. Sean meninggalkan ayahnya yang sangat posesif tanpa menyadari dirinya juga seperti itu


“Hei Bro kau masih cemburu pada putra mu sendiri?”. Frans menatap aneh Rio, bisa-bisanya pria itu bertingkah seperti anak-anak begitu


“Terserah ku dia istri ku”. Rio membalas dengan ketus


“Ya..ya terserah kau saja”


Zeus mengambil sebotol wine dia agak menjaga jarak dari anak-anak mereka,


“Hei aku bawakan wine untuk kalian”. Zeus memberi wine yang memiliki harga fantastis pada dua temannya itu


“Sh*t kau memang yang terbaik”. Rio memuji kemampuan Zeus untuk memili minuman pria itu memang ahlinya


Zeus memberikan wine itu lalu lanjut memanggang daging pria itu terlihat seperti koki sungguhan, dia tidak mengizinkan istrinya daan Hera membantu


Hanya ada Jeremy yang cukup lihai untuk membantu Zeus, pria itu sangat membantu Zeus di sana


Zeus tahu jika Hera sedang hamil dan wanita itu tidak bisa kelelahan Eliana dan Selena tidak terlalu pintar dalam hal memanggang jadi mereka memutuskan untuk menemani Hera


Pria itu juga tidak ingin Rio membantu pria itu pernah mencoba memanggang agar terlihat keren di mata Hera


Tapi malah berakhir mengerikan Rio mebakar panggangan hingga gosong tak berbentuk, dia sedikit mau karena Hera tertawa meihat daging itu sudah berubah menjadi arang


Zeus tidak ingin itu terulang lagi jadi dia menyuruh Frans mengalihkan pria itu hingga dirinya selesai dengan semua daging itu


“Hera sudah berapa bulan kandunganmu?”. Camila berbicara seperti teman pada Hera wanita itu ang memintanya bagaiman dia berbicara dengan Jeremy dulu, dia memperlakukan istri dari pria itu sama


"Ya Aku jugan ingin menanyakan itu tadi". Eliana mengelus perut Hera yang sudah mebuncit


“Sudah memasuki 4 bulan …Rio sangat senang dengan kehamilan ini dia bahkan menangis bahagia saat mengetahuinya sudah lama dia menunggunya”


Eliana tersenyum dia sudah punya 3 anak yang sangat dia sayangi jika suatu saat Tuhan memberikannya anak lagi itu akan menjadi bonus untuknya dia tidak terlalu berhrap


“Bagaimana dengan mu Selena?”. Eliana bertanya pada wanita yang jauh lebih muda dari mereka

__ADS_1


“Kami hanya akan fokus merawat Aiden kami tidak menginginkan hal lain lagi”. Selena dan Frans merasa cukup dengan kehadiran Frans tapi mereka juga tidak aslah jika suatu saat Selena akan mengandung lagi


Ketiga wanita itu menatap anak mereka yang bermain bersama mereka berharap jika anak-anak mereka dapat tumbuh bersama dan menjadi sahabat baik seperti mereka


__ADS_2