
Rio mengancurkan barang begitu dia sampai di rumah , dia tidak peduli barang itu mahal atau tidak , yang dia ingin hanya menumpahkan kemarahanya saja
Argghhh..Dasar si*alan .
Rio menendang sebuah vas membuat vas itu hancur berkeping-keping , Jeremy yang melihat nya mencoba menenangkan pria itu , dia tahu kalu Rio sedang cemburu
“Dasar wanita murahan berani nya kau bersama pria bre*sek itu!”
Rio tentu tahu siapa Frans , dia tahu kalau Frans adalah sahabat Hera , dia sering melihat mereka bersama menghabiskan waktu weekend , walau dia tidak tahu bagaimana mereka bisa berkenalan
“Tuan tenang lah dulu , Hera mungkin punya alasan kenapa dia ada di sana”
Pria itu masih sangat marah hingga dia duduk dengan tenaga yang sudah habis , Jeremy mengambil kan air putih untuk pria itu , dia pasti sudah pasti haus karena banyak mengumpat
“Pulang lah Jer”. Rio mengehela nafas nya
“Tapi tuan”
“aku menyuruh mu pulang , jangan mentang ku!”. Rio sedang tidak mood dia hanya ingin menunggu Hera pulang sekarang
“Baik Tuan”
Jeremy melangkah keluar dengan perasaan khawatir dia takut terjadi apa-aa ada pria itu , itu pertama kali nya dia melihat Rio semarah itu , bahkan lebih parah ketika pernikahan nya batal
>>>>
Hera baru saja sampai di rumah dia melihat lampu di rumah itu masih menyala , dia berharap Rio sudah tidur dia sengaja pulang lama karena takut pada pria itu , dia ingin menjelaskan nya dengan tenang pada Rio apa yang sebenar nya terjadi
“Hera kau yakin kembali ke rumah malam hari ini?” . Frans ikut khawatir melihat Hera
Ini sudah jam 2 pagi dia tidak mungkin kemabali besok membuat maslah menjadi runyam , lagian wanita itu ingin memastikan suami nya baik-baik saja
“Aku yakin Frans , kau pulang dan istrahat lah kita kan mengadakan rapat bukan “
“Hmm iya ,hubungi aku jika terjadi sesuatu pada mu”
Frans mengusap lembut kepala wanita itu , dia masih memantau Hera yang berjalan menuju rumah setelah pintu itu tertutup baru lah dia menginjak pedal gas berlalu pergi dari sana , berharap semua nya dapat berjalan dengan baik
Hera melangkah kan kaki nya dengan pean dia fokus berjalan menuju tangga dia melihat semua benda berantakan di sana membuat jantung nya berdetak tidak karuan
“Apakah kau sudah selesai melayani mereka?”
Wanita itu terkejut melihat Rio yang duduk di sofa bisa dia lihat wajah pria itu sangat masam dia sedang ada dalam amarah sekarang , tapi apa perkataan tadi dia merendahkan Hera
“Owh kau sudah pulang , tidurlah ini sudah subuh”. Hera mencoba bersikap biasa saja , dia sedikit sakit hati dengan perkataan Rio
“Hihh..aku sudah menunggu mu dari tadi ,kau tahu…”
Rio berjalan menuju Hera , dia kembali emosi bagaimana tadi Frans memeluk nya , dia tidak menyukai pria itu sejak dulu , dan apa yang di lihat di ruangan Jackson membuat dia berpikiran buruk tentang istrinya
“Berapa mereka membayar mu huh?”
“Rio kau salah paham , aku bisa menjelaskannya tapi tidak sekarang”. Hera akan berencana menjelaskan apa yang terjadi ketika Kasus itu sudah selesai
“Menjelaskan apa , kalau kau hanya wanita ja*ang yang berteman dengan banyak pria begitu!”
__ADS_1
“Kau! “ Hera tidak habis pikir kenapa Rio bisa berprasangka buruk pada nya , bukan hanya kali ini dulu pun Rio sering menghinanya karena Hera itu akrab dengan banyak pria
Itu bukan keinginanya , Hera memang memiliki sikap tomboy dan penampilan seperti pria hanya rambut dan wajah polos itu yang menandakan dia sebagai seorang perempuan
“Kau tadi dulu mmemang tidak pernah berubah , cih kau tidak lebih dari sekedar pemain ternyata”
“Rio jaga mulut mu!”
“Kenapa huh!!, kau tidak suka di katai tapi lihat lah di rimu!”
Rio menyibak kan Jas yang di pakai Hera sampai jatuh di lantai menampakan pakaian minim yang tadi dia pakai , Rio mengingat bagimana wanita itu berjalan di antara lalat terlihat sangat menggoda
“lihat lah kau bahkan membiarkan tubuh mu terpangpang dengan jelas di hadaan pria lain , kau sangat murahan!”
Hera sudah lelah meladeni Rio dia ingin istrhat sekarang , tapi perkataan pria itu membuat nya ikut emosi
“Ya aku memang murahan , apa peduli mu huh!”
“Rrrr…Kau”. pria itu tidak terima dengan jawaban Hera dia berharap , wanita itu akan membela dirinya dan mengatakan dirinya wanita bak-baik
Tapi jawaban Hera malah membuatnya emosi dan marah , dia sendiri tidak suka Hera merendahkan dirinya seakan dia benar-bena wanita ja*lang
Hingga Emosi itu memuncak di ubun-ubunya dia menarik tangan Hera dengan kasar, membawanya menuju kamarnya tidak tahu apa yang akan di lakukan pria itu , Dia menguci pintu itu dan mendorong Hera ke ranjang , tapi wanita itu mengelak berusaha keluar dari sana
“Kau mau kemana huh”. Rio sudah mengunci kamar nya dan mencampakan kunci itu asal
“Rio apa yang kau lakukan, biarkan aku keluar aku lelah, aku mau istrahat!”.
“Kau lelah, ya tentu saja kau sudah melayani banya pria malam ini bukan”
“Ayo layani aku juga, aku juga penasaran dengan rasa mu”
Rio mengehempasan Hera ke ranjang dan merobek gaun itu hanya dengan seklai tarikan emosi membuat dia mempunyai kekuaktan berlipat
“arghhh Rio hentikan!”. Hera menutupi tubuhnya yang kini hanya menggunakan dalaman
“Hei kenapa kau menutupi nya biarkan aku melihatnya!”
Rio membuka tali pinggang nya sama seperti sebelumnya , dia mengingkat tangan Hera agar wanita itu tidak melakukan perlawanan , dia membuka paksa pakaian hera yang tersisa mmenampakan tubuh **** wanita itu
“huh kau sangat sexy, wajar jika banyak pria yang mendekati mu , apa kau memebri servis terbaik mu pada mereka semua?”
Rio sudah mengecup leher bibir wanita itu dengan kasar menumpahkan segala kekesalan dan kecemburuanya
“Bibir mu sangat manis”
Dia melanjut kan mencium ceruk leher wanita itu meniinggal kan beberapa bekas merah dan gigitan kecil di sana
“Arggah sakit , hentikan”
Pria itu merem*s dada Hera sama seperti yang dia lakukan sebelumnya , kini bibirnya turun menciumi dada wanita itu dengan kasar dia bahkan mengigit unjung dada itu dengan gemas
“Ahk hentikan”. Hera hanya berteriak pasrah dia tidak bisa melwan karena Rio sudah mengunci tubuh nya
“Jangan berteriak bukan kah kau menikmatinya, kau bahkan bersama 3 pria tadi”
__ADS_1
“hiks dasar sialan hentikan kubilang”. Hera kini sudah menangis
Sementara Rio membuka seluruh pakaian nya kini dia hanya memkai boxer , Hera dapat melihat jika kelakian pria itu sudah menegang
“Rio hentikan , kau tidak bisa melakukan ini kau tidak bisa mengambil nya”
“Huh , apakah kau masih perawan , denganbegitu banyak pria di dekat mu?”
“aku tidak melakukan apapun , aku bisa jelaskan tapi tidak sekarang!”
Pria itu tidak menghiraukan perkataan istrinya dia melanjut kan aktivitas nya , tubuhnya sudah memanas sejak melihat tubuh polos Hera tadi
Dia kemabli mencium istrinya kini sedikit lembut , dia menuangkan perasaan nya di sana dia tidak menjelaskan apa yang dia rasakan beberpa bulan ini jantung nya selalu saja berdetak kencang ketika di dekat Hera
“Buka mulut mu!”. Rio mengigit bibir Hera agar waanita itu membuka mulut nya , dia mengobrak lidak Hera menelan saliva wanita itu dengan rakus
Kini tangan nya memaksa Hera membuka ke dua kakinya
“Jangan Rio , kumohon” . Hera menatap Rio dengan sorotan mata yang amat memohon. “Aku tidak ingin mengecewakanya untuk orang yang mencintai ku nanti”
Medengar perkataan Hera , membuat Rio semakin emosi dia membuka pakaiannnya yang tersisadan mengangkat satu kaki wanita itu ke bahunya
“Ahkk”.
Dia sudah menancap kan ke lakian ke liang milik Hera , membuat wanita itu meringis kesakitan ini pertama kali untuk nya
Kenapa sangat susah huh
Rio memkasa milik nya masuk ke sana namun terasa sempit
“ahhh”.
Pria itu mendesah karena liang Hera yang sangat sempit , sementara Hera sudah menangis dia merasakan intinya yang sakit seperti terkoyak
Blesss
Kelakian Rio baru setengah saja masuk karena liang Hera yang beditu sempit
“Arghhhh hentikan Rio…hiks sakit …”.
Rio memandang wajah Hera yang menahan sakit dia sedikit tidak tega tapi hastrat nya jauh lebih menyiksa dirinya sekarang
“susah sekali , apa kau masih perawan”
Rio mengeraskan tekanan nya hingga milikinya terbenam seluruhnya di inti Hera , ada darah mengalir di sana menandakan Rio yang baru saja mengambil mahkota Hera , dia sedikit tidak percaya dengan umur Hera di jaman ini wanita itu masih perawan
Ada sedikit kelegaan di hatinya dia adalah pria pertama untuk Hera, dia membenamkan miliknya agar Hera terbiasa
Dia mengusap air mata Hera yang mengalir deras di pipi wanita itu jangan menangis
“Aku menyesal…hiks”
“Apa?”
“Aku menyesal mencintai pria egois seperti mu!!”
__ADS_1
Sontak perkataan Hera mebuat emosi Rio kembali memuncak , perkataan wanita itu membuat hatinya sedikit pedih membuat permainan yang tadi nya dia ngin lakukan dengan lembut kini itu menjadi kasar