Cinta yang begitu dalam

Cinta yang begitu dalam
Bab 17


__ADS_3

"Tidak masalah, ini sudah cukup mewah bagi ku" ucap Tania dengan tersenyum. Tania dan Angga pun keluar daru mobil, tetapi Angga tidak mengizinkan Tania berjalan sendiri, karena kaki nya yang masih terluka.


"Biar aku bantu kamu jalan" ucap Angga yang langsung membantu Tania keluar dari mobil.


"Terimakasih ngga" Tania berpegang ke lengan Angga, dan Angga membantu Tania berjalan ke dalam rumah makan tersebut. Mereka pun memesan makanan yang ada di sana, dan duduk di kursi yang sudah di siapkan sambil menunggu makanan datang.


"Ternyata Angga tidak sombong, dia masih mau makan di tempat seperti ini, aku kira setelah dia kaya seperti sekarang, dia tidak akan mau makan di tempat kecil seperti ini, bahkan dia sendiri yang mengajak ku ke tempat ini" ucap di dalam hati Tania, sambil menatap wajah Angga yang sedang duduk di depan nya.


"Tania, kamu kenapa senyum-senyum sendiri?" tanya Angga yang melihat Tania tersenyum.


"Eemm itu, ternyata kamu mau makan di rumah makan yang kecil ini, aku kira kamu tidak akan mau makan di di tempat yang sekecil ini"


"Tania, jadi kamu berpikir aku seorang CEO di kantor mu tidak akan mau makan di tempat seperti ini"


"Hehehe, ia, aku kira kamu seperti itu"


"Aku bukan lah orang yang seperti itu nia, bagaimana pun sebelum perusahaan Ayah ku berkembang, aku juga sudah sering makan di tempat seperti ini, bahkan menurut ku makanannya lebih enak dari pada di restoran"


"Tapi, waktu pertama kamu ajak aku makan di luar, kamu ajak aku di restoran, mana mahal banget lagi"


"Oohh itu, itu aku berpikir ingin memberikan mu kesan yang baik pertama kita bertemu, makanya aku ajak kamu makan di restoran"


"Begitu ya, aku merasa lebih senang jika makan di tempat yang kecil ngga, dari pada makan di restoran mewah, makan di sana itu sudah mahal, makanan nya juga sedikit, hehehe"


"Hahaha, kamu emang seorang pemakan ya nia"


"Hahahaha"


"Makanan kita datang" ucap Tania

__ADS_1


"Ia"


"Aku sudah lapar sekali"


Setelah makanan yang mereka pesan di letakkan di atas meja, Tania pun langsung segera memakannya.


"Makanannya sangat enak, aku baru ini makan di rumah makan yang makanannya sangat enak"


"Aku yakin kamu pasti suka, di sini adalah tempat favorit aku, jika aku lewat di tempat ini, aku pasti akan singgah makan di sini, karena makanannya sangat enak"


"Ia, makanannya seperti restoran bintang lima, hehe"


Angga bahagia melihat Tania yang ceria, terlihat di wajah Angga yang begitu tersenyum senang.


"Angga, kenapa kamu diam, kamu tidak makan?" tanya Tania, karena melihat Angga hanya memperhatikan dirinya dan tidak makan


"Ia, aku makan" jawab Angga, dan langsung memakan makanan yang di atas meja.


"Tidak ngga, kamu makan aja"


"Tidak apa, kamu coba aja nia" Angga memberikan sedikit ikan milik nya dan meletakan ke dalam piring Tania.


"Kamu tidak perlau terlalu begitu Angga"


"Jangan tidak enak begitu nia, kan kita teman"


"Ia" jawab Tania dengan tersenyum, tetapi senyuman di wajah Tania sedikit berbeda.


"Kamu menganggap aku teman ngga, jadi selama ini kamu baik dengan ku hanya karena aku teman mu, hahaha ia, aku yang terlalu naif, aku merasa Angga menganggap ku lebih dari teman nya, atau karena aku yang terlalu berharap terhadap nya, aku yang sudah merasa kami bukan sekedar teman, sudah lah nia, kamu jangan berharap lebih dari Angga" ucap di dalam hati Tania, dan hanya memandang makanan yang di atas meja.

__ADS_1


"Tania, kemapa kamu tidak melanjutkan makan, apa kamu sudah kenyang, atau kamu tidak ingin makan ikan nya?" tanya Angga.


"Tidak, ini aku makan ikan nya" jawab Tania dan langsung memakan ikan yang di beri Angga.


Selesai mereka makan dan memabayar nya, mereka pun kembali ke dalam mobil.


"Sekarang kita mau kemana?" tanya Tania pada Angga.


"Masih ada waktu untuk jalan-jalan, apa kamu masih mau jalan-jalan?"


"Mau, tapi sekarang kondisi kaki ku belum bisa untuk jalan-jalan, nanti aku kan merepotkan mu" jawab Tania.


"Kamu tidak merepotkan aku nia, kamu boleh bilang aja ke aku kamu mau ke mana"


"Aku masih ingin jalan-jalan bersama Angga, tapi aku masih tepikirkan soal ucapan Angga tadi, bahwa kami hanya teman, aku sadar, aku bukan lah setara dengan nya, kalau gitu, sebaik nya aku menghabiskan waktu dengan nya saja, soal dia cuma nganggap aku teman biar kan saja, toh kami emang berteman dari dulu, yang penting aku bisa dekat dengan nya, itu sudah cukup bagi ku"ucap di dalam hati Tania.


"Tania, kok kamu bengong, ayok kita mau kemana sekarang"


"Aku mau kita jalan-jalan saja, kemana aja yang penting bisa senang" jawab Tania dan tersenyum.


"Baik lah"


Angga menghidupkan mesin mobil nya, lalu dia pun mengenderai mobil nya, membawa Tania menikmati pemandangan di jalanan.


"Apa kamu suka pemandangan di sini?" tanya Angga.


"Ia, aku suka, perjalanan di sini sangat sejuk, sama seperti sore kemarin, waktu kita ke tepian sungai, perjalanan nya juga sangat sejuk" jawab Tania, saat itu kaca mobil di buka, agar Tania bisa menikmati pemandangannya.


"Bagus lah kalau kamu suka"

__ADS_1


Mobil Angga terus berjalan, Tania tidak bertanya kemana Angga membawa nya, dia hanya ingin bersenang-senang di hari itu bersama Angga.


"Aku hanya ingin dekat dengan mu Angga, aku melakukan kesalahan dulu karena menjauhi mu, sekarang aku tidak ingin menjauhi mu, berada dekat dengan mu aku sudah merasa senang, aku tau mungkin kamu tidak pernah punya perasaan terhadap ku, aku juga tau, mungkin kamu hanya menganggap ku teman selama ini, walau pun seperti itu, aku akan menerima nya, rasanya aku ingin memberhenti kan waktu sekarang, duduk berada di samping mu sekarang, dan tertawa bersama, itu seperti mimpi, aku kira, aku tidak akan pernah melihat mu, aku kira kamu akan melupakan ku, tapi sekarang kamu ada di samping ku, walau hanya sekarang kita sebagai teman, rasa suka ku terhadap mu tidak berubah, aku masih mencintai mu, aku ingin kamu tau perasaan ku, tapi aku takut untuk mengakui nya, aku takut jika aku mengakui nya, kamu akan pergi meninggal kan ku, karena kamu tidak nyaman terhadap perasaan yang aku miliki, sudah lah, biar lah perasaan ku tidak pernah kamu tau, yang penting aku bisa dekat dengan mu" ucap di dalam hati Tania sambil menatap Anggara yang sedang fokus mengemudikan mobil nya.


__ADS_2