
"Bagus lagi kalau dia perhatian sama aku sa, kan aku pacar nya, hehehe"
"Enak lah ya yang sudah punya pacar, cari kan aku pacar dong nia, aku jomblo ni"ucap Meisa bercanda.
" Aku aja juga baru dapat pacar sa, bagaimana aku bisa mencarikan mu pacar, oo ia, bagaiman dengan Danu, kelihatan nya kalian cocok deh"
"Danu, danu yang mana ya nia"
"Kamu lupa ya, Danu yang aku kenal kan kemarin, dia teman kerja aku"
"Ooh Danu itu, wajah nya sih ganteng juga, tapi apa dia mau sama aku"
"Kalau mau, aku coba deh nanti jomblangin kalian"
"Haha, aku bercanda aja kok nia, jangan di anggap serius, lagi pun, siapa yang mau sama aku, badan aku gendut gini, pendek pula"
"Meisa, kamu itu cantik dengan porsi kamu sendiri, gendut itu sehat kok"
"Ia lah nia, kamu bilang gitu karena kamu mau buat aku senang aja kan"
"Ya ampun nia, kita sudah berteman lama lo, aku tidak pernah menganggap tubuh mu itu sebagai kejelakan kamu, banyak kok yang lebih gendut dari kamu, tapi mereka menganggap diri mereka tetap cantik dengan porsi nya sendiri"
"Ia lah nia"
"Aku mau ke kamar sa" ucap Tania berdiri dari tempat duduk nya.
"Aku juga mau ke kamar ni" ucap Meisa.
Tania dan Meisa pergi ke kamar masing-masing, Tania baring ke atasa tempat tidur nya, lalu dia memejam kan mata, tak lama itu dia terlelap ke dalam tidur nya.
Keesokan hari nya, Tania sedang bersiap-siap ingin pergi kerja, dan tiba-tiba ada seseorang mengetuk pintu rumah Tania, Tania langsung bergegas keluar, dan membuka kan pintu, ternyata yang mengetuk pintu adalah Angga.
"Angga, kamu ke sini pagi-pagi, ngapain?" tanya Tania, saat itu belum siap berdanda, dan sedang mengenakan jilbab instan.
"Jemput kamu lah nia, mulai hari ini, aku yang akan antar jemput kamu kerja, kalau kamu mau pergi juga aku yang akan antar kamu"
"Tapi ngga, ini akan merepot kan mu"
"Kalau aku yang mau, berarti kamu tidak bisa menolak nya"
"Ya udah, aku pakai jilbab dulu ya"
"Ia, aku tunggu di sini"
Tania masuk ke dalam untuk memakai kembali jilbab nya yang mau dia pakai tadi, sedangkan Angga duduk di depan menunggu Tania.
"Aku sudah selesai ni" kata Tania ketika keluar dari rumah.
__ADS_1
"Ayo kita berangkat kerja, mobil aku di depan lorong, soal nya di sini tak bisa mutarin mobil nia"
"Ia, gak apa kok ngga"
Tania dan Angga berjalan menuju mobil nya, lalu mereka masuk ke dalam mobil, dan Angga mengemudi mobil nya menuju ke kantor. Sebelum tiba di kantor, Angga mengajak Tania sarapan.
"Kita kok berhenti di sini ngga" kata Tania heran.
"Kita sarapan dulu yuk, kamu pasti belum sarapan kan, aku pengen makan bubur ayam ni"jawab Angga.
"Baik lah ngga"
Tania dan Angga keluar dari mobil lalu mereka duduk di kursi, tempat penjual bubur ayam, penjual tersebut berada di pinggiran jalan.
"Kamu tidak malu makan di pinggiran jalan gini ngga?" tanya Tania sedang memakan bubur ayam.
"Tidak lah, ngapain malu, kan sama-sama manusia, apa yang haru di malukan" jawab Angga dengan lahap nya memakan bubur ayam.
"Kepribadian Angga tidak berubah dari dulu ya, dia lebih suka makan di pinggiran jalan gini dari pada makan di tempat yang mewah" ucap di dalam hati Tania sambil melihat Angga yang sedang makan.
"Aku sudah selesai ni makan ngga"kata Tania pada Angga.
"Ia nia, kamu tunggu aja di mobil ya, aku bayar ini dulu" ucap Angga.
"Ia ngga"
"Udah ngga?" tanya Tania ketika Angga masuk ke dalam mobil.
"Udah kok nia"
Angga kembali mengemudi kan mobil nya menuju ke kantor.
"Makanan yang aku kirim malam tadi sudah habis nia?" tanya Angga yang sedang mengemudi kan mobil.
"Belum ngga, belum ada aku makan, malam tadi aku sudah makan, baru makanan nya datang"
"Terlambat dong makanan nya datang ya"
"Sepulang kerja mau aku makan ngga, kelihatan nya enak"
"Ia lah nia"
Setiba nya di kantor, Angga memasukan mobil nya ke dalam parkiran mobil.
"Ada banyak karyawan ngga, mereka akan melihat aku keluar dari mobil kamu" ucap Tania.
"Kamu tenang aja nia, jika mereka bergosip yang tidak-tidak lagi tentang kamu, kamu bilang sama aku, aku akan mengurus kan nya untuk mu"
__ADS_1
"Tapi ngga"
"Sudah lah nia, sekarang kita sudah jadi kekasih, tidak baik bagi ku jika aku membiar kan mu pergi dan pulang dari kerja menggunakan bis, aku sudah memutuskan untuk antar jemput kamu"
"Baik lah ngga"
Tania memberanikan diri nya untuk keluar dari dalam mobil Angga, ketika dia keluar, Mega yang melihat Tania langsung memanggil nya.
"Tania" teriak Mega.
"Mega"
Mega berjalan mendekati Tania.
"Kamu dengan pak Angga ya?" tanya Mega karena melihat Tania keluar dari dalam mobil Angga, dan Angga juga keluar dari dalam mobil nya.
"Hehe, ia ga"jawab Tania.
"Ooh"
"Ayo kita masuk ke dalam" ucap Tania menarik tangan Mega, karena takut Mega mengucap kan hal yang tidak-tidak di depan Angga.
"Ngga, aku masuk dulu ya" ucap Tania.
"Ia nia"
"Kalian semakin akrab aja ya, tadi kamu juga sudah berani memanggil pak Angga dengan nama nya aja" ucap Mega berjalan bersama Tania.
"Gak lah, dari kemarin aku juga menyebut nya seperti itu, tapi kadang-kadang aja" jawab Tania.
"Ooh begitu ya, ngomong-ngomong, kalian sudah sangat dekat ya? soal nya pak Angga jemput kamu pergi kerja"tanya Mega karena jiwa kepo nya keluar.
"Biasa-biasa aja ga, tidak ada yang istimewa nya, Angga juga tidak sengaja bertemu dengan ku di jalan, maka nya kami pergi kerja bersama" jawab Tania dengan senyuman berbohong.
"Bagaimana kencan kamu dengan Danu, apa berjalan lancar?" tanya Mega karena dia kemarin mengetahui bahwa Tania dan Danu akan pergi makan malam bersama.
"Kami tidak berkencan ga, kami hanya makan malam biasa, tidak ada juga hal yang istimewa nya"
"Ah, yang beneeerr, aku pikir, Danu akan menyatakan perasaan nya sama kamu"
"Jadi kamu tau, kalau Danu menyatakan perasaan nya sama aku"
"Haa, Danu beneran menyatakan perasaan nya sama kamu nia, berarti bener dong dugaan ku" ucap Mega.
"Jadi kamu belum tau ga, aku kira kamu bilang tadi, kamu sudah tau"
"Aku hanya berpikiran nia, soal nya aku lihat dia seperti nya suka sama kamu" jawab Mega.
__ADS_1