
Mereka kembali ke tempat mereka masing-masing Frans terlebih dahulu mengantar Hera ke rumah dia memastikan dia masuk kedalam rumah nya dengan baik sejujur masih khawatir tapi wanita itu meyakinkanya
Frans kembali ke apartemen nya membawa Selena dia adalah seorang yatim piatu sejak kecil , dia berjuang untuk hidup nya sampai bekerja menjadi anggota HID meski banyak tantangan yang dia terima dan
Dari sana dia mengumpulkan gaji nya untuk membangun beberapa perusahaan kecil , yang berkembang cukup baik hingga saat ini membuat hidupa nya lebih dari kata cukup
Tapi dia tidak berhenti dari keanggotaan HID sama seperti Hera dia mengabdikan hidup nya di sana , jika hanya membantu orang lain dengan uang , dua tidak puas sama sekali
Banyak halangan dan cobaan yang harus dia hadapi di usia nya yang masih muda
Seperti suap dan lain sebagai nya tapi dia sudah berjanji pada ibu panti asuhan yang merawat nya denga baik kalau dia akan menjadi seseorang yang berguna bagi kehidupan orang lain
Saat ini dia menjadi wali dari Selena itu tidak lah mudah mereka berbeda 10 tahun membuat mereka memiliki perbedaan pendapat
Gadis itu lebih banyak diam dan membaca buku , di apartemen Frans dia juga membersihkan ruma pria itu sebagai tanda terimakasih nya
Dia juga belajar memasak agar Frans tidak repot mengurus nya
"Kau memerlukan sesuatu?".
Frans mengajak Selena ke Swalayan karena bahan maka di rumah sudah habis
Selena memikirkan apa yang di butuhkan. "Hmm seperti nya tidak kak"
"Baiklah kalau begitu , bagaimana dengan kebutuhan sekolah mu ?"
Frans sibuk mengambil barang yang dia perlukan dia bertanya tanpa melihat Gadis itu
Selena mengikuti pria itu dari belakang dia belum terbiasa dengan tempat itu karena selamat 17 tahun hidup nya dia habis kan di hutan
Orang tua nya sendiri hanya membelikan banyak buku untuk nya dan untuk sekolah dia hanya mengikuti ujian paket c untuk mendapat kan sertifikat ijazah
Selena memegang lengan pria itu , dia sedikit gugup dengan tatapan orang yang melihat nya , mungkin karena mata biru nya yang indah itu
"Ada apa?". Frans sedikit kaget dengan Selena yang tiba-tiba menyentuh lengan nya
"Aku takut".
Frans melihat beberapa pemuda di sana yang melirik Selena , seperti nya mereka tertarik pada Gadis itu
"Tidak apa , aku ada di sini mereka tidak akan melukai mu"
Frans tahu masa kelam gadis itu , dia takut pada orang lain karena trauma , pada bawahan Gunawan yang membunuh orang tuanya tepat di depan matanya
Gadis itu juga sempat di leceh kan oleh mereka , karena itu Selena mengubah penampulan nya seburuk mungkin hingga membuat oranghorang Gunawan jijik ketika berpapasan dengan nya
__ADS_1
Frans pun sempat merasakan hal yang sama dia sempat tidak menghiraukan Gadis malang itu , tapi ketika melihat keberanian dan kecerdasan nya dia memutus kan membawa Selena keluar dari sana
Dia bahkan berjanji pada diri nya untuk melindungi Gadis itu sampai dia bisa melindungi diri nya sendiri
Frans menggengam tangan Selena tidak melepaskan tanga gadis itu sampai dia mengantarnya kedalam mobil , dia sudah selesai berbelanja dia mengangkat barang itu sendiri dia tidak mengizinkan Selena membantu nya
"Sepertinya aku harus sering-sering membawa mu keluar"
"kenapa kak, apa aku ada masalah?". Frans menjentik kan jarinya di jidat gadis itu
"tentu, masalah mu adalah anti sosial"
"huh kau meledek ku" .
Selena mengerucut kan bibir nya sebal dengan perkataan pria itu menurut nya dia tidak seprah itu sampai di katakan anti sosial
Frans mengusap kepala gadis itu gemas dia sangat suka dengan ekspresi Selena yang seperti itu
Gadis itu memang banyak menghabiskan waktu nya di rumah dia bahkan tidak ingin masuk sekolah umum jadi Frans membuat dia untuk homeschooling saja
Selena tidak terlalu suka keramaian karena di tidak terbiasa , sementara Frans adalah tipe orang yang esktrovert dia akan berteman dengan siapa saja
Mereka adalah kesatuan orang dengan sikap bertolak belakang , namun mereka berdua hidup dengan baik
Belakangan ini mood Frans sangat baik ,karena ada Selena di apartemen nya Gadis itu menemani nya makan dan menyambut nya pulang
Frans selalu gemas pada Gadis itu, dia selalu menguji apa yang di pelajari Gadis itu, membuat nya kagum , membaca buku memang membuat segala nya baik
"kak , aku mau kamus bahasa Prancis jilid ke dua aku sudah selesai dengan jilid pertama"
Selena sudah selesai mempelajari jilid satunya sementara Frans hanya memiliki jilid satu saja
"kau cepat sekali mepelajari nya , apakah kau sudah memahami nya?"
"tentu jau bisa menguji ku nanti"
"Okey baik lah kita akan ke toko buku kebetulan mereka sudah mengeluarkan sampai jilid ke tiga"
Selena tersenyum senang "Merci frère "
"Je t'en prie"
Mereka ke toko buku sesuai kesepakatan , dan lagi-lagi beberapa anak SMA yang berada di toko itu melirik Selena
Selena sibuk memilih buku dan tidak menghiraukan mereka , Frans menyuruh nya membeli buku lain agar gadis itu tidak bosan dengan buku yang sudah sering dia baca
__ADS_1
"Hai..bisa berkenalan dengan mu?". salah seorang dari pemuda itu memberani kan diri menyapa Selena
Itu membuat Selena gugup , dia di sapa tiga pemuda sekaligus
"Nama ku Jamie , siapa nama mu?". Pemuda itu mengulurkan tanganya
"Hmm aku Sele..na". Selena menjawab gugup sampai dia membiasakan hatinya dia tidak ingin di ledek Frans sebagai anti sosial
"Kau sangat manis , bisa kami meminta nomor mu"
"nomor handphone?".
"ya"
Selena bingung harus memberi atau tidak , Frans pernah memperungatinya agar tidak memberikan nomor nya ke sembarang orang
Mengingat para tikus itu belum selesai mereka urus
"Maaf seperti nya tidak biaa". Selena menolak mereka dengan halus
"cih kau sombong sekali!". Pemuda tadi kini bersikap kasar berbwnda dari pertama mereka berkenalan
Selena menanggapi nya dengan menunduk dia tidak tahu melakukan apa , dia belum pernah di posisi ini
"Melihat dari wajah mu saja sepertinya kau perempuan murahan yang hanya bertngkah sok mahal". pemuda tadi kesal ini pertama kali dia di tolak gadis
Selena hanya menunduk dia tidak pernah menanggapi umpatan seperti ini
"siapa yang kau sebut murahan!". Frans datang mendekap Selena dia menatap tajam tiga pemuda tadi
Tinggi Frans yang lebih tinggi dari pemuda-pemuda itu mwmbuat merasa di intimidasi , mereka memilih pergi dari pada berurusan dengan Frans
"Hei kenapa kau menunduk huh?"
"aku takut"
"memag kau salah apa?, jika kau tidak salah dan mendapat umpatan seperti tadi kau harus melawan"
"bagaimana kalau mereka semakin marah"
"kan sudah kubilang itu bukan salah mu jagan membuat dirimu terlihat lemah, angkat kepala mu dan tatap mereka"
Frans mengakat wajah gadis itu memegang rahang nya agar tetap memandang nya
"Ya seperti ini ,kau harus kuat harus memandang mereka dengan tajam dan sedkit intimidasi, kau mengerti!"
__ADS_1
"Iya!"