Cinta yang begitu dalam

Cinta yang begitu dalam
Bab 25


__ADS_3

"Siapa ya yang menarok minuman dan coklat ini di atas meja aku, biar lah di sini dulu, aku tidak mau memakan nya, jika sudah tau orang nya siapa, baru lah aku mengambil nya, itu pun kalau niat nya baik" ucap di dalam hati Tania.


Jam istirahat di kantor


"Tania, kamu sudah makan coklat nya yang aku kasih?" tanya Danu pada Tania yang sedang ingin pergi ke kantin.


"Coklat, kamu ada kasih aku coklat?"


"Ia, coklat yang di atas meja kamu"


"Jadi coklat itu dari kamu, aku tidak mengambil nya, masih ada ni di atas meja" ucap Tania.


"Kenapa tidak kamu ambil, kamu tidak suka ya nia?"


"Bukan gitu, soal nya aku gak tau siapa yang ngambil, aku pikir orang yang tidak di kenal, ya aku berhati-hati lah"


"Ia tu dan, bahkan Tania tidak menyentuh nya sama sekali, kamu sih, ngasih coklat sama minuman tapi tidak memberitahunya pada Tania" ucap Mega.


"Tadi aku mau ngasih tau, cuma aku belum lihat kamu datang, terus tadi aku ada kerjaan di gudang penyimpanan barang" jawab Danu.


"Ya sudah lah, ayo kita ke kantin nia, aku sudah lapar ni" ucap Mega.


"Ia, Danu aku ke kantin dulu ya"


"Coklat nya di makan ya nia" ucap Danu.


"Ia, nanti aku makan, oo ia aku bawa minum nya aja, soal ini minuman kesukaan aku, hehe, terimakasih ya Danu" ucap Tania mengambil botol minuman yang di berikan oleh Danu.


"Sama-sama" jawab Danu tersenyum.


Tania dan Mega pun pergi ke kantin.


"Danu baik banget sama kamu nia, dia itu suka sama kamu nia, kok kamu gak ngerti juga sih" ucap Mega pada Tania yang sedang berjalan menuju kantin.


"Mega, kamu jangan terlalu banyak berpikir deh, tidak mungkin Danu suka sama aku, dia itu baik, karena kan emang sifat nya baik, aku lihat dia juga baik sama karyawan lain" jawb Tania.


"Tapi, cuma kamu yang pernah dia belikan coklat dan minuman, apa lagi itu minuman kesukaan kamu, kan aku sudah pernah bilang, kalau Danu bertanya pada ku, minuman kesukaan kamu"


"Benar kah, aku melupakan itu, tapi apa ia dia suka sama aku"

__ADS_1


"Ya ia lah nia, mana ada cowok yang perhatian begitu kalau dia tidak suka sama kamu"


"Ada kok"


"Siapa?"


"Angga"jawab Tania, Tania tidak sengaja menjawab seperti itu.


"Haa, pak Angga, emang nya pak Angga baik banget ya sama kamu?" jiwa kepo Mega mulai keluar.


"Hahaha, gak kok, aku hanya bercanda, sudah lah, jangan di bahas lagi, mending kita makan" ucap Tania.


"Ia, aku juga sudah laper banget ni"


"Untung lah, Mega tidak bertanya lagi, jika dia tau, aku sangat dekat dengan Angga, habis lah aku, mulut nya itu tidak bisa di jaga, bisa-bisa satu kantor akan tau" ucap di dalam hati Tania.


"Tania, ayo kita ke kursi sana, di sana seperti nya enak, bisa lihat pemandangan di luar kantin" ucap Mega, menunjuk kursi yang berada di dekat jendela.


"Ia ga" jawab Tania.


Mereka pun pergi ke kursi tersebut setelah memesan makanan dan minuman. Di luar jendela pemandangan yang sangat nyaman, karena di luar beberapa pohon tumbuh, dan rerumputan pendek yang selalu di potong ketika sudah panjang.


"Aku buka jendela nya aja ga, enak rasanya angin masuk ke dalam" ucap Tania.


"Nia nia, coba lihat" ucap Mega.


"Ada apa ga, aku lagi makan"


"Itu pak Angga, kenapa dia ke sini bersama pak Dandi"


"Haa, ia, mungkin dia mau makan" jawab Tania melihat ke arah Angga, tapi Angga berjalan menuju tempat duduk Tania dan Mega.


"Pak Angga ke sini nia, apa dia mau duduk di sini" ucap Mega panik.


"Kamu jangan panik ga, bersikap biasa saja" ucap Tania.


"Ia ia".


"Tania, tadi aku mencari mu, ternyata kamu di sini" ucap Angga dan duduk di depan Tania yang sedang duduk makan.

__ADS_1


"Kenapa mencari ku?" tanya Tania.


"Aku mau ajak kamu makan, tapi kamu sudah makan di sini"


"Ya sudah, makan di sini aja pak" ucap Mega.


"Baik lah, aku makan di sini aja, boleh aku bergabung sama kalian?"


"Boleh dong pak, kenapa tidak boleh" jawab Mega.


Tania hanya tersenyum tidak enak, karena mata karyawan lain mulai memperhatikan mereka. Dandi yang datang bersama Angga juga duduk bersama mereka.


Angga dan Dandi memesan makanan dan minuman, lalu mereka pun makan bersama.


Mereka bahkan tertawa bersama, dalam sekejap, rasa tidak enak di hati Tania karena padangan karyawan pada nya menghilang, dia menikmati rasa bahagia tertawa bersama Angga dan Dandi.


"Ternyata pak Angga orang nya lucu juga ya, aku pikir dia orang nya garing" ucap Mega saat sedang berjalan bersama Tania menuju ruangan kerja, saat itu Angga dan Dandi sudah pergi ke ruangan lebih dahulu.


"Dia memang seperti itu, jika kita mengenal dekat dengan nya, aku yakin, bakaln betah, soal nya dia sangat lucu, hanya saja sekarang dia lebih menjaga image nya" ucap Tania.


"Itu wajar sih menurut ku, soal nya dia kan CEO di perusahaan ini, dia yang akan mewarisi perusahaan orang tua nya, jadi pasti nya, dia lebih mementingkan image diri nya"


"Ia sih ga"


Tania berkerja seperti biasa nya, karena jam istirahat sudah habis, coklat yang di berikan oleh Danu, sudah Tania makan, ketika dia sedang berkerja. Di dalam ruangan, Tania mendengar desas desus bahwa diri nya adalah pacar Angga, dan ada juga yang mengatakan bahwa Tania adalah selingkuhan Angga, namun Tania tidak terlalu memperduli kan nya, bagi nya sekarang dia harus fokus berkerja agar bisa mengirimi orang tua nya uang, dan bisa membiayai sekolah Adik nya. Saat Tania ingin pulang kerja, Danu menghampiri nya.


"Tania, kamu malam ini ada acara gak?" tanya Danu.


"Gak ada sih, kenapa?"


"Boleh gak aku ajak kamu keluar malam ini?"


"Keluar, kemana?"


"Kita makan di luar aja, itu kalau kamu mau nia"


"Pergi aja lah nia, kamu kan tidak pernah berkencan juga" ucap Mega yang mendengar Danu mengajak Tania keluar.


"Siapa bilang aku tidak pernah berkencan, kemarin aku berkencan dengan Angga, tapi itu bagi ku berkencan, gak tau bagi diri nya" ucap di dalam hati Tania.

__ADS_1


"Tania, kok bengong, jawab dong nia"


"Baik lah, baik lah, aku kirim alamat rumah ku nanti ya" ucap Tania.


__ADS_2