
"Tania, kenapa kamu diam saja dari tadi, apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya Angga pada Tania.
"Tidak, tidak ada apa-apa ngga"
"Kita singgah ke rumah ku mau ya?" tanya Angga pada Tania.
"Ke rumah mu?apa orang tua mu ada di rumah?"tanya Tania karena takut untuk bertemu orang tua Angga.
" Tidak, aku berbeda rumah dengan orang tua aku, karena aku tidak mau serumah dengan orang tua aku, aku lebih suka jika tinggal sendiri"jawab Angga.
"Ooh begitu, apa mereka tidak marah, kamu malah milih tinggal sendiri"
"Tidak, mereka tidak marah sama pilihan aku, karena mereka tau kalau aku lebih suka tinggal sendiri"
"Baik lah, jadi sekarang kita ke rumah kamu?"
"Ia, rumah aku melintasi jalan ini, jadi kita ke rumah aku dulu, aku ingin mengganti celan, lihat lah celana yang aku pakai, terlalu basah, tidak enak jika jalan-jalan dengan pakaian seperti ini"
"Tetapi rumah aku jah dari sini, pakaian aku juga seperti ini"ucap Tania sambil melihat ke diri nya dengan keadaan celana yang basah.
Anggara hanya tersenyum, dia terus mengemudi mobil menuju ke rumah nya.
Setibanya di depan rumah Angga, terlihat rumah nya tidak lah terlalu mewah, rumah yang di bilang tidak terlalu mewah, tidak juga terlalu sederhana, perkarangan rumah yang sangat adem, dan enak untuk di buat tempat bersantai.
"Ini rumah kamu ngga?" tanya Tania rasa tidak percaya rumah nya yang tidak terlalu mewah itu adalah rumah Angga seorang CEO di perusahaan.
"Ia, ini rumah aku, baru lima bulan aku membeli rumah ini" jawab Angga dan memasukan mobil ke dalam parkiran di depan rumah nya, khusus parkiran mobil. Tania keluar dari mobil, dan melihat-lihat sekeliling rumah Angga, di rumah nya ada juga sepeda motor yang berukuran besar, yaitu motor sport. Sekeliling rumah Angga ada beberapa pohon yang tumbuh, membuat suasana di rumah itu semakin sejuk, tidak terlalu panas. Tania sangat menikmati suasa di rumah Angga.
"Rumah kamu tidak terlalu mewah ya ngga, aku pikir rumah kamu bakalan mewah" ucap Tania sambil berjalan masuk ke dalam rumah Angga.
"Tidak lah, aku tidak suka rumah yang terlalu mewah itu, aku lebih suka dengan suasa yang sederhana ini" jawab Angga.
"Aku suka dengan halamannya, suasa yang sejuk, di dalam rumah kamu juga terasa sejuk" ucap Tania yang sedang duduk di kursi tamu.
"Ia, karena aku suka dengan suasa seperti ini, dari pada rumah mewah tapi tidak merasa nyaman"
"Ia ngga, kamu benar"
"Kamu mau minum apa? aku buat kan" tanya Angga.
"Apa kamu ada Capuccino?"
__ADS_1
"Ada, kamu mau Capuccino?"
"Ia, aku pengen minum Capuccino panas"
"Aku buat kan dulu ya"
"Gak usah, aku buat sendiri aja, tunjukan saja aku tempat dapur nya"ucap Tania langsun berdiri.
" Baik lah"Angga menunjukan Tania dapur nya.
"Kamu bisa ambil Capuccino nya di dalam lemari ini" ucap Angga menunjukan letak minuman Capuccino.
"Terimakasih"
"Aku tinggal dulu ya, aku mau ganti baju"
"Ia".
Tania membuat minuma Capuccino panas nya, dengan campuran susu kental manis, dan di aduk bersama bubuk Capuccino yang sudah dia takar ke dalam gelas, dia membuat dua gelas, satu untuk dirinya, dan satu nya lagi untuk Angga.
Selesai membuat minuman Capuccino, Tania membawa dua gelas itu ke atas meja yang ada di dapur, yaitu meja makan yang berukuran kecil dan hanya ada dua kursi.
"Tania, kamu kok diam" kejut Angga.
"Haa, ia, ini aku sudah buat minumannya, ini untuk kamu" jawab Tania memberikan segelas Capuccino pada Angga yang sedang duduk di depan nya.
"Kamu malah bikinin aku minuman juga, seharus nya aku yang buatin untuk kamu, kamu kan tamu"
"Sudah lah, apa bedanya aku dan kamu, aku kan teman kamu ngga, hehehe"
"Baik lah, aku tidak bisa melawan kata-kata kamu" jawab Angga dan meminum yang sudah di buat kan Tania.
"Emm, minuman yang kamu buat enak sekali rasanya" ucap Angga.
"Sama aja dengan biasanya ngga, tak ada bedanya sama di jual orang"
"Beda nia, beda karena ini kamu yang buat" ucap Angga sambil menatap ke mata Tania, dan Tania terpaku dengan tatapannya yang membuat hati nya berdegup kencang.
"Kamu bisa aja ngga" jawab Tania tersipu malu.
"Kalau aku ajak kamu selalu ke rumah ini, apakah kamu mau?"
__ADS_1
"Apa orang tua mu tidak marah? aku takut nanti mereka marah jika tau aku sering ke rumah mu"
"Mereka jarang ke rumah ku, jadi mereka tidak akan tau kamu ada di rumah ini, hanya sesekali saja, aku tidak kan mengajak mu setiap hari"
"Baik lah, jika aku ada waktu luang"
Mereka minum bersama, di rumah Angga dengan suasa yang sangat menenangkan hati, minum bersama dengan orang yang di sukai sangat lah nikmat, rasanya tidak ingin waktu berlalu dengan cepat, walau orang itu mungkin tidak bisa di miliki, berada dekat dengannya sudah merasa nyaman, itu lah yang Tania rasakan saat bersama Angga.
"Nia, ada yang ingin aku katakan pada mu" ucap Angga dan menatap ke mata Tania.
"Mau katakan apa ngga, katakan saja"
"Apa kamu sekarang ada kekasih?"
"Kenapa kamu menanyakan hal itu, apa itu ada. berurusan dengan kerja? apa aku tidak boleh punya kekasih jika bekerja di perusahaan mu" jawab Tania dengan panik.
"Hahaha, tidak nia, di kantor aku tidak ada peraturan seperti itu, karyawan yang bekerja di sana tentu saja boleh punya kekasih"
"Lalu, kenapa kamu menanyakan hal itu"
"Aku ingin mengatakan sesuatu, tapi aku takut kamu menolak nya"
"Katakan saja Angga, kenapa kamu takut".
Di saat Angga ingin mengatakan sesuatu yang ingin dia katakan, tiba-tiba handphone nya berdering.
"Tunggu nia, Papa ku nelpon"
"Ia ngga".
Angga menjawab telepon dari Papanya, dan dia pergi agak jauh dari Tania, setelah itu Angga kembali ke dekat Tania yang masih duduk di kursi meja makan.
"Ada apa ngga?"
"Papa ku nelpon, dia suruh aku jemput Angel"
"Siapa Angel ngga, pacar kamu ya?"
"Bukan, dia hanya anak dari sahabat Papa ku, aku hanya kenal dia, tapi tidak terlalu dekat"
"Kenapa Papa mu suruh kamu jemput Angel?"
__ADS_1