Cinta yang begitu dalam

Cinta yang begitu dalam
Bab 35


__ADS_3

"Bukan kamu tidak bisa bergaul nia, tapi kamu aja mungkin tidak mudah menerima orang menjadi teman kamu" ucap Dandi.


"Aku juga tidak tau pak" jawab Tania pada Dandi.


"Panggil Dandi aja kalau sedang tidak di depan karyawan lain" ucap Dandi.


"Tapi rasanya aku sedikit belum terbiasa memanggil dengan nama aja" ucap Tania.


"Lama-lama kamu juga akan terbiasa kok" ucap Angga.


Tania, Angga dan Dandi melanjut kan makan siang nya, hingga makanan habis.


"Ngga, aku akan kembali ke ruang kerja ku ya, jam istirahat juga mau habis" ucap Tania.


"Tapi besok kamu sudah harus kerja di ruangan ku ya nia" ucap Angga.


"Ia ngga" jawab Tania.


Tania pun keluar dari ruangan Angga dan berjalan menuju lift, ketika pintu lift terbuka ada Danu di dalam nya.


"Tania" ucap Danu keluar dari lift.


"Kamu dari mana? bukan kah kamu ke kantin bersama Mega"


"Eemm aku ada urusan di ruangan pak Angga nu"


"Urusan apa nia?"


"Ada deh poko nya, hehe, aku duluan ya" ucap Tania langsung masuk ke dalam lift yang pintu nya mau tertutup.


"Uuhh, hampir aja, tapi alasan aku seperti tadi mungkin akan membuat Danu curiga, soal nya, ada urusan apa juga aku ke ruangan Angga, sedangkan urusan kerja biasa nya ke pak Dandi dulu, ya sudah lah, yang penting aku lepas dari Danu" ucap Tania yang sudah berada dalam lift dan menuju lantai bawah tempat Tania bekerja.

__ADS_1


Tiba-tiba lift berhenti, dan lampu di dalam lift mati, serta terjadi sedikit goncangan di dalam lift, Tania menjadi panik tentunya, karena dia sendirian di dalam lift.


"Apa yang terjadi, kenapa lift tiba-tiba berhenti, apa lift nya rusak" ucap Tania. Tania langsung memencet tombol telepon darurat, karena hanya itu yang bisa membantu Tania saat ini.


"Halo, pak, lift nya tiba-tiba berhenti, tolong secepat nya ke sini" ucap Tania pada telepon darurat tersebut.


Tania berdiri sambil menunggu petugas datang membantu nya, dengan cahaya yang minim, Tania semakin merasa panik karena beberapa menit belum ada yang datang. Dia mencoba mengeluar kan handphone nya dan melihat di layar handphone signal nya sedikit, Tania berusaha menelepon Angga untuk meminta tolong pada nya, namun handphone nya tidak bisa menghubungi Angga karena signal yang kurang.


"Bagaimana ini, kenapa petugas belum juga datang, aku tidak bisa menghubungi Angga, signal di sini sangat kurang, aduuuhh, aku menjadi takut" ucap Tania dengan wajah yang panik, mondar mandir di dalam lift dan mencari cara agar bisa keluar dari dalam lift, tapi tiba-tiba lift bergerak sedikit seperti ingin terjatuh, Tania semakin panik, dia memegang besi yang ada di dalam lift. Tania mencoba menghubungi Angga lagi, dan akhir nya nomor Angga bisa di hubungi.


"Halo ngga" ucap Tania dengan suara panik.


"Tania, kamu kenapa?"


"Ngga, tolong aku, aku terjebak di dalam lift, seperti nya lift ini rusak" jawab Tania.


"Lift mana nia, aku akan segera ke sana" ucap Angga.


"Baik, aku akan segera ke sana"


Angga bergegas pergi ke tempat lift di mana Tania terjebak.


"Tania, tania, kamu di dalam ya" teriak Angga dari depan pintu lift, dan Tania mendengar nya, namun suara Anggara berasal dari atas lift, karena lift berhenti ketika berjalan turun.


"Ia ngga, aku ada di dalam" teriak Tania, dan suara nya terdengar oleh Angga, Angga menjadi cemas dengan keadaan Tania, lalu Angga langsung menelepon petugas yang bertugas untuk memperbaiki lift.


"Tania, kamu tunggu sebentar ya, petugas sebentar lagi datang" teriak Angga.


"Ia ngga" Tania berusaha tenang dengan situasi seperti itu.


"Angga, ada apa?" tanya Dandi yang baru saja datang.

__ADS_1


"Tania terjebal di dalam lift dan, tapi aku sudah menelepon petugas" jawab Angga, beberapa karyawan pun memperhatikan Angga yang begitu cemas di depan pintu lift.


"Tania, kamu tidak apa-apa kan?" teriak Angga lagi memastikan keadaan Tania.


"Ia ngga, aku tidak apa-apa" jawab Tania, keringat Tania bercucuran ke pipi nya dari atas kepala, karena keadaan di dalam lifr sangat panas, sebab AC mati.


"Di sini sangat panas, tidak ada udara yang masuk, aku sangat merasa kepanasan di dalam sini, apa petugaa nya belum datang juga ya, rasa nya aku tidak tahan lagi" ucap Tania yang berusaha mengipas diri nya menggunakan tangan nya.


Sudah beberapa menit, petugas baru datang, dan berusaha mempebaiki lift.


"Apa kah itu petugas nya, aku sudah tidak tahan lagi, di sini sangat panas" ucap Tania sedang duduk dengan suara yang lemah.


"Tania, apa kamu masih baik-baik aja, petugas nya sudah datang" teriak Angga lagi.


"Ia" jawab Tania, tapi terdengar suara Tania yang sudah mulai melemah.


"Aku benar-benar sudah tidak tahan lagi" ucap Tania, dan pandangan nya mulai buram, dia berusaha untuk menyadar kan diri nya, namun dia sudah tidak kuat lagi, tubuh Tania mulai melemah dan Tania langsung terbaring ke lantai lift, mata Tania langsung tertutup, dia jatuh pingsan karena hawa panas yang membuat nya tidak bertahan lebih lama.


Tak lama itu, pintu lift pun terbuka, karena posisi lift berada sedikit di bawah, dan agak susah untuk memasuki lift. Angga melihat Tania yang sudah terbaring pingsan.


"Tania" ucap Angga terkejut, dan dia berusaha masuk ke dalam lift, namun lift mulai goyang dan seperti mau terjatuh ke bawah.


"Pak, tunggu, ini sangat berbahaya" ucap petugas tersebut pada Angga.


"Kamu tidak lihat, Tania di dalam sana, dia pingsan, apa mungkin aku membiar kan dia di dalam sana" ucap Angga dengan marah. Para karyawan melihat sikap Angga yang sangat mengkhawatir kan Tania.


"Tania, aku akan menyelamat kan mu" ucap Angga menurun kan kaki nya ke dalam lift.


"Angga, kamu harus hati-hati" ucap Dandi membantu Angga turun ke bawah dengan memegang tangan nya. Petugas lain tidak ada yang berani untuk turun ke bawah karena lihat posisi lift yang sudah miring sebelah, kemungkinan bisa saja jatuh ke bawah.


Angga dengan perlahan masuk ke dalam lift, walau agak sulit, dia berusaha agar bisa menyelamat kan Tania, dan akhir nya Angga bisa masuk ke dalam lift, lalu dia langsung mengangkat Tania dan menggendong nya, Angga memberikan Tania pada Dandi agar bisa Dandi bawa ke atas. Tania masih dalam keadaan pingsan, setelah Tania berhasil di selamat kan, Angga juga ingin menaikan kaki nya ke atas.

__ADS_1


__ADS_2