CINTA YANG RUMIT

CINTA YANG RUMIT
Episode 1


__ADS_3

Aku Eca. Aku anak ke lima dari keluargaku. Ayah ibuku udah bercerai dari aku kecil. Jadi dimasa kecilku aku cuma bisa berimajinasi sendiri gak ada yang nemenin. Kakak kakaku semua sekolah, ayah kerja, dan ibupun bekerja diluar kota.

__ADS_1


    Disaat aku sudah remaja, aku jarang untuk berteman dengan orang baru. Jadi aku suka berdiam diri saat disekolah. Aku cuma punya tuga sahabatku dari masa kecil. Dia adalah Rana dan Arif. "Ca, besok aku nebeng kamu ya berangkat sekolahnya" ucap Rana. "Iya Ran, besok aku tunggu dirumah ya" jawabku. "Makasih Ca, soalnya besok mamahku mau berangkat pagi ke kantor"ucap Rana sambil peluk aku. "Iya Ran, tapi lepasin pelukanmu itu, malu dilihat orang orang. Nanti dikira LGBT" ujarku, kita tertawa lepas dan orang orang disekitar langsung jatuh mata melihat aku dan Rana. Aku sama Rana langsung pergi dari pandangan semua orang.

__ADS_1


"Rana, ayo bangun udah pagi. " Sudah biasa papa bangunin aku tiap pagi, walaupun aku bukan anak kecil lagi tapi aku sudah terbiasa dimanja papa. "Eemmhh, iya pa" jawabku lesu karna aku masih ngantuk. "Papa berangkat kerja dulu ya nak. Pagi ini papa ada meeting jadi berangkat pagian. Nanti kamu berangkat sama sopir ya". " Iya pa, hati hati dijalan" jawabku. Aku langsung bergegas untuk mandi. Selesai siap siap aku langsung turun ke bawah untuk sarapan pagi. "Non, sarapan udah siap" ucap mba yang kerja dirumahku."Iya mba, mba tolong siapin botol minumku ya,"ucapku. "Baikn,non". "Eca!" Suara Rana dari kejauhan. " Iya masuk dulu Ran" jawabku. " Kamu udah sarapan Ran?"tanyaku. "Udah tadi Ca. Oh iya kakakmu pada dimana kok kamu sarapan sendiri?"tanya Rana. "Udah biasa Ran, kakakku masih siap siap. Yuk berangkat" jawabku dan aku langsung beranjak dari meja makan. "Mba aku berangkat dulu ya" pamitku sama mbaku. "Iya non, hati hati."

__ADS_1


       Disekolah. "Ca, tugas IPA kamu udah selesai belum?" Tiba tiba ada suara cowo dari arah belakang. Ternyata Arif. Aku sudah menduga kalo arif mau nyalin tugas ini. Udah biasa dia kalo ada tugas pasti gak pernah dia kerjain. " Udah nih, aku udah tau maksud kamu Rif, " ujarku. Arif terkekeh dengan ucapanku dan dia langsung ambil buku tugasku. Kami bertiga berjalan menuju kelas. "Ca, kamu nanti malam ada acara gak?" Tanya Rana. "Emh kayaknya enggak deh, emang kenapa? Jawabku. "Kita nongkrong yuk, sekali kali lah biar gak bete dirumah tetus" ujarnya. "Coba deh aku tanya papaku dulu." Rana pun mengangguk. Setelah pulang sekolah, aku masih menunggu sopirku didepan gerbang sekolah. "Hey Ca" sapaan dari jauh. Aku masih mengamati siapa itu. Dan aku gak kenal sama dia. "Kenalin, aku fajar." Ucapnya sambil menjulurkan tangannya. Akupun tersenyum malu karena banyak siswa yang masih nunggu jemputan digerbang sekolah. "I.... Iya. Aku Eca" jawabku gugup. "Kamu lagi nunggu jemputan ya?" Tanya Fajar. " Iya nih. Eh udah dulu ya aku udah dijemput tuh. Bye." Ujarku sambil meninggalkan cowo itu. ,Sesampai dirumah, aku langsung masuk kamar dan aku mau istirahat. Ting! Ada pesan masuk. Tapi aku males membukanya. Pasti itu papa ngingetin makan siang. Aku mengabaikan pesan itu dan aku tertidur. "Eca, ayo bangun makan dulu" ucap papa. "Iya pa, duluan aja aku lagi gak mau makan."jawabku. "Kamu tadi siang gak makan loh. Jadi kamu harus makan dulu. Biar kamu gak dakit."ujar papa. "Iya pa aku bangun. Pa, nanti aku mau nongkrong sama Rana boleh gak pa.?" Tanyaku sama papa. "Mau kemana nak, gak baik loh cewe keluar malam."jawab papa dan senyum tipis. "Ayolah pa, aku cuma sebentar doang kok. Jam sembilan aku pulang deh."rayuku. "Iya udah. Ingat ya jam sembilan harus pulang" papapun mengijinkanku." Aku bawa mobil sendiri ya pa. Aku mau berangkat sama Rana" papa hanya menghela nafas dan pergi dari kamarku.

__ADS_1


Ting! Pesan dari Rana. 'Ca nanti berangkat jam tujuh ya' Aku cuma membaca pesan dia dan langsung mandi terus siap siap. "Pa mana kunci mobil?" Tanyaku. "Itu dikotak kunci\, bawa mobil yang silver ya\, yang putih mau dipake kakak ke Mall."jawab papa. Aku tidak merespon kata kata papa dan langsung pamit pergi. " Hati hati nak\, jangan kebut kebutan" ucap papa. "Iya pa\, dah papa". Aku langsubg tancap gas menuju rumah Rana. Kebetulan rumah Rana gak jauh dari rumahku paling jarak 200 meteran. "Hai\, Ran kamu sudah nunggu ya" sapaku. Ternyata Rana udah nunggu didepan gerbangnya. "Engga kok\, aku baru keluar mau chat kamu eh kamu nongol hehe" ujarnya. "Kita mau kemana?" Ucapku. "Kita ke cafe ***" jawab Rana. Sesampai dicafe aku melihat cowo yang pas di gerbang sekolah itu. Dan Rana menuju kearah sana. Dan ternyata dia teman Rana juga. " Ran kok kita nongkrong sama anak cowo si?"ucapku malu karena gak terbiasa dengan cowo cowo rame. "Hehe kita juga satu sekolah kok Ca." Ujar Rana dan mempersilahkan aku untuk duduk. " Kamu mau minum apa Ca?" Aku kaget fajar tiba tiba pindah duduk disebelahku. "Emmh a..aku thai tea aja." Jawabku gugup duduk sama cowo yang baru aku kenal. "Oke" jawab dia. Lalu kita ngobrol gak kerasa udah jam setengah sembilan. Akupun langsung pamitan untuk pulang. "Ran aku mau pulang kamu mau ikut sekalian apa gak?" Tanyaku disela obrolannya. " Aku pulang nanti ajalah sama Rendi. Kamu sendirian gak papa kan Ca" ujarnya. "Oh oke lah\, gak papa kok" jawabku dan aku langsung bayar pesananku. "Udah gak usah bayar\, biar aku aja yang bayar. Berapa mba?" Ucap fajar. Dalam batinku dia dia dia. Kenapa dia lagi. "Eh gak usah biar aku bayar sendiri aja"ucapku. "Udah sekalian aja sama punyaku"ujarnya." Iya. makasih ya" ucapku dan aku langsung pergi menuju parkiran. "Ca\, aku boleh gak minta nomor WA kamu?" Kebiasaan Fajar ngomong tiba tiba gak sapa dulu bikin orang kager aja. "Emh\, iya boleh catat ya\, 083****."ucapku. "Makasih ya\, nanti kontakku kamu save back ya"ujarnya. "Iya. Ya udah aku pulang dulu ya" ucapku. "Hati hati dijalan Ca"ucapnya. Aku cuma tersenyum dan masuk mobil terus pulang.

__ADS_1


__ADS_2