
Rio terbangun di pagi hari seperti biasa dia akan membersihkan diri sebelum ke kantor dia sengaja tidak memakai kan dasi nya dia ingin Hera yang melakukan nya
Dia berjalan menutuni tangga mendapat kan Hera di sana , wanit itu sudah menyiap kan sarapan seperti biasa
Namun ada hal yang berbeda wanita itu tidak lagi menyapa Rio dia hanya duduk tenang menikmati sarapan itu, membuat Rio salah tingkah
"kenapa dia tidak menyapa ku, buat kesal saja"
Rio yang tadi nya ingin langsung duduk bersama Hera mengurungkan niat nya , dia ingin Hera yang mengajak nya duluan
Tapi dia bahkan tidak melihat Rio, wanita itu fokus pada tablet di meja nya , persidangan masih akan di laksanakan membuat wanita itu sangat sibuk
Rio memilih memakai kan dasinya dengan asal dia nampak mengulang nya karena tidak rapi dia kesal sendiri
"Jangan menarik nya seperti itu kau harus membuat nya seperti ini"
Hera sudah di depan pria itu meperbaiki dasi suaminya , wanita it yang tadinya sibuk dengan tablet nya dapat mendengar sedikit umpatan Rio
Dengan tangan yang selalu mengulang perbaikan dasi nya , dia tidak sadar sudah melakukan nya selama 5 menit , dia nampak seperti anak kecil yang merajuk
"dia cantik sekali , lihat bibir itu dia pake pelembap pagi-pagi begini, ahk tidak bibir nya memang sudah merah seperti itu". Pikiran Rio berkecamuk sendiri
Pria itu menatap bibir nya ingin sekali dia menyesap bibir itu seperti sebelum nya
"sudah, kau harus memperbaiki nya seperti ini,jangan mmenarik nya terlalu kencang bentuk nya tidak akan bagus nanti"
"hmmm". Rio memandang ke arah lain dia merasa wajah nya sudah memerah "kau tidak mengajak aku sarapan"
Hera memandang pria yang sedang menatap nya itu "kenapa dengan nya dia terlihat sedikit aneh"
Hera memegang tengkuk Rio membuat pria itu semakin salah tingkah
"kau baik-baik saja?"
"YA!". Rio memalingkan wajah nya hingga tangan Hera turun
Dia tidak bermaksud hanya saja sentuhan lembut Hera sudah membuat pikiran nya berkelana
ingin Rio mengucapkan kata itu tapi bibir nya kelu , di depan sudah ada Jeremy yang menunggu
Dia langsung masuk kedalam mobil, karena tidak mendapati Hera yang mengajak nya untuk sarapan bersama walau dia sangat ingin
"si*lan ada apa dengan nya"
Dia menatap Jackson yang baru masuk dia membawa kotak makan seperi biasa nya
"berikan itu pada ku !"
"apa tuan"
Jeremy bingung dengan pertanyaan Rio yang tiba-tiba memerintah nya dengan nada tinggi
"Berikan aku kotak bekal itu"
Rio itu menerimanya dan langsung membuka kotak makan itu, seperti biasa isi nya sangat manis seperti istri nya
__ADS_1
"kau pelan-pelan lah aku ingin makan"
"tidak sebaik nya menunggu sampai di kantor tuan, seperti biasa ?"
"lakukan saja jangan banyak tanya!"
Rio memakan makanan itu , membuat perasaan kesal nya sedikit berkurang
"enak sekali, huh akan lebih enak jika Hera ada di depan ku menikmati makann bersama pasti akan menarik bukan?"
Rio membayangkan Hera sedang menemani nya makan , mungkin jika ada saus di bibir pria itu Hera akan membersihkanya seperi biasa
Dia membayangkan sendiri fantasi nya mmembuat dirinya senang sendiri
Sedangkan Jeremy bisa melihat tingkah aneh pria itu
"apa tuan muda sudah gila?"
_______
Hera kembali ke markas setelah persidangan hari itu selesai , namun akan berlanjut lagi, sejauh ini mereka melakukan nya cukup baik sehingga tidak ada halangan
Zeus sendiri menggerakan anggotanya untuk mematai Gunawan dan kawanan nya sehingga jika ada tindak mencurigakan sedikit saja dia kan langsung mengatasi nya
Mereka berkumpul di sana membahas apa yang perlu mereka bahas ,
di sisi lain Zeus terus saja curi pandang pada Hera membuat wanita itu ingin sekali memukul nya
"Hai nona yang manis , ingin makan malam dengan ku?". Zeus selalu saja menggoda wanita itu
Hera menatap Frans yang sedang mengurus dokumen nya dia sudah bersiap untuk pulang
"Frans aku menumpang di mobil mu, aku tidak bawa mobil tadi"
Frans mekihat code dari Zeus yang bertingkah di belakang nya, dia tahu maksud pria itu
Zeus sendiri sudah menceritakan perasaannya sebenar nya pada Frans , dan seperti nya bukan hal yang buruk jika Hera bersama pria baik seperti Zeus , dia mwndukung mereka
"Maaf Hera aku harus cepat kembali, Selena sedkit demam". Frans tidak berbohong gadis itu memang sedikit demam
"Yah kau kan bisa mengantar ku dulu"
"Tapi arah kita berbeda , maafkan aku biar Zeus yang mengantar mu"
"Ya sudah lah aku akan pesan taxi on line saja"
Zeus menarik handphone Hera yang hendak memesan taxi on line
"kembalikan".
"nona ayolah tidak baik menolak tawaran orang lain"
"aku tidak mau makan malam dengan mu"
"iya tau, tapi biarkan aku mengantar mu oke"
__ADS_1
Hera nampak berpikir, tidak buruk juga dia meliha Frans juga sudah pergi dari sana tinggal mereka berdua saja
"semangat lah bro"
Frans mengirim pesan singkat pada Zeus
Dan sesuai kesepakatan Zeus mengantar Hera kemalbali ke rumah dia sengaja mengemudi dengan lambat
Hera menatap seksama pada Zeus dari samping kemudi
"kau tampan juga".
Hera adalah wanita yang tidak zaim dia mengatakan apa yang ada di hati nya
Zeus langsung salah tingkah di ouji oleh orang yang dia taksir membuat nya serasa melayang
"Benarkah , wah kau membuat ku bahagia"
"Tentu saja tapi kau itu orang yang mengesalkan tahu dan juga kau banyak omong"
"Kau tahu , aku hanya begitu pada mu saja, karena aku menyukai mu"
Zeus tidak main-main dengan perkataan nya dia memang ornag yang bersikap dingin pada orang lain terutama wanita
Tapi dengan Hera dia tidak seperti itu, dia ingin mwnunjukan perasaan nya dan tidak gengsi jika Hera menganggap nya aneh
Zeus mengantar wanita itu sampai ke. depan pintu rumah Hera
"hei kenapa mengikuti ku , pulang lah dan terimakasih atas tumpangan nya"
"wah aku jahat sekali, kau tidak memberkan aku minum?"
"tidak aku sudah ounya suami apa kata orang nanti"
"huhh". Zeus mendesah kecewa tapi perkataan wanita itu benar juga
Hera menatap Zeus yaang snagat kecewa hatinya sedikit berdesir , ah tidak salah juga menerima tawaran makan malam nya untuk mengargai dia
"kalau begittu aku pulang dulu, samapi jumpa nanti"
"tunggu!"
"yeah".
"Ayo kita siang besok aku akan traktir"
"Benarkah , kau serius kan". pria ittu tidak bisa menyembunyika senyum nya tangan nya terulur menjabat tangan Hera
Namun Hera langsung menarik tangan , dia tidak terbiasa di sentuh orang lain
"Baiklah kalau begitu , aku akan jemput kau di persidangan besok"
Pria itu berjalan dengan riang ke mobil, seperi anak-anak yang memdengar hal yang seru
Mereka berdua tidak menyadari sedari tadi hat seorang pria terbakar melihat mereka dari jarak yang cukup jauh
__ADS_1