Cinta yang begitu dalam

Cinta yang begitu dalam
Bab 20


__ADS_3

"Mau beli jajan, jajanan di sini enak-enak tau ngga, kamu belum pernah makan kan, nanti kita beli, kamu cobain deh, pasti kamu ketagihan nanti nya" ucap Tania sambil menarik tangan Angga.


Angga yang tidak berkomentar apapun hanya mengikuti kemana Tania ajak, dia dengan senang hati menuruti kemauan Tania.


"Ini enak ngga, aku mau beli ini" ucap Tania menunjuk makanan kaki lima yang di jual di sana.


"Ia beli lah" jawab Angga, Angga yang membayar makanan Tania, saat Tania hendak memberikan uang, Angga langsung menahan uang Tania, dan dia langsung memberikan uang nya pada penjual.


Di saat itu Tania membeli banyak makanan, jajanan kaki lima yang sangat dia sukai, setelah membeli nya, Tania dan Angga kembali ke dalam mobil, lalu Tania memberikan makanan itu pada Angga.


"Cobain deh ngga, kamu pasti suka" ucap Tania.


Angga mengambil makanan tersebut dan mencicipi nya.


"Emmm, enak juga nia, kamu membeli banyak makanan, kamu bakalan habis makanan ini semua?"


"Tentu tidak, kan ada kamu yang bantu habisin, hehehe"


"Kamu ini ya, kamu yang pengen makan tapi aku yang di suruh habisin"


"Ayok lah ngga, kamu kan belum pernah makan makanan seperti ini, kapan lagi kamu cobain makanan enak ini"


"Baik lah"


"Sekarang aku mau ajak kamu makan jajan ini di tepian sungai bebatuan kemarin ngga, mau kan?"


"Ia-ia".


Dengan bahagia nya Tania dan Angga pergi ke tepian sungai yang pernah mereka kunjungi kemarin. Setibanya di sungai, Tania mengajak Angga duduk di bebatuan, sambil menikmati cuaca sore, karena hari itu sudah mulai sore, sambil duduk makan menikmati angin sepoi-sepoi. Tania tersenyum dan melihat ke arah sungai.


"Tania, apa kamu bahagia hari ini?" tanya Angga ketika melihat Tania tersenyum.

__ADS_1


"Aku sangat bahagia, hari ini aku bisa berjalan-jalan berdua dengan mu, upps, maksud ku bisa jalan-jalan dengan teman seperti mu"ucap Tania, dia hampir kecepolosan tentang perasaannya pada Angga.


" Aku bahagia jika kamu bahagia nia, apa kamu mau aku ajak lagi lain kali? jika libur kerja"


"Boleh" jawab Tania sambil tersenyum senang.


Tania dan Angga terlihat sangat bahagia di hari itu, mereka bersenang-senang bersama, Angga tidak terlihat seorang CEO ketika dekat dengan Tania, mereka seperti sudah sepasang kekasih, bukan seperti teman lagi, atau atasan dan karyawan nya.


Di rumah


Tania sudah pulang dari jalan-jalan nya bersama Angga, dia duduk di kursi tamu sambil menonton televisi, dan minum Capuccino dingin.


"Hey Tania pacar nya seorang CEO, bagaimana kencan kalian hari ini?" ucap Meisa menghampiri Tania yang sedang duduk santai.


"Apasih sa, pacar nya seorang CEO, kamu ngaco ya, kapan aku jadi pacar nya seorang CEO"


"Kalau kamu bukan pacar CEO itu, kenapa kalian kencan hari ini, lama banget lagi, hari sudah mulai malam baru pulang"


"Kami hanya jalan-jalan, bukan pergi kencan"


"Tidak aah, kami hanya berteman, lagi pun mana mungkin dia suka sama aku, banyak kali cewek yang lebih cantik dari aku, dia seorang CEO, cari cewek yang mapan dan cantik itu mudah bagi nya, jadi tak mungkin aku sama dia seperti seorang kekasih kayak yang kamu bilang itu"


"Taaniaa, kamu kok belum ngerti juga sih, kalau dia tidak suka sama kamu, kenapa dia bela-belain antar kamu pulang, kenapa dia ajak kamu jalan-jalan hari ini, dan kenapa juga dia ajak kamu diner kemarin, apa kamu tidak curiga, kalau dia itu punya perasaan sama kamu"


"Apa benar yang kamu bilang sa?"


"Benar lah, walaupun aku tidak punya pacar saat ini, tapi aku tau dari sikap nya seorang laki-laki, kamu jujur deh, kamu suka gak sama dia?"


"Emmm, aku jujur ya, tapi kamu jangan ngomong sama siapa pun"


"Ia aku tidak akan ngomong sama siapa pun"

__ADS_1


"Janji ya"


"Ia janji, iss kamu ni bawel banget sih nia"


"Sebenar nya aku memang suka sama dia, sejak aku berteman dengan dia di masa sekolah dulu"


"Haa, benarkan tebakan ku, kamu punya perasaan sama dia, terus-terus apa kalian pernah pacaran?"


"Tidak, kami tidak pernah pacaran, dulu aku sempat mau nyatain cinta aku ke dia, tapi pas aku lihat, dia udah sama cewek lain, jadi aku tidak mengutarakan isi hati ku ke dia"


"Waahh, sedih banget ya nia, apa sekarang dia masih punya kekasih?"


"Katanya sih tidak"


"Nah, kesempatan kamu ni, kenapa kamu tidak utarakan aja isi hati kamu ke dia sekarang"


"Aku takut di tolak sa, aku juga sadar diri, dia seorang CEO, aku siapa yang dengan berani mengutarakan isi hati ku"


"Kenapa kamu tidak coba aja dulu, bagaimana jika dia menerima nya"


"Ia sih, tapi sa, tadi waktu aku makan sama dia, dia bilang aku hanya teman bagi nya, jadi tidak mungkin dia juga suka sama aku"


"Yang sabar ya bestie, kamu bakal dapat yang lebih baik kok dari dia"


"Aku berada di samping nya udah cukup kok sa, aku bahagia jika berada di samping nya, walau hanya sebagai teman"


"Tapi nia, jika dia punya pasangan nanti nya, apa kamu sanggup melihat dia bermesraan dengan cewek lain"


"Sejujur nya tentu aku tidak sanggup sa, tapi mau bagaimana lagi, aku terlanjur sangat suka pada nya, aku kira aku sudah melupakan nya semenjak tidak berkomunikasi dengan nya lagi, tapi sekarang aku malah bertemu lagi dengan nya, aku kira aku sudah tak ada lagi rasa suka, tapi hari-hari saat melihat dia, rasa jantung ku ingin copot sa, aku deg-deg an"


"Aku ngerti kok perasaan kamu nia, sayang pada seseorang yang tidak bisa kita miliki, itu sangat menyakit kan"

__ADS_1


"Ia sa, rasa nya aku sangat sayang pada nya, aku tak ingin jauh dari nya, saat bersama nya, itu seperti aku ingin memberhentikan waktu, agar aku bisa selamanya di dekat dia, aku sungguh naif ya sa, suka sama orang yang tak mungkin aku miliki"ucap Tania, dan tanpa dia sadari air mata menetes di pipi nya ketika dia bercerita tentang perasaannya.


"Sudah-sudah, kamu jangan sedih dong, kan ada aku, aku akan selalu ada di samping mu, aku akan selalu ada saat kamu susah maupun senang, apa kita cari hiburan minggu depan?"


__ADS_2