
"Kenapa kamu bisa berpikir seperti itu ga?"Tania dan Mega sedang berjalan menuju ruangan mereka.
"Buat apa dia nanya minuman dan makanan kesukaan kamu ke aku, kalau dia tidak suka sama kamu, dan buat apa juga dia ngasih coklat dan minuman kemarin di atas meja kamu, yang aku tau, kalau cowok ngelakuin itu, berarti dia suka sama tu orang" ucap Mega.
"Gitu ya"
"Jadi, kemarin waktu kalian makan malam bersama, Danu ngungkapin perasaannya ke kamu?"
"Ia, tapi kamu jangan bilang siapa-siapa ya"
"Tenang aja, aku tidak akan bilang ke siapa-siapa kok, jadi bagaimana? kamu terima?"
"Aku tidak ada perasaan yang khusus sama Danu, jadi aku bilang kalau aku hanya nganggap dia sebagai teman dan atasan aja ga"
"Padahal Danu itu orang nya lumayan ganteng lo, yaaa walau tidak bisa di bandingin sama pak Angga, tapi kenapa kamu tidak mencoba menerima nya aja dulu?" ucap Mega, saat itu mereka sudah tiba di ruangan, dan meletak kan tas ke meja masing-masing.
"Sudah lah, jangan bahas itu lagi di kantor, nanti kedengaran sama karyawan lain, malah ada gosip yang tidak-tidak lagi nanti nya"
"Baik lah"
Tania memulai pekerjaan nya, seperti biasa, Tania menelepon, dan menawarkan produk terbaru ke para pelanggan perusahaan mereka.
"Tania, tolong bawa kan barang ini ke gudang stok ya" ucap salah satu karyawan di sana, memberikan satu keranjang besar penuh berisi pakaian pada Tania.
"Ia kak" jawab Tania, berdiri dari kursi nya lalu mengambil keranjang tersebut. Karena keranjang itu agak besar membuat Tania sedikit kesulitan untuk mengangkat nya, Danu langsung datang menghampiri Tania.
"Biar aku bantu bawa nia, ini besar lo keranjang nya, nanti kamu kesulitan membawa nya" ucap Danu.
"Tidak usah nu, aku bisa kok" jawab Tania, kembali berusaha membawa keranjang tersebut, dan akhir nya Tania bisa mengangkat keranjang itu.
"Aku bisa nu, terimakasih sudah mau menolong" ucap Tania.
"Tania tania, ada cowok yang mau ngebantu kamu, kamu malah menolak nya" ucap Mega mengejek Tania.
"Mega" Tania pergi keluar dari ruangan sambil membawa keranjang tadi. Saat di perjalanan menuju gudang stok, Angga datang menghampiri Tania.
"Nia, kamua bawa keranjang sebesar itu sendirian, biar aku yang bawa kan buat kamu nia" ucap Angga dan langsung mengambil keranjang iti dari atas tangan Tania, karena posisi nya keranjang tersebut di angkat oleh Tania menggunakan kedua tangan nya.
"Angga, tidak perlu, nanti apa kata karyawan lain nya" ucap Tania suara pelan pada Angga.
__ADS_1
"Sudah lah, jangan banyak bicara, ini mau di bawa ke mana?"
"Ke gudang stok"
"Baik lah, ayo kita antar ke sana"
Tania berjalan bersama Angga, Angga membawa keranjang yang di bawa Tania tadi.
"Siapa yang nyuruh kamu bawa keranjang besar ini nia?" tanya Angga.
"Kak Sintia ngga" jawab Tania, Sintia adalah nama karyawan yang menyuruh Tania membawa keranjang tadi.
"Sintia, baik lah, lain kali, kamu jangan mau di suruh-suruh membawa barang seperti ini lagi ya, aku tidak mau kamu bekerja keras seperti ini, apa lagi di perusahaan aku"ucap Angga, dan saat itu banyak karyawan yang memperhatikan Angga berjalan bersama Tania, apa lagi Angga sedang membawa keranjang stok.
"Tidak apa ngga, emang kerjaan aku seperti ini, sudah kewajiban aku, menerima perintah"
"Pokok nya, lain kali, kamu jangan mau nia"
"Kalau aku tidak mau, nanti aku di pecat ngga"
"Siapa yang berani memecat kamu, dia yang akan aku pecat"
" Ayo kita ke dalam"
"Gak usah ngga, sampai sini aja, biar aku yang membawa nya ke dalam"
Tanpa basa basi, Angga langsung masuk ke dalam gudang stok, dan semua karyawan yang ada di dalam, terkejut melihat Angga masuk sambil membawa keranjang stok, dengan cepat salah satu karyawan laki-laki yang berada di sana mendekati Angga dan Tania.
"Biar aku yang bawa pak" ucap nya mengambil keranjang yang di tangan Angga, Angga pun memberikan pada nya.
"Sini kamu" panggil salah satu karyawan wanita di sana, kelihatan nya dia lebih tua dari Tania.
"Ia kak" Tania langsung mendekati nya.
"Kenapa kamu biar kan pak Angga yang membawa keranjang ini"
Angga melihat ekspresi wajah karyawan tersebut seperti sedang memarahi Tania, Angga jadi kesal, dia pun langsung mendekati Tania.
"Kenapa kamu memarahi Tania?" tanya Angga dengan tegas pada karyawan tersebut.
__ADS_1
"Maaf pak, saya memarahi nya agar dia tau, kalau dia salah, telah membiar kan Bapak membawa keranjang itu" jawab karyawan tersebut.
"Aku yang membawa keranjang itu, bukan dia yang membiarkan aku membawa nya, kenapa kamu harus memarahi nya"
"Maaf pak, saya minta maaf"
Kejadian itu membuat karyawan yang ada di dalam gudang melihat ke arah Angga yang sedang memarahi karyawan itu.
"Jika kamu berani memarahi Tania lagi, kamu akan saya pecat" ucap Angga.
"Maaf pak, sekali lagi saya minta maaf"
Tania menjadi tidak enak di belain Angga seperti itu di depan karyawan lain.
"Angga, sudah" ucap Tania pelan dan memegang tangan Angga. Tentu saja hal itu sontak membuat karyawan lain memperhatikan tangan Tania, dan karena Tania baru menyadari nya, Tania langsung melepas kan pegangan tangan nya.
"Ayo kita keluar ni" ucap Angga menarik tangan Tania dan mereka keluar dari gudang stok tersebut. Angga menarik tangan Tania berjalan menuju lift, dan membuat semua karyawan yang melihat nya memperhatikan mereka berdua.
"Angga, kita mau ke mana?" tanya Tania heran, dan mereka berdua masuk ke dalam lift.
"Kamu ikut ke ruangan ku" ucap Angga, yang masih memegang tangan Tania di dalam lift.
"Ada apa ngga? kenapa aku ke ruangan mu?" tanya Tania heran.
"Ikut aja nia, jangan banyak tanya" jawab Angga, Angga masih merasa kesal pada karyawan yang sudah memarahi Tania. Tania langsung terdiam mendengar jawab Angga dan melihat wajah Angga yang marah.
Setibanya di ruangan Angga, Angga membawa Tania masuk ke dalam ruangan nya.
"Angga, tunggu" ucap Tania menarik tangan nya dari genggaman Angga, dan terlepas dari genggaman nya.
"Kamu kenapa ngga? kenapa menarik tangan ku seperti itu" ucap Tania.
"Tania, mulai hari ini, kamu akan bekerja di dalam ruangan ku" ucapan Angga membuat Tania terkejut.
"Kenapa ngga, aku tidak bisa naik jabatan seperti ini, apa yang karyawan lain pikir kan jika aku kerja di dalam ruangan mu"
"Kamu akan menjadi asisten ku, tidak ada yang bisa merubah nya"
"Terus, asisten lama mu itu bagaimana? "
__ADS_1
"Dia akan ku pindah kan ke posisi lain nya"