
Orang tua Tania pun mengizinkan Tania untuk mencari pekerjaan di luar kota, karena mereka berpikir bahwa anaknya juga butuh uang yang lebih. Tania dan Meisa berangkat ke kota Nagara, di sana mereka mencari kontrakan terlebih dahulu, setelah mendapatkan kontrakan, barulah mereka melanjutkan mencari lowongan kerja. Tania mendapatkan pekerjaan di sebuah perusahaan yaitu di mana Tania bekerja sekarang, sedangkan Meisa bekerja di sebuah toko roti.
Tania yang tadinya sedang duduk di atas kasur, segera berdiri dan melepaskan pakaiannya karena dia mau mandi.
Selesai Tania mandi, dia duduk di kursi di depan televisi, dia menonton televisi.
"Tania, ayo lah, cerita kan siapa yang mengantarkan mu pulang" tanya Meisa lagi yang berjalan mendekati Tania yang sedang duduk.
"Kamu ya, masih aja menanyakan itu" ucap Tania
"Ya ia lah, aku penasaran kamu pulang sama siapa tadi, mana mobil nya bagus banget" kata Meisa
"Dia CEO di perusahaan tempat aku bekerja" jawab Tania
"Apa! aku tak salah dengar ni, CEO yang mengantarkan mu pulang, apa kamu punya hubungan khusus dengannya? hehehe"
"Gak lah, kamu ini ada-ada aja, gak mungkin aku punya hubungan khusus dengan seorang CEO " jawab Tania
"Kalau kamu gak punya hubungan khusus, kenapa dia mengantarkan mu pulang"
"Dia Kakak kelas aku waktu aku sekolah dulu"
"Waaahhh, jadi CEO kamu sekarang adalah Kakak kelas kamu, terus apa kalian berteman dekat? "
"Dulunya ia, tapi aku dan dia sudah lama tidak berkomunikasi lagi, semenjak dia lulus aku juga tidak pernah bertemu dengannya apa lagi mendengar kabar nya"
"Heemm, apa kalian pernah berpacaran dulu? "
"Tidak lah, aku hanya berteman dengannya, gak lebih" jawab Tania
"Oke oke, jadi sekarang kalian berteman lagi? "
"Kalau itu, aku tidak tau pasti"
Pesan singkat masuk di handphone Tania, tertulis kalau itu dari Pak Angga CEO, itu lah nama kontak Angga di handphone Tania.
Tertulis...
(Tania, apa malam ini kamu ada acara?)
Tania menjawab pesan singkat itu
(Tidak ada ngga, ada apa ya?)
__ADS_1
(Aku boleh ajak kamu makan malam di luar ya malam ini?)
Tania bingung mau jawab apa, karena sudah lama tidak bertemu, rasanya sangat canggung jika tiba-tiba Angga mengajak nya makan malam.
"Meisa, gimana ini, aku bingung mau jawab apa" tanya Tania
"Emang kenapa? "
"Angga, ngajak aku makan malam, malam ini, rasanya canggung jika makan berdua bersama atasan sendiri"
"Sudah lah, kan kalian juga pernah berteman, pergi aja kali, mana tau bisa jodoh gitu, hahaha" ucap Meisa sambil tertawa
"Ada-ada aja, mana mungkin aku berjodoh sama seorang CEO " kata Tania
"Sudah lah, cepat jawab pesan nya, bilang aja kamu mau"
"Tapi aku bingung mau pakai baju apa, kan kamu tau sendiri, baju aku tidak banyak"
"Kalau baju aku, pastinya bakal kebesaran sama kamu"
"Sudah lah, aku pakai baju yang biasa nya aku pakai aja lah"
Tania pun langsung membalas pesan dari Angga dengan meng-ia kannya.
Sekarang sudah hampir malam, Suara adzan baru saja terdengar dari Mesjid, Tania dan Meisa langsung bersiap-siap untuk melaksanakan Sholat Magrib.
Tania di dalam kamar sedang mencari baju yang cocok dia pakai untuk makan malam bersama Angga, karena sebentar lagi Angga akan menjemput nya.
"Aku pakai baju ini aja lah ya, ini kayak nya cocok deh" ucap Tania sambil melihat baju yang ia pilih.
Lalu dia pun memakai nya, dan melihat ke arah cermin. Setelah itu, Tania berdandan, dengan memakai make up seadanya. Tania tidak terlalu bisa memakai make up, dia hanya bisa pakai eyeliner, maskara, lipstik tentunya, dan bedak, jadi dia hanya perlu beberapa menit aja untuk berdandan.
Tiba-tiba handphone Tania berdering, dan yang menelponnya adalah Angga.
"Halo" ucap Tania
"Aku sudah menunggu kamu di depan lorong ni, apa kamu sudah siap nia? " kata Angga di telepon
"Ia, aku sudah siap, tunggu ya, aku segera ke sana" Tania langsung menutup teleponnya dan bergegas pergi ke luar.
"Meisaaa, aku pergi dulu ya, jangan lupa kunci pintu" ucap Tania dengan suara sedikit lantang, karena Meisa berada di kamar nya.
"Ia ia, kamu hati-hati, hati-hati nanti kamu jatuh hati, hahaha" kata Meisa tertawa mengejek Tania.
__ADS_1
Mendengar itu, Tania pun tersenyum, dia langsung pergi ke luar, dan menutup pintu rumah nya, berjalan ke luar lorong di mana Angga sudah menunggunya.
"Maaf ngga, sudah lama ya nunggu? " kata Tania saat menghampiri Angga
"Tidak kok, yok kita pergi" ucap Angga sambil membuka kan pintu mobil nya untuk Tania.
Tania masih merasa canggung dengan sikap Angga yang seperti itu, masuk ke dalam mobil Angga dan duduk tepat di samping kursi Angga.
Di perjalanan, Tania bingung mau mulai percakapan apa, dan seketika Angga lah yang memulai percakapan.
"Tania, kamu semakin cantik aja" ucap Angga sambil tersenyum melihat Tania
"Kamu bisa aja ngga, aku biasa-biasa aja kok"jawab Tania dengan tersenyum malu
" Oia, selama ini kamu di mana aja, aku tidak pernah mendengar kabar mu dari teman-teman ku"ucap Angga
"Aku di tempat orang tua ku, semenjak lulus aku bersama orang tua, tidak kemana-mana" jawab Tania
"Jadi sekarang, kenapa kamu bisa di sini? "
"Aku sengaja ke kota ini karena mencari pekerjaan"
"Tidak sangka ya, kita malah bertemu di tempat kerja, dan sekarang kita satu tempat kerja"
"Ia"
Tak lama kemudian, mereka tiba di sebuah restoran. Tania turun dari mobil nya, dan bingung karena dia tidak pernah pergi ke tempat seperti itu.
"Waduuh, dia malah ngajak aku makan di tempat seperti ini, mana gajih aku bulan depan lagi, gaji bulan tadi sudah aku bayar ke kontrakan, habis dong uang gaji untuk satu bulan ini" ucap di dalam hati Tania
"Yuk nia, kita sudah sampai" kata Angga mengajak Tania masuk ke dalam
"Ia" jawab Tania.
Mereka berjalan masuk ke dalam restoran tersebut, sesampai nya di dalam, mereka duduk di kursi dengan meja nya yang bundar, di atas meja ada setangkai bunga untuk menghiasi meja tersebut.
"Kamu mau pesan apa nia? " tanya Angga
"Bentar ya, aku pilih dulu" jawab Tania
"Menunya mahal-mahal banget lagi, aku pilih yang paling murah aja deh" ucap di dalam hati Tania.
Mereka pun memesan makanan dan minuman, Tania memilih menu dengan harga yang paling murah begitu juga dengan minumannya.
__ADS_1
Tetapi Angga mesan dengan banyak makanan, tidak tau siapa yang akan makan nanti nya, apakah dia makan makanan itu sendiri.