Cinta yang begitu dalam

Cinta yang begitu dalam
Bab 31


__ADS_3

Tania tidur, karena dia merasa sedikit capek jalan-jalan bersama Angga tadi.


Matahari sudah mulai tenggelam, Tania masih belum bangun dari tidur nya, terlihat tidur Tania sangat lah nyenyak.


Saat adzan magrib berkumandang, Tania sentak terbangun dari tidur nya.


"Astagfirullah, sudah magrib, aku nyenyak banget tidur nya tadi, sampai tidak menyadari kalau sudah magrib, aku harus segera mandi" ucap Tania langsung beranjak dari tempat tidur nya dan mengambil handuk, lalu dia pergi ke kamar mandi. Saat di kamar mandi, pintu kamar mandi tertutup.


"Meisa, kamu di dalam ya"teriak Tania dari depan pintu kamar mandi.


"Ia"jawab Meisa dari dalam kamar mandi.


"Buruan sa, aku mau mandi ni"


"Tunggu sebentar, aku masih mandi"


Tania menunggu Meisa mandi, setelah Meisa selesai mandi, Tania langsung masuk ke dalam kamar mandi, dia pun mandi.


Selesai mandi, Tania pergi ke kamar nya, dan memakai pakaian tidur, lalu menggunakan mukena, karena dia hendak sholat magrib.


Selesai sudah Tania sholat magrib, Tania duduk di kursi depan televisi bersama Meisa.


"Kamu ada masak lauk apa sa?" tanya Tania pada Meisa yang sedang duduk menonton televisi.


"Kamu lihat aja di dapur" jawab Meisa.


"Nanti aja lah, aku juga belum lapar"


"Kalian kemana aja tadi?" tanya Meisa.


"Hanya jalan-jalan biasa"


"Ia, pergi nya ke mana, aku tadi lupa mau nanya, Angga nyatakan cinta sama kamu di tempat yang romantis nggak?" Meisa penasaran dengan adegan romantis saat Angga menyatakan cinta nya pada Tania.


"Biasa aja sa, tidak ada yang terlalu spesial, dia ajak aku ke pinggiran sungai tempat aku ceritain kemarin, ternyata Angga menyewa beberapa pedahang kaki lima yang menjual makanan yang aku sukai sa, terus kami membeli makanan itu, dan kami duduk di tepi sungai, dengan suasana yang adem, angin yang berhembus kencang"


"Lalu lalu, bagaimana nia?"


"Terus Angga bilang deh sama aku, kalau dia suka sama aku sejak sekolah dulu, aku juga sedikit terkejut sih mendengar nya, aku kira kan, aku hanya cinta yang bertepuk sebelah tangan selama ini"


"Jadi Angga itu suka sama kamu sejak kalian di sekolah dulu, lalu kenapa dia tidak ngungkapin cinta nya ke kamu sejak dulu aja, kenapa baru sekarang"


"Itu karena aku yang menjauhi nya sa, aku kan pernah cerita sama kamu, kalau dulu aku janjian sama Angga di taman, lalu aku melihat Angga berpelukan sama cewek lain di taman, aku kira dia itu pacar nya, nah semenjak itu aku menjauhi Angga, dan ternyata kata Angga dia bukan pacar nya"

__ADS_1


"Lalu dia siapa?"


"Dia memberikan bunga pada Angga dan menyatakan cinta pada Angga, Angga menolak nya karena dia bilang sama cewek itu, kalau dirinya sudah mempunyai wanita lain di hati nya, aku juga nggak nyangka sih, ternyata wanita yang di maksud Angga adalah aku" ucap Tania sambil tersenyum malu.


"Jadi kalian itu sebenar nya sudah saling suka sejak dulu, namun kalian tidak sempat menyatakan cinta satu sama lain nya"


"Ia begitu lah sa, tadi aku baru tau kebenaran nya, dan kami pacaran deh, tapiii" wajah Tania berubah murung.


"Tapi kenapa nia? apa ada masalah di antara kalian"


"Tidak ada masalah sih sa, hanya saja aku takut sa, dia kan orang kaya, pasti orang tua nya tidak merestui aku dengan Angga, pasti orang tua nya mencari kan wanita lain buat Angga"


"Eemm, kalau Angga benar-benar cinta sama kamu, dia pasti akan tetap memilih kamu nia, kamu jalani aja dulu, kan itu belum tentu terjadi, bisa aja kan orang tua nya Angga merestui kalian berdua"


"Tapi kalau di film-film orang tua cowok yang kaya tidak akan merestui hubungan anak nya dengan wanita miskin kayak aku"


"Ia sih nia, ya sudah lah nia, kamu jangan berpikiran seperti itu dulu, baru juga tadi jadian, kamu sudah berpikiran macam-macam"


"Ia deh sa, aku akan mencoba menjalanu hubungan ini dulu"


"Nah, itu yang bener nya, jangan berpikiran yang aneh-aneh dulu"


"Ia sa, aku mau makan dulu ah, laper ni perut" ucap Tania lalu berdiri dan menuju ke dapur.


Tania mengambil piring dan lalu mengambil nasi dan mengambil lauk yang sudah di masak Meisa.


Tokk. took. tokk


"Ada yang ngetuk pintu tu sa, tolong bukain dong" ucap Tania.


"Ia ia, ni aku mau bukain pintu nya" Meisa melangkah menuju pintu depan lalu membuka nya.


"Ada apa ya mas" ucap Meisa melihat ada Abang-abang di depan rumah nya.


"Ini ada makanan mbak, untuk mbak Tania" jawab Abang tersebut.


"Makanan, bentar ya mas"


"Makanan nya sudah du bayar kok mbak, saya hanya mengantar kan aja"


"Terimakasih mas"Meisa mengambil bungkusan makanan yang telah di berikan oleh Abang itu, lalu Meisa membawa nya ke dalam.


" Siapa sa?"

__ADS_1


"Itu tadi ada yang antar makanan, kamu ada pesan makanan ya nia?"


"Tidak ada sa"


"Lalu ini dari siapa dong, kata nya buat kamu"


"Aku tanya Angga dulu"


Tania mengambil handphone nya, lalu dia menelpon Angga.


"Ngga, ini makanan kamu yang ngirim ya?"


"Ia nia, sudah sampai ya makanan nya, di makan ya nia"


"Terimakasih ngga"


Selesai menelpon Tania kembali ke kursi di depan televisi.


"Gimana nia?"


"Ia, itu dari Angga sa"


"Waahh, pacar kamu pengertian banget ya nia, mengirimi kamu makanan" ucap Meisa tersenyum.


"Aku mau lanjutin makan nasi dulu, nasi ku belum habis tu" ucap Tania melanjutkan makan nya.


"Aku buka ya nia, aku penasaran, makanan apa yang di kirim Angga"


"Ia, buka aja sa"


Meisa membuka bungkusan tersebut, dan ternyata isi nya ayam kerispi yang Tania sukai.


"Ayam krispi pedas, ini kesukaan ku"ucap Tania.


"Mana banyak lagi yang dia belikan, lihat ada sepuluh potong isi nya nia, ada pedas ada juga yang tidak"


"Kamu taruh aja di kulkas sa, kita tidak akan temakan semua itu, kalau kamu mau, ambil aja sa"


"Aku masih kenyang banget ni nia, tadi aku sudah makan nasi, besok aja kita makan nya ya"


"Ya udah, taruh aja ke dalam kulkas ya sa"


"Ia"

__ADS_1


Meisa membawa ayam krispi itu ke dalam kulkas, agar ayam nya awet, dan bisa di makan lagi di besok hari.


"Angga perhatian banget sama kamu nia, dia mengirimi makanan kesukaan kamu" ucap Meisa yang baru saja kembali dari dapur.


__ADS_2