Cinta yang begitu dalam

Cinta yang begitu dalam
Bab 9


__ADS_3

"Gak apa Tania, kita kan juga sudah lama kenal, jadi gak apa dong" ucap Angga sambil tersenyum.


Tania dengan rasa tidak enak, perlahan masuk ke dalam mobil Angga, di waktu bersamaan Mega sudah pulang menggunakan mobil trans.


Setelah Tania masuk ke dalam mobil, Angga menutup pintu mobil dan dia langsung masuk ke mobil, tentunya di kursi pengemudi.


"Oia, rumah kamu di mana Tania? " tanya Angga sambil mengemudikan mobil nya keluar dari parkiran


"Di Jl.Pemuda pak" jawab Tania


"Jangan panggil aku pak, kan kita sudah tidak di kantor sekarang, panggil aku Angga aja" ucap Angga


"Tapi kan, gimana pun kamu adalah atasan saya" kata Tania


"Ia, itu hanya berlaku di dalam kantor, sekarang kita sedang berada di luar kantor".


Tania terdiam, dia tidak menyangka bisa bertemu dengan Angga lagi.


Cerita masa lalu Tania di sekolah nya


Dulu waktu Tania di Sekolah Menengah Keatas, Angga adalah Kakak kelas nya, mereka selisih satu tahun, Angga adalah siswa laki-laki yang terpopuler di sekolah, terkenal dengan senyumannya yang manis, memiliki kulit hitam manis, postur tubuh yang tinggi, dan tubuhnya yang sedikit berisi tapi berotot. Dia siswa yang nakal, bahkan sering di panggil ke ruang guru karna kenakalannya, walaupun dia seperti itu, dia sedikit pintar. Angga sangat di kagumi oleh para siswi, bahkan dia terkenal playboy. Karena orang tuanya kaya, Angga sering mentraktir temannya di sekolah, dia baik pada teman-temannya, bahkan dia tidak pernah pelit, walaupun dia playboy, dia tidak pernah melewati batasan nya, dia tidak pernah mencium pasangannya sendiri, dia hanya suka mengajak kencan wanita. Tania dan Angga sempat menjadi teman waktu Tania bersekolah di Sekolah Menengah Keatas, Angga meminta nomor handphone Tania, jadi Tania memberikan nomor handphone nya pada Angga. Sebelum Angga meminta nomor handphone, tentu nya Angga mengajak kenalan terlebih dahulu, waktu itu Tania sedang berada di kantin, dia sedang makan bersama teman satu kelas nya bernama Dinda, Dinda adalah sahabat Tania di Sekolah Menengah Keatas. Angga lah yang menghampiri Tania, dan mengajak kenalan. Setelah berkenalan, Angga memberanikan diri untuk meminta nomor handphone Tania.

__ADS_1


Dari hari ke hari mereka berdua saling bercerita di telepon, Angga orang nya selalu bikin Tania ceria, dan dia juga bisa di jadikan teman curhat, membuat Tania merasa nyaman di dekat nya, bahkan wajah Angga sering terlintas di pikiran Tania. Apa Tania memiliki perasaan pada Angga? dan Angga apa memiliki perasaan juga pada Tania?


Hari demi hari mulai timbul perasaan suka Tania pada Angga, Tania merasakannya, karena dia selalu merasa bahagia jika hanya mendengar namanya saja, ketika Angga lewat di depan kelas Tania, Tania merasa sangat senang, itu lah yang dia rasakan. Hingga suatu hari di saat Tania memberanikan diri nya dan ingin menyatakan perasaannya pada Angga, di sebuah taman tempat Tania dan Angga janjian di hari libur sekolah nya, dari kejauhan ketika Tania ingin menghampiri Angga, terlihat Angga bersama wanita lain, wanita itu sedang memeluk Angga, pemandangan itu membuat hati Tania hancur, tanpa ia sadari air mata menetes ke pipi nya, padahal Angga adalah cinta pertama Tania. Tania memutuskan untuk pergi dari sana, telepon Tania terus berdering, panggilan itu dari Angga. Tidak tau apa maksud Angga, dia memeluk wanita lain di tempat janjiannya bersama Tania, Tania tau dia playboy, tapi Tania tetap memutuskan untuk menyatakan perasaannya, tapi Tania sangat tidak menyangka, dia melihat hal yang membuat hati nya hancur. Tania langsung menghapus nomor handphone Angga, dan tidak pernah lagi menjawab telepon dari Angga, bahkan Tania mengabaikan pesan singkat daru Angga. Semenjak itu mereka berdua seperti tidak pernah berteman, Tania terus menghindari Angga setiap kali melihat Angga. Tania tidak benci terhadap Angga, dia hanya tidak ingin rasa suka nya semakin dalam terhadap Angga.


Tidak menyangka mereka berdua bisa bertemu lagi di perusahaan milik orang tua Angga, bahkan satu tempat kerja dengan Angga.


"Sudah lama kita tidak ketemu ya Tania, terakhir aku melihat kamu, di hari acara kelulusan aku" ucap Angga yang sedang menyetir.


"Ia, sudah lama banget, dan sekarang kita malah ketemu di kantor kamu" ucap Tania


"Aku boleh minta nomor handphone kamu ya? " tanya Angga


"Angga, di depan itu lorong nya kontrakan aku, sampai di situ aja ya" ucap Tania sambil menunjuk ke arah depan


"Baik lah"


Angga memberhentikan mobil nya tepat di depan lorong kontrakan Tania.


"Terimkasih ya, sudah mengantar kan aku pulang" ucap Tani sebelum dia turun dari mobil.


"Ia sama-sama, besok aku jemput ya" kata Angga

__ADS_1


"Tidak perlu, aku bisa pergi sendiri kok, aku juga pergi nya sama teman aku"


"Begitu ya"


Tania langsung turun dari mobil Angga, dan Angga pun pergi dengan memutar balik mobil nya.


"Huuuhhh, akhir nya aku sampai juga di rumah, jantung ku terus berdetak kencang saat di dalam mobil berdua dengannya" ucap Tania sambil berjalan melewati lorong tersebut, kontrakan Tania tidak jauh dari depan lorong.


Ketika Tania sampai di depan pintu rumah nya, tiba-tiba...


"Hayooo, kamu di antar siapa tadi, aku lihat lo di depan sana kamu turun dari mobil, mana mobil nya bagus banget lagi" ucap seorang wanita yang tiba-tiba membukakan pintu untuk Tania, ternyata dia adalah Meisa, teman kerja Tania saat di Caffe Garshin.


"Bukan siapa-siapa, jangan kepo deh" jawab Tania sambil berjalan masuk ke dalam rumah, dan membuka sandal nya lalu meletakan ke atas rak sepatu


"Kamu tidak mau memberitahu aku ni" ucap Meisa


"Sudah lah, aku mau mandi" Tania langsung menuju kamar nya, dan dia duduk di atas kasur.


Cerita Tania tidak tinggal bersama orang tuanya


Saat Tania masih bekerja di Caffe Garshin, sudah tujuh bulan lamanya dia bekerja, karena merasa pendapatannya masih kurang, Tania sempat berpikiran untuk pergi mencari kerja di luar kota, dia ingin mencari pekerjaan yang bisa memberikan dia gaji yang lebih, agar bisa menyekolahkan Adik nya ke jenjang yang lebih tinggi, Tania dan Meisa saling mengambil keputusan, untuk mencari pekerjaan di luar kota, mereka berdua memutuskan pergi ke kota Nagara, karena di sana adalah kota yang memiliki peluang untuk mencari kerja nya lebih, terkenal dengan kota para peluang pencari kerja. Tania pun memberitahu pada orang tuanya kalau dia ingin pergi ke kota Nagara, untuk mencari pekerjaan di sana, dengan modal gaji yang sudah lama dia kumpulkan.

__ADS_1


__ADS_2