
"Karena sekarang kita sudah jadi kekasih, besok aku mau umumin ke kantor, bahwa kamu adalah kekasih aku" ucap Angga.
"Jangan bilang ke orang kantor ngga, karyawan kantor jangan sampai ada yang tau, kalau kita pacaran"
"Kenapa nia? kamu tidak suka ya jika ada yang tau kalau kita berpacaran"
"Bukan gitu, aku tidak mau timbul gosip-gosip yang tidak enak nanti nya, nanti aku malah gak nyaman kerja ngga, kemarin aja waktu aku belum jadi pacar kamu, dan karena Angek datang ke kantor, aku di tuduh jadi selingkuhan kamu, maka nya aku tidak mau jika karyawan di kantor kalau kita berpacaran"
"Kok kamu gak bilang ke aku, kalau di kantor sempat ada gosip seperti itu nia, seharus nya kamu bilang ke aku, biar aku bisa atasi"
"Karena aku gak enak sama kamu ngga, gimana pun kita sudah jadi teman, terus bingung mau bilang ke kamu nya itu gimana"
"Tania, seharus nya, jika ada sesuatu yang membuat beban pikiran kamu, kamu bilang sama ku, apa lagi iti perusahaan Ayah ku, kamu cerita aja sama ku nia, agar kamu tidak jadi beban pikiran"
"Sudah lah ngga, itu juga sudah berlalu, aku hanya tidak mau karyawan di perusahaan mu tau kalau kita berpacaran, aku belum siap jika nanti aku di introgasi sama mereka"
"Kalau kamu mau nya gitu, aku turuti nia, yang penting itu hal yang nyaman buat kamu, nia, aku boleh minta sesuati gak sama kamu" ucap Angga
"Mau minta apa ngga?"
"Aku mau kamu tidak ninggalin aku lagi, kayak waktu kita berteman dulu, jika ada masalah, kamu langsung bilang sama aku, atau kamu bisa cerita sama aku, jika aku ada berbuat salah, kamu tegur aku, dan nasehati aku, aku harap hubungan kita bisa bertahan hingga ke pelaminan nanti" ucap Angga dengan mata yang serius menatap Tania.
"Ia ngga, aku akan lakuin itu, kamu juga ya, jika ada masalah cerita sama aku"
"Ia"
Di hari itu, adalah hari yang sangat spesial buat Tania dan Angga, di hari itu mereka jadian, tanpa dugaan, dan ada rencana, Tania tidak menyangka, bahwa Angga juga menyukai nya sejak sekolah dulu, mereka saling menyukai sejak dulu, namun mereka tidak ada sempat saling mengungkap kan, hingga waktu mempertemukan mereka kembali. Apa mereka jodoh? kita tidak ada yang tau, dan bagaimana perjalanan hubungan mereka, kita juga tidak ada yang tau.
__ADS_1
Tania di antar pulang oleh Angga, terlihat di wajah Tania, yang sangat bahagia, karena dia menantikan hal itu, dan akhir nya terjadi, sebelum nya di berpikir, bahwa Angga tidak ada rasa pada nya, bahkan dia sempat berpikir ingin menjauhi Angga, namun siapa sangka, Angga malah mengungkap kan perasaan nya pada Tania. Tentu saja tanpa berpikir panjang Tania menerima cinta Angga, tapia Tania masih belum siap jika hubungan nya di ketahui oleh karyawan di perusahaan Angga apa lagi di ketahui oleh orang tua Angga.
"Tania, kamu sudah pulang?" tanya Meisa yang melihat Tania masuk ke dalam rumah.
"Ia sa"jawab Tania dengan sumringah dan duduk di samping Meisa yang sedang duduk di depan televisi.
"Ku lihat, di wajah mu itu, sangat berbinar-binar, apa ada hal yang membuat mu bahagia?" tanya Meisa dengan jiwa kepo nya.
"Tentu saja ada" jawab Tania.
"Apa tu nia, aku mau tau"
"Eemm, hayoo tebak, apa yang membuat ku bahagia seperti ini"
"Iihh kamu, malah main tebak-tebakan dengan ku, tinggal bilang aja kok"
"Mmmpp, kamu dapat bunga"
"Bukan"
"Mmpp kamu dapat coklat"
"Bukan juga"
"Terus apa doonngg, udah lah, bilang aja langsung nia, aku makin penasaran ni"
"Angga mengungkap kan perasaan nya dengan ku" jawaban Tania sentak membuat Meisa kaget.
__ADS_1
"Haa, Angga mengungkap kan perasaan nya dengan kamu, aku tidak salah dengar ni"
"Biasa aja dong sa, apa harus aku bilang nya di gendang telinga kamu langsung"
"Yaa aku kaget aja nia, aku gak nyangka, Angga yang mengungkap kan perasaan nya ke kamu, kan benar apa kata aku, kalau dia itu ada rasa sama kamu nia, kamu aja yang tidak berani bilang sama Angga"
"Ia, tapi aku siapa yang bisa berani mengungkap kan perasaan ke Angga"
"Terus, bagaimana kelanjutan nya, kamu terima dong"
"Ia, dan kami akhir nya jadian" jawab Tania tersenyum senang.
"Wiihh, bagus tu, aku bisa minta beli makanan banyak-banyak sama Angga"
"Meisa, malu tau, masa minta beli kan makanan sama Angga, baru juga jadian"
"Hahaha, bercanda kali nia, aku juga tidak mau minta sama Angga, gimana pun aku juga mikir kan perasaan kamu nia"
"Terimakasih sa"
Tania terlihat sangat bahagia, berbeda jauh dengan hari-hari sebelum nya, hari-hari sebelum nya dia memang terlihat bahagia, namun di hati nya masih ada kesedihan dan kebahagian di luar hanya menutupi rasa sedih nya itu. Sedih karena tidak bisa melupakan Angga, sedih karena teringat selalu akan Angga, tetapi sekarang itu hal yang wajib dia lakukan, sebab Angga adalah kekasih nya, dan sudah sewajar nya jika dia selalu terpikirkan oleh Angga.
"Di hari ini adalah hari yang sangat membuat ku bahagia, aku akan mencatat tanggal ini, perasaan ku pada Angga akhir nya terbalas kan, aku tidak menjadi cinta yang bertepuk sebelah tangan, aku akan menjaga hubungan ini, sampai kapan pun, tapi aku belum siap jika orang tua Angga mengetahui hubungan kami, bagaimana jika nanti orang tua Angga menyuruh ku menjauhi Angga dengan mengasih uang pada ku seperti yang di film-film, aaahhh sudah lah, jangan pikir kan hal yang belum terjadi, tapi jika hal itu terjadi apa yang harus aku lakukan, jika Angga lebih memilih orang tua nya dan bukan aku, bagaimana bisa aku mempertahan kan hubungan kami, dan jika nanti Angga di jodohkan sama wanita yang sepadan dengan nya, bagaiman aku menghadapi nya nanti"
ucap Tania di kamar sambil berbaring di atas kasur dengan wajah gelisah.
"Sudah nia, jangan pikirkan itu lagi, kamu baru juga jadian, sudah memikir kan banyak hal yang belum terjadi, kamu jalani aja dulu hubungan ini, mudahan aja bisa bertahan sesuai rencana, jika jodoh, aku dan Angga akan bertahan, tapi jika tidak jodoh bagaimana pun aku mempertahan kan nya akan putus juga" ucap Tania pada diri nya sendiri, untuk menyemangati diri nya menjalani hubungan nya dengan Angga
__ADS_1