Cinta yang begitu dalam

Cinta yang begitu dalam
Bab 29


__ADS_3

"Danu, aku dengan nya cuma jalan biasa, ya makan malam biasa lah, tidak ada arti lain, lagi pun, aku tidak ada perasaan apapun dengan nya" jawab Tania.


"Benar kah, kalau gitu, apa kamu menerima cinta ku nia?" tanya Angga dengan penuh harapan.


"Kamu yakin dengan perasaan mu itu?" tanya Tanua untuk memastikan perasaan Angga pada nya.


"Ia, aku sangat yakin, karena aku punya perasaan dengan mu dari sekolah dulu, tapi saat kamu menjauh dari ku, dan kamu cuek, aku tidak berani untuk mendekati mu lagi" kata Angga.


"Tapi sekarang status kita jauh berbeda ngga, aku tidak bisa untuk menjadi pacar kamu, bagaimana jika nanti orang tua kamu akan menentang hubungan kita" ucap Tania dengan wajah murung.


"Tania, kamu tatap mata aku, kamu dengar kan baik-baik, di mata aku, kamu dan aku sama, tidak ada yang berbeda apa lagi masalah status sosial, aku juga tidak mengharap kan uang dari orang tua ku, aku juga punya kantor ku sendiri, yang sudah aku bangun beberapa tahun ini, orang tua ku juga sudah mengetahui nya, jadi, aku tidak terlalu terikat dengan orang tua ku, jika orang tua ku menentang hubungan kita, dan ingin mencabut kepemimpinan ku di perusahaan Papa ku, aku tidak takut, karena perusahaan ku sendiri juga ada, dan itu tanpa campur tangan orang tua ku, kamu tenang aja, aku bisa menjaga mu, dan menjadi suami mu nanti"ucap Angga meyakin kan ke Tania, bahwa diri nya sangat mencintai nya.


"Bukan kah, terlalu dini membahas soal suami, hehehe"


"Baik lah, kalau gitu, apa kamu menerima perasaan ku, dan mau jadi pacar ku?" tanya Angga sambil menatap mata Tania.


"Ia aku mau" jawab Tania tanpa ragu.


"Terimakasih nia" Angga sangat senang, dan langsung memeluk Tania, membuat Tania tersenyum senang.


"Tapi ngga, kalau kamu suka sama ku dari dulu, kenapa dulu kamu malah pacaran dengan yang lain, saat kita bersahabatan"

__ADS_1


"Pacaran dengan yang lain? aku tidak pernah berpacaran dengan yang lain saat dekat dengan mu nia"


"Bohong, aku lihat dengan mata kepala ku sendiri, kamu memeluk wanita lain di taman yang pernah kita janjian ingin bertemu, bahkan di sekolah kamu terkenal playboy"


"Tunggu dulu, di taman?"


"Ia, di taman, yang pernah aku ajak kamu ketemuan di sana"


"Tapi, waktu itu kamu tidak ada datang nia, aku menunggu mu di sana"


"Aku datang kok waktu itu"


"Terus, kenapa kamu tudak nyamperin aku, aku duduk di kursi taman, menunggu mu di sana"


"Aku berpelukan dengan wanita, ooohh, itu, itu teman sekelas aku nia, bukan pacar aku"


"Kalau bukan pacar, kenapa kamu berpelukan dengan nya"


"Ni ya nia, ku jelasin sama kamu, waktu itu, dia datang membawa bunga, kata nya bunga itu untuk aku, dia bilang dia ingin menjadi pacar aku, tapi karena di hati aku cuma ada kamu, aku bilang sama dia, kalau aku tidak bisa menerima nya, tapi dia ngotot untuk menjadi pacar aku, lalu, aku bilang ke dia, kalau di hati aku sudah ada kamu, tidak ada yang lain, baru dia melemah, dia tidak akan ganggu aku lagi kalau aku mau memeluk dia, jadi aku terpaksa meluk dia agar dia tidak ganggu aku lagi"


"Apa benar seperti itu ngga, aku pikir, itu pacar kamu ngga, soal nya, banyak yang bilang kalau kamu kan playboy, apa lagi di sekolahan kamu terkenal playboy ngga"

__ADS_1


"Ia emang nia, tapi semenjak aku kenal kamu, aku tidak pernah lagi dekat dengan cewek lain, apa. lagi berpacaran"


"Tapi sampai saat ini, kamu masih terkenal dengan playboy, di kantor banyak yang ngomongin soal kamu, kalau kamu itu playboy"


"Itu karena aku kecewa, aku tidak bisa mendekati mu, asal kamu tau nia, waktu di taman itu, aku nunggu kamu seharian, aku ingin bilang sama kamu kalau aku suka sama kamu nia, tapi semenjak itu, kamau malah ngejauhi aku, bahkan aku mendekati mu kamu menjauh, jadi aku tidak berani untuk mengungkap isi hati ku, dan aku kehilangan kontak kamu, selama ini aku mencari informasi tentang mu, namun tidak ada yang tau nomor handphone kamu nia, karena pikiran aku kacau, tidak bisa mendapatkan mu, aku melampiaskan ke wanita lain, dengan berfoya-foya pada wanita lain"


"Jadi kamu melampiaskan ke wanita lain ngga? jadi kamu sudah sering dong dengan wanita lain" ucap Tania cemberut.


"Sering apa ni nia? aku tidak paham maksud kamu"


"Ya kayak yang nginap-nginap di hotel gitu"


"Ya ampun nia, aku sama sekali tidak pernah seperti itu, walau sebelum nya aku sering jalan sama wanita, tapi aku sama sekali tidak pernah menyentuh wanita lain, aku hanya ingin menghilangkan suntuk aja, asal kamu tau nia, di hati ku itu cuma ada kamu, saat aku ketemu kamu di kantor, aku sangat bahagia, karena aku bisa bertemu dengan mu lagi, aku pikir, aku tidak akan bisa bertemu dengan mu lagi nia"


"Benar kah seperti itu? aku pikir, aku hanya cinta bertepuk sebalah tangan"


"Jadi kamu juga suka dengan ku?"


"Ia, aku suka sama kamu dari semenjak kita dekat, waktu di taman aku ingin mengungkap kan sisi hati mu, tapi karena lihat kamu berpelukan dengan wanita lain, aku tidak jadi menemui mu, aku memutuskan untuk pulang, dan tidak akan dekat dengan mu lagi, aku juga selama ini masih memikir kan soal mu, namun aku berusaha untuk. melupakan mu ngga, malah kita bertemu lagi di sini, rasa yang pernah ada timbul kembali, aku mula nya ragu, apa aku masih suka sama kamu, tapi saat kita dekat kembali, dan kita sering keluar bersama, aku menjadi yakin, bahwa aku masih memiliki rasa suka dengan mu, setiap dekat dengan mu, aku merasa nyaman, dan aku selalu merasa bahagia ketika ada di dekat mu ngga"


"Kalau gitu, sekarang kita sudan resmi berpacaran kan?" tanya Angga memastikan nya.

__ADS_1


"Ia, kita resmi berpacaran" jawab Tania sengan senyuman yang sangat bahagia.


Angga tersenyum bahagia sambil melihat wajah Tanaia dan menatap mata Tania, terlihat jelas, di mata Angga ada rasa cinta yang sangat tulus pada Tania. Begitu pun juga Tania, tatapan mata Tania ke Angga, terpancar rasa cinta yang selama ini dia pendam, akhir nya, mereka saling mengetahui perasaan masing-masing, dan Tania tentunya merasa bahagia telah menjadi pacar Angga.


__ADS_2