
Tania sedang duduk di kursi, ada meja dan komputer di depannya, dia sibuk menerima telepon dan menelepon, pakaiannya yang rapi, menggunakan atasan kemeja warna merah, dan celana warna hitam serta hijab berwarna hitam.
"Selamat pagi bu, ada yang bisa saya bantu? " ucap Tania saat menerima telepon.
Terlihat dia berada di sebuah kantor, dengan banyak karyawan, di dekat Tania ada beberapa karyawan yang juga menjawab telepon atau menelepon. Semua sibuk pada kerjaan masing-masing.
Dimana Tania bekerja sekarang? apakah Tania tidak bekerja di Caffe lagi? Atau dia sudah lama berhenti bekerja?
"Tania, bisa bantu siap kan produk yang mau di kirim? " ucap salah satu karyawan di kantor tersebut.
"Bisa kak" jawab Tania. Dia langsung berjalan menuju ruangan, di atas ruangan tertulis Ruangan Produk.
Di dalam ruangan sudah ada beberapa karyawan yang sedang memilih produk.
Produk apa yang di kirim oleh prusahaan tersebut?
Di dalam ruangan ternyata banyak produk pakaian, sepatu, sandal, serta make up. Ternyata Tania bekerja di sebuah perusahaan yang memproduksi pakaian, sepatu, sandal, dan make up.
"Produk apa aja yang di siapkan kak? " tanya Tania kepada karyawan wanita yang sedang mempersiap kan pakaian, dan sepatu.
"Eh Tania, ini catatan produk yang mau di kirim, yang belum di centang aja yang kamu cari ya"
jawab karyawan wanita itu.
"Ia kak" ucap Tania.
Tania mulai mencari produk yang mau di kirim kan, dia mencari nama-nama produk di papan kecil yang sudah ada di rak-rak produk, jadi tidak akan terlalu sulit untuk mencari nya, produk sudah di susun rapi serta nama nya hingga tidak sulit di cari.
Produk yang sudah di temukan di masukan ke dalam keranjang yang sudah di siap kan, keranjang itu tertulis alamat tujuan yang akan di kirim. Di perusahaan itu bagaian packing beda karyawan lagi dan beda ruangan, agar tidak membingungkan para karyawan dan agar tidak terjadi kesalahan dalam memasukan produk ke dalam kardus.
Perusahaan tersebut bisa mengirim hingga empat ribu kardus dalam satu bulannya, banyak toko-toko serta grosiran yang membeli produk ke perusahaan tersebut. Pengiriman hampir ke setiap kotanya, karena terkenal dengan produk nya yang bagus, dan tidak mengecewakan para pelanggan.
Selesai sudah Tania membantu mencari produk yang akan di kirim.
__ADS_1
"Apa ada yang bisa saya bantu lagi kak? " tanya Tania.
"Sudah tidak ada lagi Tania, terimakasih ya" jawab karyawan wanita tersebut.
"Ia kak, sama-sama, kalau gitu nia kembali ke tempat kerja nia ya kak" ucap Tania.
"Ia Tania".
Tania pun kembali ke meja kerja nya, melanjutkan untuk menelepon pelanggan, menawarkan produk terbaru mereka. Tidak hanya menawarkan lewat media telepon, perusahaan juga memiliki sosmed khusus produk mereka tersendiri, agar lebih banyak yang tau tentang perusahaannya. Ada yang bekerja di bagian posting produk terbaru ke sosmed yaitu tim kreatif, yang berkreatif sendiri, memfoto produk agar terlihat lebih cantik, dan membuat orang yang melihat ingin membelinya.
Jam sudah menunjukan pukul 12:00 waktunya untuk makan siang.
"Nia, apa kamu pergi makan siang ke kantin hari ini?" tanya salah satu seorang karyawan wanita.
"Ia, ini aku mau pergi makan" jawab Tania.
"Tumben tidak bawa makan siang, biasanya kamu selalu bawa makan siang, jarang-jarang kamu makan siang beli di kantin" ucap karyawan tersebut, karyawan tersebut juga kerjanya sama seperti Tania, dan dia duduk tepat di samping meja nya Tania.
"Pagi tadi aku tidak sempat masak, karna terlambat bangun" jawab Tania.
Nama karyawan tersebut adalah Mega, dia berteman dekat dengan Tania, tubuh nya yang sama tinggi dengan Tania, kulitnya putih, wajahnya yang tirus, sifatnya yang baik, tapi mulut nya yang tidak bisa di rem, bahkan di kenal ember, tetapi walaupun seperti itu, dia orang pertama yang mendekati Tania dan mengajak Tania berteman dengannya, karena itu lah, Tania dan Mega sangat akrab.
"Benarkah? aku belum pernah melihat CEO perusahaan ini, apa dia tampan? " tanya Tania dengan wajah yang sumringah. Dan mereka sambil berjalan menuju kantin.
"Waaahh..tampak nya kamu sangat penasaran ya sama CEO kita, hahaha" ucap Mega tertawa.
"Tentu lah aku penasaran, aku belum pernah melihat nya selama bekerja di sini" ucap Tania.
"Oia ya.. kamu sudah bekerja di sini selama 1 bulan, tapi kamu belum pernah melihat CEO"
"Itu makanya, aku penasaran, aku dengar-dengar katanya dia masih muda"
"Ia, aku pernah melihat nya beberapa kali selama bekerja di sini"
__ADS_1
"Apa dia tampan? " wajah Tania yang sangat penasaran.
"Heemm, sulit di jelaskan" jawab Mega
"Ya udah kalau kamu gak mau ngasih tau aku"ucap Tania sambil berjalan maju dengan cepat
"Eeehh jangan marah dulu, sini-sini aku kasih tau"
"Sudah lah, kita sudah sampai kantin, nanti aja bicara nya, sekarang kita makan dulu, aku sangat lapar" ucap Tania.
"Yaaa, aku tidak sempat bergosip deh sama kamu"
"Sudah lah, kan bisa nanti-nanti".
Tania dan Mega segera memesan makanan dan minuman, setelah makanan dan minumannya siap, mereka pun duduk di kursi makan yang sudah di sediakan di kantin sambil membawa makanan dan minumannya dan di letakan di atas meja.
Saat mereka sedang makan, Mega tidak berhenti membahas CEO yang akan datang ke kantor hari ini. CEO bukannya jarang datang ke kantor, dia lebih banyak menghabis kan waktu kerja ke luar kota karena dia ada rapat dengan perusahaan lain di luar kota.
"CEO kita itu sangat tampan nia, dia tinggi, badannya kekar, kulit nya hitam manis, terus jika dia tersenyum, aduuuhhh sangat menggoda hati" ucap Mega dengan wajah nya yang sambil membayangkan seakan akan CEO ada di depannya.
"Kamu dari tadi bercerita tentang CEO tapi aku belum ada dengar namanya" kata Tania.
"Jadi kamu belum tau nama CEO di perusahaan ini? "
"Belum" jawab Tania sambil mengunyah makanannya.
"Nama nya itu Angga Ardinata Putra"
Ketika mendengar nama itu, Tania langsung memberhentikan suapan makanan ke dalam mulut nya. Tiba-tiba wajahnya tercengang, terkejut, dan bingung.
"Apa itu dia? tunggu dulu, tapi sepertinya tidak mungkin itu dia, aku sudah lama sekali tidak mendengar kabar nya, sejak dia lulus sekolah, bahkan aku tidak pernah lagi mendengar namanya"ucap di dalam hati Tania.
"Eh nia" ucap Mega mengejutkan Tania yang termenung.
__ADS_1
"Eemmm" jawab Tania yang baru tersadar dari termenungnya.
"Kamu ini mikirkan apa sih? tiba-tiba kamu kayak terkejut gitu, kayak dengar nama mantan aja, hahaha" ucap Mega.