
Tak lama kemudian makanan yang mereka pesan sudah tiba.
"Banyak sekali makanan yang kamu pesan, apa kamu makan ini semua? " tanya Tania kaget melihat makanan yang datang lumayan banyak
"Jelas tidak, kan ada kamu yang akan memakan nya" jawab Angga dengan tersenyum
"Tapi kan, aku sudah pesan makanan aku sendiri"
"Karena aku tidak akan bisa makan ini semua sendiri, boleh dong aku minta bantu kamu yang makan"
Tania hanya terdiam dan melihat meja yang penuh dengan makanan. Tania dan Angga mulai memakan nya.
"Kamu cobain ini deh, ini enak banget, aku pernah memakannya" ucap Angga sambil memberikan ke piring Tania steak daging sapi yang sudah di potong oleh Angga
"Ia terimakasih" kata Tania dan mengambil potongan steak daging tersebut menggunakan garpu, dan di masukan ke dalam mulut nya
"Waahhh, daging nya sangat enak, dan empuk" ucap Tania, Tania orangnya suka makan, walau tubuh nya yang langsing, dia sangat suka dengan makanan.
"Benarkan, ternyata kamu dari dulu tidak berubah ya, suka memakan makanan, seperti nyemil, apa lagi makanan berat seperti ini" ucap Angga yang mengingatkan kedekatan mereka dulu
"Hehehe, ia aku orang nya emang suka makan" jawab Tania
"Tania, aku boleh nanya gak? "
"Mau nanya apa? "
"Dulu kenapa kamu tiba-tiba cuek sama aku, dan kamu seperti menjauhi aku"
"Heemm, gak ada kenapa-napa, sudah lah kan itu sudah berlalu" jawab Tania dan tersenyum.
Tania gak mau mencerita kan kejadian itu pada Angga, karena dia merasa emang tidak pantas dia berniat mengungkap kan perasaannya, apa lagi pernah suka padanya, bahkan perasaan suka itu mungkin masih tersisa di hatinya.
"Apa aku ada berbuat salah pada mu? " tanya Angga lagi
"Gak kok, kamu gak ada salah"
"Jadi kenapa? "
"Kok sekarang kita malah bahas masa lalu, hehehe, mending kita bahas yang lain aja ya"
"Baik lah" ucap Angga dengan wajah kecewa karena Tania tidak menjawab pertanyaannya
"Maaf ngga, aku tidak mungkin menceritakan perasaan ku pada mu, apa lagi sekarang rasanya tidak pantas aku menceritakannya" ucap di dalam hati Tania.
__ADS_1
Sudah beberapa menit berlalu, mereka sudah selesai makan, tidak semua makanan di habis kan, karena makanannya cukup banyak.
Saat pelayan restoran memberikan tagihan pada Angga, Tania memberikan uang pada Angga untuk membayar makanan yang dia pesan.
"Sudah lah, aku yang bayar, kan aku yang ngajak kamu makan" kata Angga menolak uang dari Tania
"Gak apa ngga, aku bisa kok bayar" kata Tania
"Kalau gitu, kamu bayar semuanya ya" ucap Angga sambil memberikan tagihan tersebut pada Tania, ketika melihat tagihan, sungguh membuat terkejut, mana mungkin Tania bisa membayar nya .
"Ini bisa menghabiskan 1 bulan gaji aku" ucap di dalam hati Tania, Tania hanya terdiam sambil melihat tagihan, Angga yang melihat itu tersenyum dan langsung mengambil tagihan dari tangan Tania.
"Biar aku aja yang bayar, kamu cukup pergi bersama ku aja, kan aku yang ngajak kamu makan di luar" kata Angga, dan membayar tagihan nya.
Tania mendengar itu hanya membalas dengan senyumannya.
Mereka berdua pergi keluar restoran.
"Angga, kita pulang aja ya" kata Tania
"Ia, aku antar kamu pulang" jawab Angga.
Angga pun mengantarkan Tania pulang ke rumah nya. Sesampainya di depan lorong rumah Tania, tepat di jalan besar menuju lorong kontrakan nya, terlihat Meisa sedang berjalan membawa plastik berisi makanan.
"Taniaaa" panggil Meisa dan langsung berlari pelan menuju Tania, Angga yang sedang berdiri di samping mobil melihat ada seorang wanita yang memanggil Tania.
"Angga, perkenalkan ini teman aku, namanya Meisa" ucap Tania memeperkenal kan Angga dan Meisa, Meisa pun tersenyum dan menjabatkan tangannya pada Angga.
"Aku bawa makanan ni" ucap Meisa sambil menunjukan plastik berisi makanan
"Ia ia, yok kita ke rumah aja" kata Tania
"Angga, aku duluan ya"
"Kamu tidak ngajak dia ke rumah kita" kata Meisa dengan tiba-tiba, mendengar it Tania memberi kan kode pada Meisa agar tidak berbicara seperti itu
"Ia nia, kamu tidak ngajak aku ke rumah kamu ni" ucap Angga, Tania jadi bingung, tidak mungkin dia mengusir Angga pulang. Tania bukannya tidak mau mengajak Angga ke rumah nya, dia hanya malu karena rumahnya yang kecil tidak sebanding dengan rumah Angga. Walau Tania belum pernah ke rumah Angga, tapi di pikiran Tania rumah nya itu pasti besar.
"Ajak aja nia, sesekali kan ada tamu ke rumah kita" ucap Meisa
"Ya udah, ayok lah ngga, tapi mobil kamu gak bisa masuk ke lorong kecil ini" kata Tania
"Gak apa, aku parkirin di sini aja, rumah kamu jauh ya? " tanya Angga
__ADS_1
"Gak kok, gak jauh dari sini, itu di dalam yang ada lampu di depan warna kuning rumah kami" jawab Tania.
Mereka pun berjalan masuk ke dalam lorong rumah Tania. Tiba di depan rumah nya, Tania membuka pintu.
"Masuk ngga" ucap Tania
Angga di suruh duduk di kursi tamu, sedangkan Meisa mempersiap makanan yang sudah dia beli.
"Aku siap kan minum dulu ya, kamu mau teh apa capuccino? " tanya Tania pada Angga yang sedang duduk
"Capuccino aja" jawab Angga.
Tania pun pergi ke dapur dan membuat capuccino buat Angga.
"Sa, kamu mau capuccino juga gak? sekalian ni aku bikin" tanya Tania pada Meisa
"Boleh lah, jangan paka susu ya, aku lagi diet" jawab Meisa, lalu pergi membawakan makanan ke meja tamu di mana Angga duduk. Tania masih membuat kan capuccino tiga gelas, untuk Angga, Meisa dan dirinya sendiri, setelah membuat nya Tania pun membawanya keluar.
"Ini ngga minumannya" ucap Tania sambil menyuduhkan gelas yang sudah berisi capuccino ke depan Angga.
"Ia nia, terimakasih" jawab Angga.
"Maaf nama kamu Angga ya? " tanya Meisa
"Ia"
"Di makan ngga" kata Tania
"Ia nia, oia, ini rumah kamu ya? "tanya Angga
" Nggak lah, ini kontrakan, baru satu bulan kami tinggal di sini"jawab Tania
"Oooh.. orang tua kamu bagaiman kabar nya? "
"Alhamdulillah baik"
"Kalian mengobrol lah ya, aku tinggal masuk" ucap Meisa dan hendak berdiri, tiba-tiba langsung di tahan oleh Tania.
"Mau kemana sa, temani aku dong"
"Aku mau ke kamar, ada hal penting" jawab Meisa, Meisa sengaja meninggalkan Tania dan Angga berdua, agar mereka semakin dekat, karena posisi Tania sekarang sedang jomblo.
"Iihh, Meisa ini, dia pergi ninggalin aku berdua dengan Angga, dia yang ngajak Angga ke sini, malah dia yang pergi" Tania ngedumel di dalam hatinya.
__ADS_1