
"Waaahh pantai nya sangat indah, ini adalah pantai yang sering aku lihat di sosmed, aku ingin sekali pergi ke sini, terimakasih ngga kamu sudah ngajak aku ke sini" ucap Tania tersenyum
"Ia nia, aku senang kamu menyukainya"
Di pantai itu terlihat sangat indah, di sana tidak banyak orang berkunjung, karena pantai itu di larang banyak orang bermain di sana, karena cuaca yang cerah tapi tidak terlalu panas, membuat Tania sangat menikmatinya, angin yang berhembus kencang, terlihat di tengah lautan bergelombang karena di tiup angin, pohon-pohon di tepi pantai bergoyang. Tania berlarian di tepian air di pantai, Angga yang melihat itu tersenyum bahagia.
"Angga ayok ke sini" panggil Tania yang sedang bermain air.
"Ia" Angga berjalan menghampiri Tania.
Ketika Angga sampai di dekat nya, Tania memercikan air ke wajah Angga, sambil tertawa. Angga pun membalas nya ke wajah Tania, Tania tidak terima, dia kembali membalas nya dengan air yang cukup banyak hingga tubuh Angga sedikit basah, Angga langsung terdiam, melihat itu Tania merasa bersalah, tetapi Angga langsung membalas nya hingga tubuh Tania juga ikutan basah dan Angga tertawa.
"Hahaha, gimana nia, kamu duluan yang jahil" ucap Angga
"Angga, awas kamu ya" Tania langsung menyiram Angga dengan air yang lebih banyak, ketika Angga ingin membalas Tania langsung berlari.
"Taniaaa, jangan lari kamu, aku akan membalas nya" teriak Angga melihat Tania melarikan diri.
Tania hanya tertawa sambil berlari, dan tiba-tiba kaki nya terpijak sesuatu.
"Aduuh! sakiiitt"ucap Tania langsung terduduk di pasir pantai
" Tania, kamu kenapa"melihat Tania kesakitan Angga mempercepat larinya
"Kaki ku terpijak pecahan kaca"
"Biar aku lihat" Angga melihat telapak kaki Tania.
"Kaki mu berdarah nia, kaca nya aku cabut ya, kamu tahan sebentar" ucap Angga
"Ia ngga" Tania mulai menarik nafas untuk menahan sakit, Angga dengan cepat langsung menarik kaca tersebut agar sakit nya tidak terlalu terasa oleh Tania.
"Aduuhh, sakit ngga" mata Tania berair karena menahan sakit nya
"Aku gendong kamu ya, kita duduk di bawah pohon itu dulu" ucap Angga.
"Ia"
Tania di gendong Angga menuju pohon kelapa. Setelah tiba di bawah pohon kelapa, Angga meletakan Tania dengan perlahan, karena kaki Tania masih berdarah.
__ADS_1
"Di sini tidak ada penjaga pantai, jadi agak susah kita mencari obat" kata Angga
"Lalu bagaiman ngga, kita pulang saja sekarang"
"Tapi kaki mu masih berdarah nia" Angga langsung merobek baju nya sendiri agar bisa membalut luka Tania.
"Angga, kamu merobek baju mu, bagaiman kamu bisa pergi dengan pakaian seperti itu"
"Tenang saja, di mobil aku masih ada pakaian, jadi nanti aku bisa ganti baju, sekarang kita balut dulu luka nya agar darah nya tidak mengalir terus".
Ketika Angga memebalut luka, Tania terpesona dengan kabaikannya, apa lagi saat itu rambut Angga basah, dan air terus menetes di wajah nya, membuat ketampanan Angga semakin mempesona.
" Angga, kamu terlalu baik, kamu juga sangat tampan, waahh hati ku ini tidak bisa di kontrol rasany, jantung ku berdegup kecang, rasa ingin mati sekarang"ucap di dalam hati Tania.
"Sudah selesai, sekarang kita bisa ke mobil"
"Terimakasih ngga"
Tania berusaha berdiri sendiri, dengan tangan kiri memegang batang kelapa dan tangan kanan di pegang oleh Angga.
"Apa kamu bisa berjalan nia, atau aku gendong aja" ucap Angga yang khawatir melihat Tania ketika berusaha berdiri
"Bisa, ni aku bisa berdiri" jawab Tania
Tania pun di pegang oleh Angga, dan perlahan berjalan di atas pasir, karena di pasir ada batuan kecil, dan kakinya terinjak bebatuan kecil itu, hingga membuat kaki Tania tidak bisa menahan sakit nya dan lemah. Tania hampir terjatuh, dan langsung di tahan oleh Anggara.
"Jangan di paksa nia, aku gendong aja ya" Angga langsung menggendong Tania, kedua kaki Tania di angkat oleh angga serta badannya, dan wajah Tania menghadap ke wajah Angga, itu membuat pipi Tania memerah karna gugup.
"Tania, kenapa pipi mu memerah"tanya Angga ketika melihat wajah Tania yang memerah
" Haa, tidak, tidak kenapa-napa"Tania langsung memalingkan wajah nya karena malu.
Angga pun berjalan menuju ke mobil nya sambil menggendong Tania. Sesampainya di mobil, Angga meletakan Tania ke dalam mobil, dan Angga mengambil baju yang ada di kursi belakang, dan dia berjalan lagi menuju kursi yang ada di samping Tania, tepat nya di kursi pengemudi.
"Angga, kamu mau ganti baju di sini? " tanya Tania melihat Angga yang membawa baju nya dan duduk di kursi yang ada di samping nya.
"Ia, tak mungkin kan aku ganti baju nya di luar mobil, bagaiman jika ada yang lihat" jawab Angga dan menatap mata Tania sambil tersenyum.
Ketika itu Tania terdiam, dan Angga mulai membuka baju nya. Mata Tania tak sengajak melihat ke pinggang Angga yang mulai terlihat, mata nya yang terbuka lebar, semakin menatap tubuh Angga yang mulai terlihat.
__ADS_1
"Apakah kamu ingin melihat ku membuka baju nia" ucap Angga tersenyum
"Aahh, tidak!" jawab Tania terkejut dan langsung menutup mata nya menggunakan kedua telapak tangan.
"Sudah selesai, sekarang kamu sudah bisa membuka mata mu" ucap Angga.
Tania membuka matanya, dan melihat Angga tersenyum.
"Kenapa kamu tersenyum"
"Tak ada apa-apa, sebaik nya kamu ganti pakaian mu dulu, baju mu basah sekarang, nanti masuk angin"
"Tapi aku tidak membawa baju"
"Pakai baju ku aja" Angga memberika nya pada Tania baju kaos belengan panjang, karena Tania menggunakan hijab, tidak mngkin memakai baju lengan pendek, dan untung nya Angga membawa baju lengan panjang.
"Tapi dimana aku ganti pakaian, di sini tidak ada toilet"
"Kamu bisa ganti baju mu di sini"
"Haa! ganti baju di sini"
"Aku akan keluar, tenang aja, aku tidak akn mengintip"
"Baik lah".
Angga keluar dari mobil nya, dan Tania segera membuka bajunya dan langsung mengganti dengan baju yang Angga kasih, dia juga memperbaik hijab nya.
" Aku sudah mengganti baju"ucap Tania.
Anggara pun langsung masuk kembali ke dalam mobil.
"Apa sekarang kita langsung pulang? " tanya Tania
"Kamu mau kemana, aku akan mengantarkan mu kemana pun kamu mau" jawab Angga
"Sekarang sudah siang, apa sebaik nya kita makan dulu" jawab Tania tersenyum
"Baik lah, sekarang kita pergi makan, setelah itu baru kita pergi jalan lagi"
__ADS_1
Tania dan Angga pergi dari pantai, dan mencari tempat makan.
"Kita makan di sini aja" ucap Angga memberhentikan mobil di depan sebuah rumah makan kecil, itu tidak terlalu mewah, dan di sana banyak orang.