Cinta yang begitu dalam

Cinta yang begitu dalam
Bab 26


__ADS_3

"Ok, sampai jumpa malam nanti ya nia" ucap Danu.


"Ia"


Danu sangat bahagia mendengar jawaban dari Tania karena dia berhasil mengajak Tania makan di luar malam ini, itu adalah momen yang sangat Danu ingin kan, bisa jalan berdua bersama Tania.


"Aku mungkin akan canggung makan bersama Danu, berdua lagi, ya sudah lah, aku jangan terlalu berharap juga dengan Angga, aku aja tidak tau, dia suka sama aku atau enggak" ucap di dalam hati Tania.


Malam hari


Tania sedang bersiap-siap mau pergi makan bersama Danu, saat itu Danu sudah dalam perjalanan ke rumah Tania. Meisa yang melihat Tania sedang berdandan, langsung bertanya.


"Tania, kamu mau ke mana?"


"Mau makan di luar"


"Dengan Angga ya?"


"Gak, dengan Danu"


"Danu siapa? aku baru dengar nama nya"


"Dia kepala tim di tempat aku kerja, tadi di kantor dia ngajak aku makan malam di luar malam ini"


"Kencan ya? hehe"


"Enggak lah, hanya makan malam biasa, tidak kencan, kamu jangan mikir yang aneh-aneh ya"


Tak lama itu, Danu nelpon Tania dan bertanya di mana rumah nya, karena Danu sudah tiba di depan lorong rumah Tania.


"Kamu tunggu aja di depan lorong, nanti aku jalan ke sana" ucap Tania di telepon.


"Tak apa nia, aku jemput kamu ke rumah"


"Baik lah, kamu masuk aja ke dalam lorong, terus ada kontrakan nomor enam, itu kontrakan aku"


"Baik lah, aku ke sana"


Tania langsung menyelesaikan dandanan nya, dan keluar dari rumah.


"Hay Tania" sapa Danu ketika Tania membuka pintu.


"Hay, sudah lama nunggu ya?"


"Gak lah, aku baru juga nyampai di depan lorong sana"


"Ya udah, ayo kita pergi"

__ADS_1


"Tunggu dulu" ucap Meisa yang baru keluar.


"Kenapa sa" tanya Tania.


"Aku mau lihat siapa Danu"


"Perkenal kan nu ini Meisa, teman aku, dan kami tinggal bersama"


"Danu" ucap Danu menyalami Meisa.


"Meisa" jawab Meisa juga membalas salaman Danu.


"Kami pergi ya"ucap Tania pada Meisa.


"Ia, hati-hati di jalan"jawab Meisa.


Tania pergi bersama Danu, menggunakan sepeda motor, karena Danu hanya memiliki sepeda motor.


"Kita kemana hari ini nu?" tanya Tania yang sedang di bonceng Danu.


"Kita makan di tempat yang biasa aku nongkrong, di sana makan nya lumayan enak loh"


"Ia lah"


Setibanya di tempat itu, Danu memarkirkan sepeda motor nya di parkiran. Mereka tiba di rumah makan yang sederhana, di sana ada jual nasi pecel lele, dan di hiasi lampu kelap kelip dan terlihat sangat cantik, walau tidak mewah, tapi itu juga sudah cukup bagus menurut Tania.


"Ia, kamu gak suka ya?"


"Aku suka kok, di sini tempat nya cantik"


Mereka masuk ke dalam, dan memesan makanan serta minuman, lalu duduk di bawah pepohonan yang juga di hiasi dengan lampu berwarna. Di temani suasana malam, dan hembusan angin semakin membuat tempat itu terlihat cantik.


"Tania, kamu terlihat cantik malam ini" ucap Danu yang sedang duduk di depan Tania.


"Kamu bisa aja nu, ini tempat favorit kamu ya?"


"Ia, gimana, kamu suka gak?"


"Aku suka tempat nya, sangat nyaman, walau tidak pakai tenda, langsung terasa gitu makan di bawah langit dan sambil menikmati bintang, di sini juga ramai yang makan"


"Ia, aku sering ke sini, bersama teman-teman aku, kami sering nongkrong di sini, karena suasana nya enak"


"Ia nu, pohon-pohon yang di tanamai di sini semakin membuat suasana terasa nyaman, dan sejuk"


"Kalau kamu suka di sini, aku bisa ajak kamu ke sini tiap malam"


"Haha, tidak perlu nu, kamu ajak aku malan ini juga sudah cukup kok, terimakasih ya sudah ajak aku makan di luar, di tempat favorit kamu"

__ADS_1


"Sama-sama"


Tak lama itu makan dan minuman yang di pesan Tania dan Danu sudah datang, dan mereka pun segera memakan nya.


"Eemmm, sambal nya juga enak, apa lagi ikan nya, aku suka, karena di goreng kering" ujar Tania yang sedang makan.


"Itu maka nya di sini jadi tempat favorit aku, karena bukan tempat nya aja yang nyaman, tapi makanan nya juga enak"


"Ia nu"


Selesai mereka makan, Tania mengeluarkan dompet dan ingin memberikan uang nya pada Danu.


"Kamu tidak perlu bayar Tania, biar aku aja, kan aku yang ajak kamu makan di sini" saat itu mereka masih duduk di kursi.


"Baik lah, terimakasih ya"


"Sebelum kita pulang, aku mau bilang sesuatu sama kamu"


"Mau bilang apa?"


"Dari pertama kamu masuk kerja, aku selalu melihati kamu nia, aku suka senyuman mu, wajah mu, terus cara kamu berpakaian, apa lagi sikap sopan kamu, aku suka semua nya dari diri mu, jadi aku mau bilang, apa kamu mau jadi pacar aku?" ucap Danu sambil menatap mata Tania dan memegang tangan Tania, Tania terkejut dengan pernyataan Danu itu, karena Tania hanya menganggap Danu sebagai rekan kerja dan teman nya.


"Maaf nu, aku saat ini seperti nya tidak bisa menerima kamu, jujur aku tidak punya perasaan sama kamu, aku hanya menganggap kamu sebagai teman saja, tidak lebih" jawab Tania melepaskan tangan nya dari genggaman Danu.


"Tidak apa nia, aku paham kok, aku juga tidak memaksa kamu untuk menerima aku, kamu mau aku ajak makan di luar itu sudah cukup bagi ku" ucap Danu dengan wajah murung.


"Sekali lagi aku minta maaf ya nu"


"Tidak apa, emang nya kamu sudah punya pacar ya?"


"Tidak ada pacar"


"Apa ada laki-laki yang kamu sukai saat ini nia?"


Pertanyaan Danu membuat Tania diam sejenak, karena dia tidak mungkin jujur bahwa dia ada perasaan dengan Angga, karena Angga adalah atasan nya di kantor.


"Enggak nu, udah ya jangan nanya gitu lagi dong"


"Baik lah, kamu sudah selesai makan nya kan, apa kita pulang sekarang?"


"Ia, kita pulang sekarang, udah larut malam juga"


"Ia, aku bayar dulu ke kasir nya ya"


Tania menunggu Danu di parkiran sepeda motor, saat sedang menunggu tiba-tiba Tania melihat Angga sedang duduk bersama Dandi, di tempat itu juga, dia ada di dalam tempat makan tersebut, dan Angga tidak melihat Tania, tentu saja itu membuat Tania panik.


"Itu kan, Angga, berarti dari tadi dia di sini dong, kok aku tidak melihat nya tadi, apa tadi dia melihat ku ya, sudah lah, aku harus segera pulang dari sini" ucap Tania dengan wajah panik.

__ADS_1


__ADS_2