
Rio bangun dari tidur nya dia merasa lelah walaupun dia tidak melakukan apa-apa kemarin adalah hal yang membuat nya tidak nafsu maka
Jeremy sudah memesan kan makanan untuk nya , tapi dia hanya menyentuh nya dan tidak memakan nya sama sekali mood nya sangat buruk
Dia menuruni tangga , tidak seperti biasa nya ada seseorang yang akan melakukan aktivitas di dapur dan menyambut nya seperti biasa
Membuat pria itu merasa ada yang kurang , Hera berangkat pagi-pagi sekali ke pengadilan bersama Frans , bukan hanya karena buru-buru
Tapi dia juga ingin menghindari Rio , pria itu sudah mengambil milik nya yang berharga tanpa mengucapkan maaf , mwmbuat nya sadar betapa egois nya seorang Rio Edward
Namun dia tetap memasak untuk suaminya itu , Rio menemukan beberapa potong sandwich di sana lengkap dengan jus pria itu tidak lagi gengsi dia memakan sarapan nya sampai habis, dia sangat lapar
Mungkin jika Hera di sana Rio tetap akan memakan nya entah mengapa hati pria itu ingin menghargai masakan istrinya itu
Disana dia juga menemukan kotak bekal seperti yang biasa Hera berikan pada nya
Dia membuka bekal itu masih sama seperi yang biasa dia temukan , lauk yang tersusun rapi dan tulisan di nasi terbuat dari wijen hitam
"semangat kerja nya sayang".
Hati pria itu kembali bergemuruh dia mengingat wajah cantik Hera yang setiap pagi menyapa nya dengan kelakuan nya yang lucu , yang bisa membuat pria itu diam-diam tersenyum ketika sedang sendiri
Tapi pagi ini Hera tidak menyapa nya membuat dia sebal
"Tuan , anda sudah selesai". Jeremy sudah berada di teras menunggu Rio seperti biasa
Dia memasuki rumah itu dan tidak ada Hera di sana hanya ada Rio yang kelihatan nya baru selesai makan , dia tahu jika Hera ada dalam persidangan sekarang
"Tuan.."
Jeremy memanggil Rio lagi karena pria itu terlihat melamun
"Hmm"
"Nona Hera berada dalam persidangan sekarang , dia adalah pengacara inti di sana"
"lalu?". Rio mencoba bersikap cuek tapi tidak dengan hati ya
__ADS_1
"Apa anda tidak ingin datang menjadi saksi persidangan sekaligus memberikan dukungan pada nona?"
Seketika hati pria itu berdetak dia membayangkan akan mendukung Hera di sana dia akan menjadi suami yang mendukung istrinya dan itu sangat lah romantis
Membayangkan nya saja dia sudah tersipu malu , Jeremy yang melihat tingkah tuan nya
Sudah mengerti apa berada dalam hati pria itu , dia sudah jatuh cinta pada Hera sejak dulu namun dia baru menyadari nya sekarang dan dia pun masih gensi
Pria itu berpikir Hera masih mengejar nya seperti dulu , jadi dia hanya perlu menerima perasaan wanita itu
Tanpa dia ketahui hati istrinya sudah sangat hampa dan kosong , wanita itu sudah berada di ujung kepasrahan dia tidak ongin lagi berjuang
"tuan apakah anda , mau ikut ke sana?".
Jeremy tidak mendengar jawaban karena Rio yang masih sibuk dengan khayalan nya , membuat dia menarik kesimpulan jika Rio tidak ingin pergi kesana
"Baiklah tuan kita akan berangkat ke kantor"
Seketika Rio menjadi kesal selain mengganggu imajinasi nya pria itu menarik kesimpulan sesuka hati
"memang orang-orang tahu kalau istri anda itu Hera". "Baik Tuan"
Mereka berdua samoai di pengadilan tepat waktu di sana Rio dan Jeremy duduk di barisan paling depan , Rio bisa melihat Hera yang terlihat keren di antara pengacara di sana
Zeus memberikan 4 pengacara terbaik nya di sana namun di bandingkan mereka Hera jauh lebih cerdas dan bisa memimpin sehingga mereka hanya mengurus sebagian kecil maslah itu
Rio terpukau dengan Hera bagaimana wanita itu menerangkan muasal kekejaman para tikus itu dan menyampaikan undang-undang terkait semua itu serta pelanggaran yang mereka lakukan
"Bagaimana yang mulia , semua tersangaka belum sepenuh nya berada di ruangan ini , Apakah adil mereka menganggap perbuatan mereka sepele?"
Zeus dan Frans memang sengaja tidak mengirim polisi menangkap sebagian penjahat itu , namun sudah memberi laporan , membuat dosa mereka 2 kali lipat karena merendahkan hukum dan kemanusiaan
Itu adalah tehnik yang biasa Zeus pakai , untuk menjerat musuk
Zeus tersenyum melihat kemampuan Hera , bahkan jika dia tidak mengirim pengacara nya itu untuk membantu nya dia yakin dia bisa menghandle dengan mudah
Matanya tanpa sengaja melihat Rio , di kursi paling depan , semntara dia duduk bersama Frans sebagai wakil para korban
__ADS_1
dia bisa melihat pria itu mengagumi istri nya
"cih bukan nya dia tidak menyukai Hera?"
Pria itu tidak suka , dia sudah jatuh cinta pada Hera membuat nya memilih menjadi pebinor saja
Dia berpikir jika Rio sangat tidak pantas untuk Hera yang seperti malaikat , Zeus sendiri tahu bagaimana keangkuhan pria itu
Zeus juga tau kalau Rio sering menyakiti Hera bahka memukul nya, hanya karena kesalahan yang tidak dia perbuat
"hiss seperti nya ada seorang pria bodoh yang baru mendapat kewarasan nya". Zeus mengumpat kesal membuat mata Frans melirik apa yang di lihat Zeus
Frans sedikit terkejut , ada apa pria itu di sini dia sedikit kesal
Hera membolak-balik kertas nya ketika Gunawan memberi pengakuan nya dia masih sajak mengelak membuat Hera dan para Hakim mulai kesal
Entah berapa bayaran pengacara yang dia miliki bersama rekan nya , pengacara bernama Montero itu sedikit licik juga
Montero bisa mengubah fakta dari kebenaran yang Hera berikan , membuat Hera terdiam dan mengalah
Bukan karena akan kalah tapi Hera yang juga sangat cerdik memilih untuk membiarkan pria itu mengeluarkan segala unek-unek nya sampai dia sendiri menggali lubang untuk kuburan nya
"oh ya...Tuan Montero bagaimana Gunawan membuat surat je pemilikab tanah di desa itu dengan jumlah besar tanpa pajak yang mahal".
Hera bertanya seperi orang bodoh membuat beberapa orang khawatir tapi tidak dengan Frans dia sudah tahu taktik wanita itu
"itu baru Hera ku yang sangat keren"
Bukan hanya Frans , Rio dan Zeus yang memiliki pemikiran sama sangat terpukai dengan nya
"Kalian lihat itu adalah istri ku".
Rio mulai tadi tersenyum melihat Hera dengan kagum tanpa menyadari Jackson yang sejak tadi sudah duduk di samping nya
Begitu juga dengan Jeremy "huh dasar gengsi teriak saja kalau mau teriak aku jadi ingin beli kostum cheerleader untuk mu tuan!". Jeremy tidak lagi fokus pada sidang itu melainkan wajah tuan nya yang selalu menahan teriakan kekaguman
"Rio bren*sek haishh kalau begini aku tidak jadi mengincar Hera". Jackson tahu isi hati sahabat nya itu, sekaligus senang Hera juga pasti akan senang jika tahu Rio yang sudah jatuh cinta pada bga
__ADS_1