Cinta Tulus Yang Terluka

Cinta Tulus Yang Terluka
Membawa mu Pulang


__ADS_3

Walau Frans sudah memberi informasi tentang keberadaan Hera, nyatanya pria itu hanya memberi sebagian informasi saja


Membuat Rio kembali mencari detailnya hingga memakan waktu cukup lama dan sampai saat ini dia memakan waktu selama satu bulan untuk menemukan istrinya


Surat percerain yang di kirim oleh pengadilan padanya membuat hatinya makin sedih, dia tidak menerima surat melainkan membakar surat itu hingga hangus


Pria itu melakukan segala upaya untuk hal yang berharga baginya, Rio bahkan menerobos masuk ke rumah Hendra untuk menyakan keberadaaan Hera


Tapi tentu saja pria tua itu terang-terangan menolaknya, dia bahkan sudah menghajar Rio sampai masuk rumah sakit dua kali


"Pergi kau si*lan aku tidak akan menerima mu". Hendra menendang Rio yang sudah tersungkur di kakinya


"Tidak, aku tidak akan pergi jika kau belum memberitahu di mana istriku..."


Itu adalah saat ketiga kali pria tua itu menghajar Rio, Amber sampai ketakutan di buatnya dia bahkan belum pernah melihat Suaminya semarah itu


"Sayang hentikan Rio sudah sekarat". Amber memeluk suaminya dari belakang emosi pria itu tidak terkendali


Amber sebelumnya hendak menolong Rio tapi Hendra menarik tangan wanita itu menjauh dia tidak ingin mengasihani Rio sedikit-pun


Sampai akhirnya dia menyadari keseriusan Rio untuk putrinya dia tidak beranjak sedikitpun dari rumah Hendra dengan darah yang bercucuran di keningnya


Pengawal Rio bukannya tidak ingin membantu tapi pria itu melarang mereka hanya bisa menunggu dan melihat bagaiman Rio di hajar tanpa perlawanan


Hendra memberi menantunya itu kesempatan dan memberi detail keberadaan Hera, sebelumnya dia menjumpai Frans


Pria itu jauh lebih kejam di banding Hendra karena Frans tahu betul bagaiman Rio menyakiti Hera dia tidak ingin berbicara langsung dengan Rio


Hingga Suga akhirnya turun tangan untuk mewakili Rio


>>>

__ADS_1


Seorang wanita yang edang hamil tua belakangan ini suka merenung Zeus sering kali mendapati waanita itu memandang dengan tatapan kosong


Dia sudah menemani wanita itu hamir setengah tahun namun dia belum merasakan sedikit pun perasaan wanita itu unntuknya


Pria itu menyadari jika wnaita itu merindukan seseorang dalam hidupnya walaupun Hera akan mengelak jika wanita itu mengelak


"Hera...makanlah dulu aku bawa anggur segar untukmu". Zeus membawa sekerajang anggur segar yang dia petik di belakang vila "Her!"


"ah Zeus apa yang kau lakukan". Wanita itu sedikit terkejut karena melamun


"Makanlah anggur ini jangan melamun seperti itu"


"Terimakasih Zeus"


Zeus keluar dari ruangan Hera wanita itu banyak menghabiskan waktu di kamar belkangan ini, dia sangat merindukan suaminya


Dia bisa mengirim surat untuk kedua orang tuanya dan Frans tapi tidak dengan Rio, dia tidak bisa meupakan pria itu sama sekali


Itu membuatnya tersiksa kandungannya sudah menginjak 8 bulan sekrang wanita itu sering sekali mengalami kontraksi, itu juga dapat di rasakan Rio walau jarak mereka terpisah


"Rio apakah kau memikirkan ku, ah tentu saja tidak bukan"


Hera berguman pelan jika orang lain di dekatnya mereka pasti bisa mendengarkan sedikit gumanan itu


"Rio aku sangat merindukan mu"


Degh jantng wanita itu berdetak dengan cepat dia bisa melihat Rio dengan jelas di hadapanya ada beberapa luka di wajah itu dan dia nampak sedikit kurus


Hera menggelengkan kepalanya untuk menyadarkan dirinya "Ah si*l kau bahkan terlihat nyata sekarang"


"Aku juga merindukan mu sayang...."

__ADS_1


Hera menepuk wajahnya berkali-kali dia bisa mendengar suara pria itu, tatapan Rio sangat sayu Hera dapat melihat mata yang sudah berembun itu


Rio mendekatkan dirinya agar wanita itu sadar dirinya benar-benar ada di sana "Ayo kita pulang aku sudah lama mencari mu beraninya pergi tanpa seizin ku!!!"


"Rio!"


Hera sagat terkejut itu bukan lagi bayangannya Rio benar-benar di hadapannya sekarang


"Maafkan aku...". Rio berlutut untuk mensejajarkan wajah mereka "Maafkan aku Hera...".


"Dari mana kau tahu aku ada di sini!". Hera kembali sadar dari lamunan nya egonya kembali lagi begitu mengingat perbuatan Rio padanya "Pergi dari sini!".


Wanita itu memalingkan wajahnya dia tidak ingin menunjukan wajahnya yang sedih itu, dia tidak ingin Rio berpikir kalau dia masih mencintai pria itu


"Tidak jika kau tidak ikut bersama ku!". Rio menahan tubuh Hera agar tidak pergi dari sana keadaan wanita itu tengah mengandung membuatnya sulit untuk bergerak


"Cih Bukan kah kau akan menunggu Eliana, perjanjian kita sudah berakhir Rio ini sudah satu tahun, aku juga sudah mengirim surat perceraian untuk mu, aku tidak...."


"kau tidak mencintai ku lagi begitu?"


Hera masih memalingkan wajahnya dia tidak bisa menatap pria itu emosi nya tidak sejalan dengan perkataan-nya , dia mungkin akan menangis jika harus melihat pria itu


Rio menakup kedua pipi Hera memaksa wanita itu untuk melihat-nya, itu berhasil membuat air mata Hera turun dia berpikir pria yang di hadapan-nya itu bukan lagi miliknya


"Katakan jika kau tidak mencintai ku lagi, katakan!"


"Aku.."


Pria itu memeluk Hera, wanta itu tidak dapat lagi menahan tangisnya dia membalas pelukan Rio, dia sangat merindukan pelukan itu


Sejak kehamilan Hera itu Rio selalu tidur bersama dengannya dia selalu memeluknya dengan erat sampai pagi datang

__ADS_1


Perlakuan Rio yang lembut dulu tidak lebih karena dirinya mengandung anak Rio, itu adalah kesan pertama yang Hera rasakan dia tidak ingin kecewa dengan apa  yang dia rasakan


"Hera, aku tidak peduli apa yang di pikiran mu, sekarang aku hanya akan membaawa mu pulang"


__ADS_2