Cinta yang begitu dalam

Cinta yang begitu dalam
Bab 34


__ADS_3

"Tapi ngga, apa kata karyawan lain nanti nya, sedangkan tamatan ku tidak sesuai dengan posisi itu, aku di posisi lama aja ngga, sebagai karyawan biasa" ucap Tania.


"Nia, kamu harus jadi asisten pribadi ku, aku tidak mau tau, aku tidak mau kamu di suruh-suruh lagi, apa lagi sampai di marahi, kamu sekarang adalah kekasih ku, aku tidak bisa membiar kan mu di marahi seperti tadi" ucap Angga.


"Tapi ngga"


"Tidak ada tapi-tapi an nia, mulai sekarang kamu adalah asisten pribadi ku, nanti aku akan menyuruh Dandi mempersiap kan surat kontrak buat kamu"


"Besok aja ya ngga aku pindah ke ruangan ini, kalau hari ini, terlalu mendadak menurut ku"


"Baik, besok kamu harus sudah menjadi asisten pribadi ku ya"


"Ia ngga, kalau gitu, aku kembali ke ruangan ku dulu ya"


"Ia nia"


Tania pun keluar dari ruangan Angga, Tania merasa tidak enak sama karyawan lain nya, karena tamatan nya tidak lah sesuai dengan posisi yang di beri kan Angga pada nya, namun, Tania tidak ada pilihan lain, Angga sudah memberikan posisi itu pada nya, paling tidak, dia bisa membiayai kehidupan kedua orang tua nya sekarang, dengan gaji lebih yang dia terima.


"Tania, kamu ke mana aja? kenapa lama sekali" tanya Mega pada Tania yang baru saja datang ke ruangan.


"Gak ke mana-mana ga, ngantar keranjang tadi tu aja" jawab Tania.


"Bener ni tidak ke mana-mana?"


"Ia"


Tania kembali bekerja, tapi dia masih memikir kan soal Angga menjadi kan diri nya sebagai asisten pribadi, dia bingung, bagaimana cara kerja nya menjadi asisten, karena tamatan Tania yang rendah, dia sama sekali tidak mengetahui, cara kerja sebagai asisten.


"Bagaimana bisa aku bekerja sebagai asisten nanti nya, sedangkan aku sama sekali tidak mengerti dan tidak mengetahui cara kerja nya, Angga ada-ada aja deh, dia tau tamatan aku rendah, aku tidak pantas di posisi itu, jika nanti kinerja ku buruk, akan mempengaruhi pekerjaan Angga nanti nya, apa aku bilang aja sama Angga kalau aku tidak bisa menjadi asisten pribadi nya nanti, dan aku sama sekali tidak mengetahui cara kerja nya, apa lagi aku lihat, sebagai asisten Angga harus bisa membantu pekerjaan Angga, jangan kan membantu, mengerjakan nya pun aku mungkin akan bingung" ucap di dalam hati Tania.


Jam makan siang telah tiba, saat Tania dan Mega ingin bersiap-siap pergi ke kantin, tiba-tiba asisten lama Anggara memanggil Tania.


"Tania" panggil nya di dalam ruangan Tania.


"Ia saya" jawab Tania langsung mendekati asisten tersebut.


"Pak Angga memanggil mu ke ruangan nya, sekarang" ucap nya, lalu dia pergi.


"Mega, kamu ke kantin aja duluan ya, kamu makan aja dulu" ucap Tania pada Mega.


"Kamu mau ke mana nia?"

__ADS_1


"Aku ada urusan bentar"


"Baik lah"


Tania pergi ke ruangan Angga menggunakan lift. Sesampai nya di ruangan Angga, Tania masuk ke dalam ruangan, ketika masuk, Tania melihat banyak makanan di atas meja yang ada di dalam ruangan Angga.


"Kamu sudah datang, mari ke sini nia" ucap Angga mengajak Tania duduk bersama nya.


"Ada acara apa ngga? kok banyak sekali makanan di atas meja"


"Ini makan siang buat kita" jawab Angga.


"Ini banyak sekali ngga"


"Aku mau ajak Dandi juga makan bersama kita"


"Begitu ya"


Tania duduk di samping Angga, dan menunggu Dandi datang ke ruangan.


"Kenapa kita makan di sini ngga? kenapa tidak makan di luar"


"Ia sih, terimakasih ngga, kamu sudah ngerti" ucap Tania tersenyum.


"Sama-sama" jawab Angga sambil mengelus kepala Tania, hal itu membuat Tania merasa di sayangi oleh Angga.


"Kalian yang ingin berpacaran tapi aku jadi obat nyamuk nya" ucap Dandi yang baru saja masuk ke dalam ruangan.


"Kamu dari mana aja? lama banget" tanya Angga.


"Sorry, tadi aku ada nyelesai kan dokumen bentar, kalau tidak aku selesai kan dulu, nanti takut nya tidak sempat" jawab Dandi dan langsung duduk di depan Angga dan Tania. Tania merasa malu, karena dia baru pertama kali nya makan bertiga bersama Dandi teman Angga, sekaligus atasan Tania, sebelum nya mereka pernah makan bersama Mega.


"Ayo di makan, tunggu apa lagi, aku laper ni" ucap Dandi dan langsung mengambil makanan yang sudah di sediakan.


"Ia, nia kamu mau makan apa?" tanya Angga pada Tania.


"Ini aja ngga" jawab Tania mengambil makanan nya.


"Ayo di makan nia, Angga mempersiap kan ini semua buat kamu lo, kata nya untuk meraya kan hubungan kalian berdua, yang lama tertunda" ucap Dandi sambil makan.


"Benar itu ngga?" tanya Tania.

__ADS_1


"Hehe ia nia, karena aku merasa bahagia, jadi aku ingin makan siang bersama kalian berdua" jawab Angga.


"Ini cobain nia, kamu pasti suka" ucap Angga menyuap kan makanan ke mulut Tania, lalu Tania pun memakan nya.


"Emm, enak, ini apa ngga?" tanya Tania.


"Ini ikan krispi masak balado nia, aku suka banget sama ini"


"Rasa nya enak ngga"


"Ia, aku tau, kamu pasti suka"


"Suda-sudah, kalian bisa berpacaran nya nanti, jangan di depan aku dong, aku jadi iri ni" ucap Dandi bercanda.


"Itu maka nya, kamu buruan cari pacar, jomblo mulu dari dulu" ucap Angga.


"Belum ada yang aku suka, wanita yang aku dekati rata-rata hanya ingin duit ku saja, tidak ada yang setia" jawab Dandi.


"Mau aku kenalin sama satu cewek nggak?" ucap Angga.


"Siapa?"


"Teman nya Tania" jawab Angga.


"Teman aku, teman aku yang mana ngga?"


"Itu, teman satu rumah dengan kamu nia, kelihatan nya dia cocok sama Dandi"


"Ooh, Meisa, boleh tu, dia juga lagi jomblo"


"Terserah kalian deh, aku ini hanya apa"


"Nanti ya, kalau ada waktu luang, aku kenalin kamu sama teman nya Tania"


"Ia"


Tania, Angga dan Dani makan bersama, mereka pun saling tertawa bersama, Dandi yang baru saja kenal dekat dengan Tania sudah akrab, seperti sudah berteman lama.


"Kamu asik juga orang nya nia, aku pikir kamu orang yang pendiam, terkhir kali kita makan bersama seperti ini waktu di kantin" ucap Dandi.


"Ia, aku sebenar nya tidak bisa langsung akrab gini sama orang, soal nya aku mungkin tidak bisa bergaul kali ya" ucap Tania tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2