
Danu sudah selesai membayar makanan tadi, namun saat Tania menunggu Danu, Dandi menegur Tania, dia melihat Tania sedang berdiri di parkiran.
"Tania" tegur Dandi dan mendekati Tania.
"Eh, pak Dandi" ucap Tania, dan ada rasa terkejut ketika Danu menegur nya.
"Kamu sama siapa di sini?"
"Sama teman pak"
"Aku di sini bersama Angga, ikut ke dalam yuk"
"Gak lah pak, bentar lagi saya mau pulang, masih nunggu teman bayar"
"Gak apa, gabung aja sama kami"
"Tak apa pak"
Tak lama itu, Danu datang.
"Pak Dandi" ucap Danu melihat Dandi bersama Tania.
"Siapa ya?" tanya Dandi karena tidak mengenal Danu.
"Saya karyawan di perusahaan pak Angga" jawab Danu.
"Ooh, jadi mau pulang sekarang ni?" tanya Dandi pada Danu.
"Ia pak, saya bersama Tania" ucap Danu.
"Ooh, kalian berdua ke sini"
Saat Tania, Dandi dan Danu ngobrol, Angga datang menghampiri karena dia mencari Dandi dan melihat Dandi di parkiran.
"Tania, kamu di sini juga"
"Hehe, ia pak"
"Kamu dengan siapa di sini?" tanya Angga pada Tania.
"Dengan saya pak" langsung di jawab oleh Danu.
"Maaf kamu siapa nya Tania?" tanya Angga lagi.
__ADS_1
"Dia karyawan di kantor kamu ngga" jawab Dandi.
"Ia pak, saya karyawan di kantor Bapak" ucap Danu pada Angga.
"Kalian berdua aja ke sini?" tanya Angga lagi pada Tania
"Ia pak, kami hanya berdua" jawab Danu. Saat itu Tania hanya berdiam, karena pertanyaan Angga langsung di jawab oleh Danu.
"Ooh" ucap Angga.
"Yok nu, kita pulang" ajak Tania karena sudah larut malam.
"Ia nia, kita langsung pulang" jawab Danu. Terlihat jelas di wajah Angga bahwa dia merasa cemburu melihat Tania keluar berdua dengan cowok lain.
"Aku antar kamu pulang nia, apa boleh?"kata Angga langsung saat Tania dan Danu hendak naik sepeda motor.
"Maaf pak, dia pergi nya sama saya, jadi harus saya juga yang mengantar kan Tania pulang"kata Danu pada Angga.
Tania melihat ke arah Angga karena Angga bertanya seperti itu pada nya, namun Tania tidak bisa menolak atau pun menjawab ia, sebab dia bukan lah siapa-siapa nya Angga, bahkan tidak pantas jika di ketahui oleh Danu jika diri nya sudah berteman dekat dengan Angga.
"Saya pulang dulu ya pak Dandi, pak Angga" ucap Tania.
"Ia Tania, hati-hati ya" ucap Dandi.
"Ia nia"jawab Angga dengan rasa tidak rela Tania pergi bersama cowok lain.
"Tania, kamu kenapa diam? aku ada salah ya sama kamu" tanya Danu yang sedang membonceng Tania.
"Tidak kok nu, kamu tidak ada salah apapun" jawab Tania.
"Terus, kenapa kamu diam aja dari kita pulang tadi"
"Gak ada apa-apa nu"
Setibanya di rumah, dan Danu sudah pulang, Tania langsung duduk di dekat Meisa dengan wajah murung.
"Lah, wajah mu kenapa beb? kok murung gitu sih"tanya Meisa.
"Tadi aku ketemu Angga sa, pas banget saat itu ada Danu" jawab Tania.
"Terus kamu kenapa murung?"
"Aku mikir aja sa, apa Angga nanti mikir nya aku kencan dengan Danu"
__ADS_1
"Kalau dia mikir kamu kencan dengan Danu juga kenapa, biar aja dia mikir gitu, biar dia tau kalau kamu juga bisa di ambil orang lain, lagian nia ya, ngapain kamu mikir perasaan Angga, kamu kan gak ada apa-apa sama Angga, kecuali kalau kamu sudah ada status dengan dia"
"Ia sih sa, tapi ntah kenapa aku tidak rela jika Angga berpikir aku kencan dengan orang lain"
"Itu berarti kamu masih berharap dengan dia nia, perasaan kamu itu harus kamu buang, jangan harap kan orang yang tidak punya perasaan dengan kamu"
"Aku bingung sa, bagaimana aku bisa melupakan nya, aku bisa lupa hanya saat aku ada kegiatan yang membantu pikiran ku tidak mengarah pada nya"
"Dengan perlahan kamu juga bisa melupakan dia, oo ia, bagaiman kamu dengan Danu?"
"Bagaimana apa nya, emang aku pacaran sama dia"
"Ya mana tau dia mengungkap kan perasaan gitu sama kamu beb"
"Jujur sih, tadi Danu nembak aku"
"Haa, terus kamu terima nia?"
"Tentu tidak, aku sama sekali tidak punya perasaan dengan nya, aku hanya nganggap dia teman dan atasan saja"
"Kenapa kamu tidak mencoba untuk membuka hati buat orang lain"
"Dulu aku juga sudah pernah pacaran sa, aku juga sudah melupakan Angga dengan cara menerima orang lain di hati ku, aku juga sudah punya beberapa mantan, yang terakhir namanya Yuda, satu tahun berpacaran dengan dia, aku juga mulai punya rasa sayang pada nya karena sikap dia terhadap ku, perhatian, dan baik, namun ada satu sikap dia yang membuat aku tidak bisa bertahan dengan nya, sikap egois dia yang membuat ku tidak bisa bertahan, jadi aku putus kan dia, setelah itu aku tidak pernah pacaran lagi, hingga saat ini, aku bertemu dengan Angga kembali, membuat perasaan aku dulu timbul kembali sa, itu yang membuat aku tidak yakin untuk bisa melupakan Angga"
"Ternyata perasaan kamu dengan Angga sangat dalam ya nia, aku prihatin sih sama kamu, karena kamu sayang sama orang yang mungkin tidak punya perasaan dengan kamu, tapi jika ada orang yang tulus sayang dengan mu, tidak ada salah nya untuk menerima orang itu nia"
"Ia aku tau sa, tapi sangat sulit bagi ku, menjalan kan hubungan dengan orang yang sama sekali tidak aku sukai, bahkan tidak ada perasaan yang khusus dengan nya"
"Apa kamu mencoba cari pekerjaan lain aja, agar tidak bertemu dengan Angga"
"Mencari pekerjaan itu susah sa, aku putuskan untuk menjalani pekerjaan aku yang sekarang, dan akan berusaha untuk bisa melupakan Angga dengan perlahan"
"Moga aja ya beb"
"Sudah lah, jangan bahas yang sedih-sedih lagi, mending kita party malam ini, besok aku libur kerja" ucap Tania dengan wajah ceria.
"Waahh pas banget ni, besok aku juga masih libur kerja, karena yang pemilik toko pulang kampung selama tiga hari"
"Kenapa kamu tidak pulang kampung aja"
"Ibu ku juga tidak di rumah nia, dia pergi ke rumah teman nya yang ada di kampung tempat teman nya itu, karena ada acara di rumah teman nya"
"Baik lah, kita buat acara apa malam ini?"
__ADS_1
"Eemm, kita beli makanan, terus kita nonton, ada film horor tayang di tv malam ini, film nya juga seru aku lihat triler nya tadi"
"Boleh juga tu, ya udah ayo kita beli makanan nya, stok cemilan di kulkas habis kan?"