
Rio akhirnya pulang ke rumah karena tidak mendapati Hera di sana , perasaannya bertambah kesal ketika tidak menemukan wanita itu di rumah
"Kemana dia, padahal aku suruh tadi menghubungi ku wanita itu semakin aneh saja"
Jeremy dapat melihat kekesalan di wajah tuan nya , dia tahu Rio sangat perhatian pada Hera sekarang
Tapi Hera yang sekarang memang sedikit berubah , sejak kejadian beberapa minggu yang , Jeremy akhir nya tahu apa yang di lakukan Rio pada Hera
Pria itu memang sedikit kejam pada istrinya , caranya menunjukan perasaannya tidak seperti pria pada umunya
"Tuan"
"Hmm"
"Apa anda menunggu Hera , aku bisa menghubungi nya"
Rio tidak menjawab dirinya sendiri sudah menghubungi Hera berulang kali tapi tidak ada balasan dari wanita itu
**....tut...
"Iya ada apa Jer"
Panggilan itu di jawab oleh Hera membuat Rio reflek menarik benda itu dari tangan asisten nya
"Kemana saja kau huh!"
"Ri..Rio kenapa kau yang ..."
"Aku bilang di mana kau , bisa-bisa nya kau tidak mengangkat telfon ku!"
"Aku sedang sibuk tadi ". Hera menjawab siangkat tadi dia menon aktif kan handphone nya
"Cepat pulang sekarang!". Bukannya menyambut ku pulang kau malah keluyuran tidak jelas
"Iya aku sudah di jalan
Di seberang Zeus dapat mendengar percakapan mereka membuat nya sangat kesal , dia sudah senang ketika Frans bilang hubungan mereka tidak baik
Tapi yang dia dapati Rio sangat lah perhatian pada istri nya , membuat harapan nya semakin kecil saja
Jeremy menerima handphone nya dengan gelagapan ketika Rio melemparkan barang itu asal
Rio memijit kening nya sedikit dia sudah tidak waras karena istrinya itu
"Tuan"
"Apa"
"Jika aku lihat sepertinya, Kau sudah mencintai Hera, aku bisa melihat dari tingkah laku mu beberapa hari ini"
Jeremy langsung saja to the point dia tahu jika Rio tidak suka basa basi
Rio hanya terdiam mendengar penuturan asistenya itu dari hati nya yang terdalam dia juga sudah merasakan perasaan itu
"Turunkan sedikit ego mu tuan"
__ADS_1
"Apa maksud mu?"
"Hera itu sudah lelah dengan mu , kau pun pasti sudah menyadarinya,jangan memaksa Hera mengatakan nya lagi dia akan menutup hatinya pada mu"
Pria itu tersentak dengan perkataan asistennya itu, tapi untuk menyatakan perasaan nya pada Hera sangat lah sulit
Dia hanya merubah sikap dan perlakuan nya pada Hera , berharap wanita itu sadar pada perasaan yang dia miliki
Tapi ketika mendengar penuturan Jeremy tidak ada salah nya untuk memulainya dia bahkan sedikit takut sekarang
Jika wanita itu benar-benar pergi dari kehidupannya nanti
"Jer..pulang lah aku akan menunggu Hera sendiri"
"Tapi tuan"
Jeremy melihat sorot mata pria itu, dia tidak menerima penolakan
"Baiklah tuan saya pulang dulu".
Tidak lama ketika Jeremy pulang, Hera sudah sampai di rumah nya di antar oleh Zeus
"Terimakasih Nona, kau sudah menraktir ku tadi"
"iya sama-sama"
Baru saja keluar dari mobil , Hera dapat melihat suami nya dengan tampak sangat sangar bersiri tegak di depan pintu rumah itu
"Rio apa yang kau lakukan".
"huh". Hera tidak mengerti, dia hendak menyapa Zeus, tapi Rio sudah menarik nya kedalam
Tanpa sedikit pun berterimkasih pada pria yang sudah mengantar istrinya
"kau itu tidak sopan sekali, harus nya kau ajak dulu dia bicara sepatah dua kata saja". Hera terlihat sangat cerewet sekarang membuat Rio gemas aendiri sampai mencubi pipi istrinya itu
"Rio lepaskan itu sakit"
"Kenapa kau tidak mengangkat telfon ku , dan kau langsung mengangkat telfon Jeremy buat kesal saja"
"Ahk itu tadi aku menon aktif kan ponsel ku"
"owh begitu"
"iy Hmmplhh". Hera belum menjawab tapi pria itu sudah menutup mulut itu dengan sebuah ciuman
Rio memperdalam ciuman sambil mendorong Hera ke atas sofa
"Ahk" . Rio sudah menindih waniata itu tanpa aba-aba diansudha melepas pakaian atas nya menunjuka betapa kekar bya badan nya
Tubuh pria itu sangat atletis serta wajah yang tampan kaum haqa mana yang akan menolak nya
"kau itu makin membangkang saja, kau harus di beri hukuman"
Ruo memberi sesapam di bibir istrinya
__ADS_1
"buka mulut mu". Bukan nya membuka mulut Hera malah mencoba melepaskan pria itu, perutnya seakan beputar
Dia mau muntah sekarang "Menyingkir Rio aku mual"
Hera berlari ke arah wastafel , dia memuntahkan seleuruh makanan yang dia makan tadi
Huekk . Dia sudah membuat suaminya takut sendiri
"Hera ada apa". Rio panik dengan keadaan Hera dia memijat sedikit leher itu untuk membantu Hera mengeluarkan makanan nya
"aku sangat pusing"
"kita ke rumah sakit sekarang", Rio memakai kemeja nya dan lansung ke garasi mengambil salah satu mobil nya
"Sabarlah kita akan sampai". Rio membawa mobil itu ke salah rumah sakit terdekat milik orang tuanya
Rio langsung memapah Hera keluar dari sana, Hera menolak perlakuan pria itu dia hanya pening saja
Tapi Rio bertingkah seolah dia sakit parah, perhatian Rio membuat dirinya merasa aneh
Sebelum nya pria itu bahkan tidak melihat dirinya ada
"Dokter ada apa dengan istri ku"
Rio tidak mau keluar dari ruang pemeriksaan itu, dokter nya adalah seorang pria dia sangat kesal
Mau tidak mau dia harus menerima dokter itu karena dokter wanita semua nya sedang sibuk
Dokter itu malah tersenyum "Nona tidak apa-apa tuan hanya saja dia sedang hamil"
"apa". Hera dan Rio terbelalak dengan penyampaian dokter itu
Rio memeluk istrinya dengan lembut tidak ada alasan lagi yang akan membuat wanita itu pergi dari nya
Lain dengan Hera , dia sangat takut dengan keadaan ini dia mengandung anak Rio tapi sekrang logika di kepala nya belum berjalan
di pikiran wnaita itu pernikahan mereka tinggal setengah tahun lagi , bagaimana mungkin dia mengandung anak Rio
Rio sangat senang, dia tidak berhenti menciumi wajaha istrinya itu
Dia tidak oernah berpikir sebelumnya dia akan mempunyai anak , tapi imajinasu yan terbang bagitu saja ketika mendengar istrinya hamil
"Rio..."
"Hmmm". Rio masih denga tidak tahu malunya mencium istri nya di depan dokter jomblo itu
"Aku mau pulang saja"
"pulang? baiklah " Rio menggenggam erat tangan istrinya ketika mereka menuju parkiran senyum pria itu tidak luntur sendaru tadi
Sampai di rumah Rio tidak mebuatkan wanita itu begitu saja , dia mengajak Hera yang linglung ke kamarnya
"kau tidur di sini mulai sekarang"
"huh?" . Hera masih bingung sendiri pria itu pasti khawatir pada calon bayinya begitu piriannya
__ADS_1
"ayo mandi bersama". Rio tanpa menynggu jawaban langsung mengangkat Hera ke dalam kamar mandi nya