Cinta yang begitu dalam

Cinta yang begitu dalam
Bab 39


__ADS_3

"Apa sih sa, siapa yang lagi kasmaran" ucap Tania.


"Ya kamu lah, siapa lagi coba, yang selalu di perhatiin sama pacar nya" ucap Meisa mengejek Tania.


"Sudah lah, jangan ngejek aku terus, kamu tuh, kapan punya pacar nya" ucap Tania sambil ingin duduk di samping Meisa.


"Belum ada yang pas aja, tunggu aja nanti, kalau aku sudah punya pacar"


"Ada ni teman nya Angga, mau nggak aku jomblangin kamu sama dia" ucap Tania tersenyum.


"Teman Angga? ganteng nggak?"


"Kamu jangan terlalu pilih-pilih pacar, dia atasan aku juga di kantor, orang nya baik, terus tampan juga, dia lagi jomblo tuh, kalau kamu mau, besok aku bilang sama Angga"


"Emm, tapi nanti dia lagi yang nggak mau sama aku nia"


"Coba aja dulu, mana tau cocok, dan sama-sama suka, dari pada kamu ngejek aku terus, hehehe"


"Terserah kamu deh, aku ikut aja" jawab Meisa.


"Baik, besok aku bilang sama Angga ya, kalau kamu mau di jomblangin sama pak Dandi"


"Nama nya Dandi?"


"Ia, nama nya Dandi sa, kamu bakalan suka deh sama dia, kalau kamu sudah ketemu dia, kamu tenang aja, aku yang akan mengatur waktu untuk kamu bertemu dengan dia"


"Ia ia, apa kata kamu aja"


Keesokan hari nya, Angga sudah menunggu Tania di depan rumah, sedangkan Tania masih berdandan untuk pergi ke kantor.


Selesai berdandan, Tania langsung keluar rumah sambil menenteng tas nya.


"Ayo kita pergi ngga" ucap Tania ketika keluar rumah sambil memasang sandal.

__ADS_1


"Ia nia, kamu yakin mau pergi kerja? apa kamu sudah merasa sehat?"tanya Angga karena khawatir akan kesehatan Tania.


"Aku sudah merasa sehat kok ngga"


"Ya udah, ayo kita pergi" Angga dan Tania berjalan menuju mobil Angga yang berada di depan lorong rumah Tania.


Angga membuka kan pintu mobil nya untuk Tania, lalu Tani pun masuk ke dalam mobil, Angga juga masuk ke dalam mobil setelah Tania masuk.


"Tania, kamu mulai hari ini kerja sebagai asisten ku ya, aku sudah ganti di kontrak kerja kamu, nanti tinggal kamu tanda tangani aja" ucap Angga saat sedang mengemudi mobil.


"Tapi ngga, aku khawatir tentang pendapat karyawan lain nya, soal tamatan ku tidak sesuai dengan jabatan ku yang kamu kasih itu"


"Tenang aja, jika ada yang berani mengatai kamu, aku akan tanggung jawab"


Tania hanya diam, tidak menjawab omongan dari Angga.


"Tania, kenapa kamu diam?"


"Gak ada apa-apa kok ngga"


"Bukan begitu ngga, aku seneng jika selalu ada di dekat kamu, tapi aku kepikiran tentang pendapat karyawan lain nanti nya"


"Tania, aku sudah bilang sama kamu, mereka jangan kamu pikir kan, sekarang aku yang berkuasa di kantor ku, aku hanya mau kamu selalu ada di dekat aku nia, aku tidak mau jika kamu di marahi lagi seperti yang aku lihat sebelum nya, aku tidak suka jika kamu di marahi orang lain"


"Baik lah ngga"


Setiba nya di kantor, Tania dan Angga keluar secara bersama dari dalam mobil yang berada di dalam parkiran mobil.


Tania dan Angga berjalan bersama masuk ke dalam kantor, para karyawan lain memperhatikan mereka berdua, dengan tatapan penuh penasaran terhadap Tania dan Angga.


Tania pun merasa risih ketika di pandangi terus oleh karyawan di sana.


"Ngga, kamu nggak merasa risih gitu, coba lihat, orang-orang di sini mandangi kita terus dari tadi, pasti mereka bertanya-tanya tentang kita, soal nya aku keluar dari mobil kamu, dan sekarang, aku berjalan berdua dengan kamu"

__ADS_1


"Sudah lah, jangan hirau kan mereka" ucap Angga dan langsung menggenggam tangan Tania, sentak Tania kaget, dan ingin melepaskan genggaman Angga, namun Angga tetap tidak mau melepas kan nya, semua orang yang melihat mereka melihat juga Tania dan Angga pegangan tangan sambil berjalan menuju lift.


"Tania" panggil Mega dari dalam kantor nya, karena dia melihat Tania sedang berjalan bersama Angga melewati ruangan nya, Tania pun langsung berhentikan langkah kaki nya, mendengar Mega memanggil.


"Kamua mau ke mana?" Mega menghampiri Tania dan Angga.


"Ke ruang kerja" di jawab langsung oleh Angga.


"Pak Angga, maaf pak, saya nanya Tania pak" ucap Mega tersenyum malu.


"Ia, Tania ingin pergi ke ruang kerja nya" jawab Angga.


"Haa ke ruang kerja, Tania, bukan nya ruang kerja kamu di sini" ucap Mega terkejut mendengar jawaban Angga.


"Nanti aku jelasin ya ga, sekarang aku pergi dulu" Tania dan Angga langsung pergi meninggal kan Mega yang sedang berdiri di depan pintu ruang kerja nya, dengan wajah heran Mega melihat Tania dan Angga.


Tania dan Angga masuk ke dalam lift, dan lift berjalan menuju lantai atas, tepat di lantai ruang kerja Angga. Setelah lift tiba di lantai ruang kerja Angga, mereka keluar dari dalam lift, dan berjalan, namun mereka menuju ke ruangan Angga, dan masuk ke dalam ruangan kerja Angga.


"Ini ruang kerja kamu nia" ucap Angga sambil membuka kan pintu ruang kerja nya, di dalam ruangan nya tidak seperti sebelum nya waktu Tania ke sana, ada perubahan di dalam ruang kerja Angga, ada meja dan kursi serta laptop yang berada di dekat meja kerja Angga, serta di dalam sana tertata bunga-bunga yang cantik di sudut-sudut ruangan, meja dan sofa yang baru di dalam ruangan itu.


"Ruang kerja aku ngga, bukan nya ini ruangan kerja kamu, dan ini terlihat tidak seperti sebelum nya"


"Kamu akan kerja di dekat aku mulai sekarang nia, itu meja kerja kamu"


"Angga, kamu yang bener aja, aku kerja di satu ruangan dengan kamu?"


"Ia nia, kenapa? kamu tidak suka ya nia?"


"Bagaimana nanti jika ada klien kamu datang, dan aku belum bisa kerja seperti posisi yang kamu berikan itu, kamu kan tau ngga, aku tidak tau sama sekali kerja sebagai asisten di kantor ini, pengalaman kerja aku tidak banyak"


"Kamu tenang aja, nanti ada asisten lama aku yang akan mengajari kamu cara kerja nya, lama-lama kamu bakalan ngerti kok cara kerja nya nia, aku sengaja bikin ruang kerja kamu di satu ruangan dengan aku, agar aku bisa bertemu dengan kamu terus"


"Apa kata orang tua kamu nanti ngga, jika mereka tau, seorang asisten malah satu ruangan dengan atasan nya"

__ADS_1


"Aku akan jelasin sama mereka, mereka akan paham kok"


__ADS_2