
"Ia, karena aku ingat kamu, jadi aku beli ini buat ngasih kamu" jawab Angga.
"Maaf ya, aku tak bisa ngajak masuk, soal nya sudah jam segini, gak enak nanti sama tetangga ngga, takut di kira ngapa-ngapa lagi, kalau aku ajak kamu masuk ke dalam" ucap Tania.
"Ia tidak apa nia, aku ngerti kok, aku juga gak mau di dalam rumah jam segini, apa lagi rumah cewek, ya udah, aku pulang dulu ya"
"Ia, hati-hati di jalan, dan terimakasih donat nya"
"Sama-sama, di habisin ya"
Angga pun pulang dari rumah Tania, setelah melihat Angga pulang, Tania masuk ke dalam rumah, dan mengunci pintu nya.
"Ada apa Angga malam-malam ke sini nia?" tanya Meisa yang sedang duduk menonton televisi.
"Ngasih ini ni" jawab Tania menunjukan bungkusan bergambar donat.
"Waahh, dia baik banget ya sama kamu, datang ke sini cuma ngasih itu"
"Ia, aku juga gak tau kenapa, mana dia nungguin juga tadi" ucap Tania sambil berjalan menuju kursi di mana Meisa duduk.
"Buka dong, aku mau rasain"
"Ia, ni aku buka" Tania dan Meisa makan donat yang di berikan Angga.
"Eh, kok Angga baik banget sih sama kamu nia, apa jangan-jangan dia itu sebenar nya suka sama kamu, tapi dia belum ngungkapin aja perasaannya ke kamu" ucap Meisa sambil makan donat.
"Gak mungkin sa, kamu jangan ngaco deh, gak mungkin Angga suka sama aku, aku ini siapa, tidak ada bandingan nya sama dia"
"Bisa aja dia tidak mandang uang atau status kamu, kalau nama nya cinta itu, tidak memandang status nia"
"Sudah lah sa, kamu jangan ngomong gitu lagi, itu membuat ku berharap lebih dengan nya, bagaimana jika dia tidak suka dengan ku, bagaimana dia baik cuma karena aku teman nya sejak sekolah dulu, kan itu bikin aku sakit hati"
"Ok ok, aku tidak ngomong gitu lagi"
"Ya sudah lah, aku mau ganti baju dulu"
"Nanti kamu keluar lagi kan?"
"Aku mau tidur, udah malam banget, besok mau kerja, kamu enak, besok kamu sift siang"
"Baik lah, kalau gitu aku masuk ke kamar juga lah, tak enak lah nonton sendirian"
Tania dan Meisa masuk ke kamar nya masing-masing.
Keesokan harinya.
Tania yang sedang bersiap-siap pergi ke kantor, mendengar suara ketukan pintu di rumah nya.
__ADS_1
"Meisa siapa itu?"panggil Tania dari kamar nya, karena kamar Tania dan kamar Meisa bersampingan.
"Meisa, kamu belum bangun?"teriak Tania lagi, karena tidak mendengar jawaban dari Meisa.
"Meisa pasti belum bangun, ya sudah lah, aku saja yang buka pintu" Tania pun keluar membuka pintu.
"Selamat pagi Tania" sapa Angga yang ada di depan pintu rumah Tania, tentu saja itu membuat Tania kaget.
"Angga, kenapa kamu ada di sini? aku mau pergi kerja" ucap Tania.
"Sama aku juga mau pergi kerja"
"Terus kenapa kamu di sini"
"Aku mau mau jemput kamu, jadi kita pergi kerja nya barengan aja"
"Bukan nya rumah kamu dan rumah ku lumayan jauh ngga, kenapa kamu tidak langsung ke kantor aja"
"Aku mau pergi kerja nya sama kamu, apa tidak boleh"
"Bukan gitu ngga, ya sudah lah, aku ambil tas dulu" ucap Tania lalu dia masuk ke dalam mengambil tas.
"Ayo kita berangkat sekarang" ucap Tania keluar dari rumah.
"Ia" jawab Angga.
Lalu mereka pun pergi ke kantor bersama menggunakan mobil Angga.
Setibanya di kantor, karyawan yang melihat Angga membukan kan pintu mobil buat Tania langsung bermata tajam, seperti siap untuk menggosip.
"Angga, kamu gak usah repot-repot bukain pintu mobil, aku bisa buka sendiri, gak enak di lihat sama karyawan lain nya" ucap Sasya, sambil keluar dari mobil.
"Tidak apa kali sya, kamu kok seperti baru kenal aku aja" ucap Angga.
"Kamu duluan aja ngga, aku nungguin Mega di sini" ucap Tania dengan wajah tidak enak.
"Baik lah, aku duluan ya" ucap Angga.
"Ia, terimakasih ya tumpangan nya ngga"
"Sama-sama" setelah Angga pergi, Tania pun dengan perlahan berjalan masuk ke dalam kantor.
"Tania" panggil Mega dari belakang Tania dan berjalan mendekati Tania, Tania berdiri menunggu Mega.
"Mega, tumben kenapa baru datang" ucap Tania, setelah Mega telah sampai di dekat nya.
"Aku tadi telat bangun nia, kamu pergi dengan siapa?"
__ADS_1
"Kenapa kamu bertanya seperti itu"
"Soal nya tadi aku lihat bus yang biasa nya kamu naiki baru saja tiba di halte yang di depan kantor"
"Dengan Angga"
"Haa, dengan pak Angga, aku tak salah dengar ni"
"Tidak, harus aku teriak di telinga kamu ga"
"Ok ok, kenapa kamu bisa pergi bersama pak Angga, tidak biasa nya pak Angga pergi ke kantor jam segini"
"Aku juga tidak tau, sudah lah, ayo kita masuk"
Tania dan Mega pun masuk ke dalam kantor, tetapi mata karyawan yang di sana sebagian tertuju pada Tania, dengan tatapan yang tidak menyenangkan.
"Tania, apa ada yang salah dengan kita, kok mereka melihat kita seperti itu" ucap Mega.
"Sudah pasti mereka bergosip tentang aku lagi" jawab Tania.
"Bergosip soal apa lagi nia?"
"Ya karena aku pergi ke kantor dengan Angga tadi, upps maksud ku pak Angga"
"Sudah lah, jangan di hiraukan, mereka itu mungkin iri aja sama kamu, mereka kan tidak pernah dekat dengan pak Angga, ya tidak sedekat kamu dengan pak Angga"
"Ia, aku juga males mendengarkan ocehan mereka, ya anggap saja angin lalu, aku di sini untuk berkerja, bukan mendengarkan gosip mereka"
"Bagus lah kalau kamu berpikir seperti itu"
Setibanya di dalam ruangan Tania, saat tiba di meja Tania dan Tania hendak meletakan tas di atas meja, terlihat ada coklat dan minuman di atas meja.
"Coklat dan minuman siapa ini?" tanya Tania pada Mega.
"Jelas untuk kamu lah, kan itu di meja kerja kamu, tak mungkin untuk orang lain kan" jawab Mega.
"Siapa yang kasih ini, aku tidak pernah beli ini"
"Yang benar kamu, coba lihat, apa ada surat atau apa gitu"
"Gak ada ga, cuma coklat sama minuman doang"
"Ya sudah lah, di makan aja, kan itu di meja kamu, mungkin orang itu sengaja memberikan nya pada mu, tapi gak mau kamu tau siapa yang memberikan nya"
"Tapi ga, kalau misal kan ada sesuatu di dalam minuman itu bagaimana, aku jadi takut"
"Ada sesuatu apa sih nia, siapa juga yang mau meracuni kamu, jika ada yang mau meracuni kamu, aku yang akan membunuh orang itu, haha"
__ADS_1
"Mega, kamu ini"