
"Aku langsung pergi aja nia, karena masih ada kerjaan di kantor, ingat ya pesan aku, jaga diri dan kesehatan, jangan banyak kerja dulu"
"Ia ia ngga"
Angga pun pergi meninggal kan rumah Tania, setelah Angga pergi, Tania masuk ke dalam rumah nya, dia memasukan belanjaan ke dalam lemari yang di dalam kamar, menyusun rapi belanjaan ke dalam lemari. Lalu Tania berbaring ke atas kasur nya sambil bermain handphone.
Kriiinng.. kriinngg handphone Tania berdering, dan yang menelepon adalah Angga.
"Halo ngga" ucap Tania.
"Kamu lagi apa nia?"
"Lagi baring ni, di atas kasur, ada apa ngga?"
"Ngak ada apa-apa, kamu tidak banyak gerak kan? jangan banyak gerak dulu ya, kamu harus istirahat"
"Ia ia, ini aku lagi istirahat"
"Bagus lah, udah dulu ya nia, ada klien datang"
"Ia ngga"tut.. tut.. tut. Angga menutup telepon nya.
"Angga, angga, nelpon cuma mau nyuruh aku jangan banyak gerak dulu, dia baik banget deh, aku jadi makin klepek-klepek, hehehe, jadi rindu dia, kalau di dekat nya, pasti aku selalu di bikin ketawa, eemmm, besok aku akan jadi asisten pridadi nya, gimana tanggapan karyawan di kantor nanti nya, apa lagi Mega, pasti dia banyak tanya"ucap Tania sambil melihat foto dia berdua Angga, mereka berfoto ketika Angga menyatakan cinta nya pada Tania, yaitu di sungai yang sering mereka kunjungi itu.
Tania tertidur, sambil menggenggam handphone nya, karena dia masih merasa lemas di tubuh nya. Sore hari, Tania masih belum bangun, dan tiba-tiba handphone nya berdering.
"Halo" Tania mengangkat telepon nya, tanpa melihat siapa yang sedang menelepon.
"Halo nia, kami lagi istirahat ya?" suara lelaki yang menjawab, tapi suara nya bukan suara Angga, lalu Tania langsung melihat nama di telepon nya, ternyata yang menelepon adalah Danu.
"Ia halo Danu, ia ni, aku lagi istirahat, ada apa Danu?"
"Aku ada di depan ni, bawakan kamu buahan" ucap nya, sentak Tania langsung duduk, yang tadi nya sedang terbaring di kasur, mendengar Danu ada di depan rumah nya, Tania bergegas mengambil jilbab.
"Ia Danu, tunggu sebentar, ni aku keluar" ucap Tania, langsung menutup telepon nya, dan keluar membuka kan pintu.
"Danu, kenapa kamu tiba-tiba ke sini?" tanya Tania karena Danu datang di sore hari.
"Aku tadi pulang kerja, jadi aku mampir dulu ke sini, soal nya aku dengar kamu sedang sakit, dan pulang ke rumah, ini buahan buat kamu"jawab Danu sambil memberikan bingkisan berisi buahan segar.
" Terimakasih banyak ya nu"ucap Tania mengambil bingkisan tersebut.
"Aku pulang nia" ucap Danu.
"Tidak masuk dulu nu?"
__ADS_1
"Aku langsung pulang aja nia, udah sore juga"
"Terimakasih ya buahan nya"
"Sama-sama"Danu pun pulang, tapi saat Danu pulang, dia berpapasan dengan Angga yang baru saja datang dan naik ke rumah Tania, Danu dan Angga saling bertatapan.
"Angga" ucap Tania melihat Angga yang baru datang, sedangkan Danu sudah pergi.
"Siapa dia nia? kenapa dia dari rumah kamu? dan itu apa?" tanya Angga sambil melihat ke arah bingkisan yang sedang di pegang Tania.
"Itu Danu, karyawan kamu juga ngga, ayo masuk ngga" ucap Tania, Angga pun masuk ke dalam rumah, dengan membawa bungkusan makanan di tangan nya.
"Karyawan aku?"
"Ia, dia ketua tim, di tim aku" jawab Tania.
"Ooh, oia ini aku bawakan makanan kesukaan kamu" ucap Angga memberikan bungkusan makanan yang di bawa nya pada Tania.
"Terimakasih ngga, aku bawa ke dalam dulu ya, kamu duduk lah dulu di sini"
"Ia nia"
Tania pergi ke dapur sambil membawa bungkusan tadi, lalu dia simpan buahan ke dalam kulkas, makanan yang di bawa Angga di taruh di atas meja. Tania mengambil gelas dan membuat kan capuccino dingin untuk Angga.
"Makanan nya untuk kamu nia, kenapa kamu bawa ke sini"
"Tidak apa ngga, kamu bisa makan juga, kita makan sama-sama"
"Baik lah kalau gitu nia, kalau boleh tau, kenapa cowok tadi datang ke sini?"
"Danu maksud kamu?"
"Ia, aku tidak tau nama nya"
"Dia hanya memberikan aku buahan aja kok ngga"
"Kalian sangat dekat ya?"
"Tidak juga, hanya saja, Danu baik sama aku"
"Biasa nya, cowok kalau baik sama cewek, pasti ada mau nya"
"Kenapa kamu bisa berpikiran seperti itu, apa kamu juga seperti itu?"
"Tidak, aku tidak seperti itu, kan kamu tau, aku banyak teman cowok, jadi aku tau sifat cowok seperti apa"
__ADS_1
"Sudah lah, jangan berpikiran macam-macam"
Angga duduk bersama Tania di kursi tamu, sambil makan makanan yang di bawa Angga tadi bersama Tania, tak lama kemudian, Meisa pulang dari kerja.
"Tania, kamu sudah pulang, tumben kamu cepat pulang, eh ada Angga juga di sini"ucap Meisa ketika membuka pintu dan melihat Tania dan Angga duduk di kursi tamu.
" Aku gak enak badan aja, maka nya aku cepat pulang"jawab Tania.
"Aku masuk duluan ya, mau mandi ni" ucap Meisa.
"Ia" jawab Tania.
"Kalian sudah lama ya berteman? soal nya aku belum pernah lihat Meisa di sekolah, bukan nya waktu kamu sekolah sahabat kamu bukan Meisa, tapi si Nagita itu" ucap Angga.
"Ia, itu dulu waktu sekolah, tapi sekarang, Nagita sudah punua sahabat baru, jadi aku sahabat lama nya di lupakan"
"Ketemu sama Meisa sejak kapan?"
"Waktu aku pertama kali kerja di caffe, ya hanya dia yang baik sama aku, dan dia juga teman curhat aku selama kerja di sana, dia juga sering curhat sama aku, kami jadi deket deh semenjak saling curhat"
"Begitu ya"
"Di minum ngga" ucap Tania karena Angga belum meminum capuccino yang sudah dia buat kan.
"Ia nia" Angga langsung meminum nya.
"Sudah semakin sore nia, aku pulang dulu ya" ucap Angga.
"Baik lah ngga"
Angga keluar dari rumah Tania, dan Tania mengantarkan Angga sampai ke teras rumah nya.
"Hati-hati di jalan ya ngga"
"Ia, kamu jaga diri di rumah ya, jangan capek-capek, jaga kesehatan, dan banyak-banyak istirahat" ucap Angga sambil memegang pipi Tania.
"Ia ngga, besok kayak nya aku masuk kerja aja ngga"
"Ya udah, besok aku jemput, kalau masih merasa tidak sehat jangan di paksa buat kerja ya"
"Ia"
Angga pun pulang dari rumah Tania.
"Uluh uluh, ada yang lagi kasmaran ni" ucap Meisa ketika Tania menutup pintu rumah.
__ADS_1