
Rio mengigit bibir Hera karena dari tadi Hera mengunci mulut nya , Wanita itu kini membuka mulut nya membiarkan Rio mengobrak-abrik lidahnya di sana
“ahhh”
Pria itu melepaskan ciuman itu mengambil nafas sepuasnya , dia melihat istrinya sudah berkeringat ini ke dua kalinya Hera berciuman dia tidak handal dengan itu
“Lepaskan aku ba*ingan “. Hera sudah emosi sekarang dia tidak pernah melakukan hal sejauh ini dengan siapa pun
“Lepaskan ku bilang !!”. Bukanya melepaskan kini Rio membuka tali pinggang nya dan mengikat kedua tangan istrinya ke atas membiarka tubuh itu tanpa penghalang lagi
Rio memandangi wajah Hera dia kelihatan lelah dada nya naik turun untuk mengambil oksigen dengan keringat yang membasahi wajah nya membuat dia kelihatan lebih se*y
“Kenapa kau marah seperti itu hah aku hanya melakukan tugas ku sebagai suami mu”
Rio menarik celana pendek Hera , meninggal kan ****** ***** minim berwarna hitam konraks dengan kulit putih Hera , gadis itu sangat bersih dengan paha mulusnya , membuat Rio semakin bernafsu saja
“si*l kau benar-benar se*y \, huh para ba*ngan itu tidak bisa memiliki mu\, kau adalah istri ku”
Rio menatap Hera dengan nafsu , tangan nya terulur membuka penutup itu hingga membuat Hera benar-benar telan*ng
Pria itu mencium bibir istrinya dengan lembut , membuat Hera terbawa suasana , sementara tangan nya menahan tengkuk wanitnya agar tidak berpaling satu tangan nya sudah meremas dada wanita itu
“ahhh….Hentikan”
Hera tidak bisa melawan tenaga nya sudah habis , membuat Rio semakin menjadi-jadi Pria memasukan jarinya ke inti Hera untuk memberikan Hera ransangan
“Ahkk Rio hentikan”. Hera sudah frustasi ini pertama kali baginya membuat tubuh nya terasa terbakar
Pria itu menarik dan mendorong jarinya membuat Hera mendesah ada rasa sakit di sana , sementara bibir Rio sudah menggulum ujung pa*u dara itu dengan cepat diaa seperti kehausan
“Rio…Hentikan hiks….”. Hera sudah pasrah sekarang dia bukan tidak mau Rio menyentuhnya hanya saja dia hanya akan memberikan mahkotanya pada orang yang mencintai dia kelak
Rio menatap Hera setelah mendengar isakan Wanita itu , dia melepaskan jarinya yang ada di bawah sana, jarinya sudah basah karena cairan Hera
“Kenapa kau menangis huh”. Rio mengusap pipi yang sudah basah dengan air mata itu entah kenapa dia sedikit merasa bersalah
“Aku tidak siap untuk ini, aku…”
“Memang siapa yang melakukannya , aku hanya ingin menghukum mu saja”
“Benarkah”
__ADS_1
“Hmmm ”
Rio turun dari tubuh wanita itu dia membuka jas nya untuk menutupi tubuh Hera dia sendiri sudah menegang tapi dia bersikap seolah-olah biasa saja
“Lagi pula aku tidak bernafsu pada tubuh mu itu”
Rio membelakangi tuubuh Hera wajahnya tidak bisa berbohong dia menginginkan Hera sekarang
“ARGGHH”
“Rio ada apa dengan mu”. Hera buru-buru melompat dari tempat tidur suaminya sudah terduduk , dia dapat merasakan tubuh Rio yang melemah
“Ayo kita kerumah sakit sekarang”. Hera sudah sangat khawatir dia takut ada apa-apa dengan suaminya
“Tidak… aku..hanya ingin makan sekarang”
“Huh?”
“Aku tidak makan sejak tadi siang b*doh”
Rio kesal dengan Hera yang lag, selain menahan gairah nya yang tertahan dia juga sangat lemas karena tidak makan mulai tadi siang karena gensi nya , Jeremy sudah lebih dulu makan bekal siang nya
“Oh begitu”
Hera memakai gaunnya tadi tanpa dalaman dia memapah Rio ke dapur menghangat kan lagi makanan itu untuk Rio makan
Suaminya makan dengan lahap, dia tetap meneman di samping Pria itu dengan setia , dia menuangkan air putih agar Rio tidak tersedak
“hahhh”. Aku kenyang sekali ini sangat enak
Rio menghabiskan makanan itu dengan cepat ahkan porsi untuk dua orang itu dia habis kan sendiri
Hera mengambil piring dan gelas pria itu mencuci bekas pria itu , membuat Rio memndanginya dari belakang
“Jangan bekerja di sana lagi”. Rio masih bersiteguh dengan keputusan nya
Hera hanya terdiam dia tidak ingin membahas hal itu lagi , apapun yang terjadi dia akan tetap bekerja disana samapi batas waktu yang ditentukan kasus mereka sudah hampir di puncak sekarang
Banyak DNA dan informasi lain yang Hera dapatkan untuk menjadi kunci akses mereka memasuki dunia gelap itu
“Jawab aku Hera aku tidak ingin di bantah!”
__ADS_1
Lagi-lagi Hera diam membuat emosi Rio memuncak , Rio mendapati Hera dan membalikan tubuh itu dia menguci Hera di wastafel dengan kedua tangan nya
Hera hanya menunduk dia tidak kuat jika harus menatap Rio sedekat itu
“Apa kau tuli huh, kau ingin aku melanjut yang tadi”
Rio mencium Hera dengan lembut , menatap wanita itu dengan dalam, Hera hanya diam menanggapi itu membuat tangan Rio semkin aktif
Tangan Rio kembali meremas dada yang ditutupi gaun tipis itu
Rio melepaskan ciumannya dia menatap lekat Hera dia sadar betapa cantik nya Hera sekarang sesuai dengan namanya cantik seperti seorang dewi ada gejolak dalam hatinya
“Aku menginginkan mu Hera”
Hera tahu masksud perkataan pria itu, dia tidak keberatan asalkan Rio mencintainya dia sungguh tidak keberatan tapi saat ini dia tidak mengetahui isi hati pria itu
Jika hanya untuk memuaskan nafsu dia tidak akan memberikannya dia akan memegang prinsip untuk orang yang mencintai dan menerimanya apa adannya kelak , tidak menuntut apapun darinya
“Kau mencintai ku?”
“Huh”
“atau kau masih membenci ku?”.Hera mennayakan hal yang pasti agar pria itu dapat mengembalikan kewarasan nya dia tahu kalau Rio hanya bernafsu saja
Rio tidak tahu harus menjawab apa sekarang , bohong jika dia membenci Hera , dia bahkan memperhatikan wanita itu diam-diam
Pria itu menatap dalam mata Hera dia bisa melihat seberapa dalam perasaan wanita itu dan ini pertama kalinya dia benar-benar menatap wanita itu ada hal yang menggoyahkan jiwa nya tapi dia tidak tahu
“Kau membenci ku ?”
Hera lagi-lagi bertanya hal yang mebuat hatinya ingin meledak
“Jawab aku!”
“Diam!”. Rio tidak tahu menjawab apa pertanyaan Hera membuat nya mati kutu
“yah aku mengerti , jadi lepaskan aku sekarang”. Hera menganggap bentakan Rio adalah sebuah jawaban yang lagi-lagi membuat hatinya hancur
Dia melepaskan diri dari kuncian Rio , dia memutuskan masuk ke kamar dan mengunci nya dia tidak ingin Rio masuk ke kamarnya lagi
Sementara Rio tinggal di dapur sendirian dia masih merenungi apa yang di katakan hera dia tidak bermaksud mengiyakan pertanyaan itu , tapi mulut nya sangat kelu sekarang , dia tidak bisa mengucap kan satu kata pun
__ADS_1