
Keluarga Ibrahim baru saja datang di depan ruangan Elvan. Mereka sedang menunggu dokter keluar.
Namun Husain sangat terkejut dengan kehadiran seorang wanita yang sangat ia kenali, lalu ia pun bertanya kepada wanita itu. "Kau adalah Liora kan?"
"I-iya tuan. Tapi kenapa tuan mengenal saya?"Ujar Liora.
Raut wajah Husain pun berseri bahagia, karena dirinya bisa menemukan keberadaan Liora.
Akhirnya ia bisa menepati janjinya kepada kakak'nya untuk menemukan liora, namun ia bingung kenapa Liora ada di depan perawatan Elvan,
"Liora bisakah kau memberi tau saya kenapa kamu disini?"
"Aku disini ingin mengetahui kondisi suamiku Elvan tuan."Jawab'nya.
Seluruh keluarga merasa bingung dengan kedekatan liora dengan Husain, setau mereka Husain dan Liora tak pernah bertemu.
"Sejak kapan kalian saling mengenal?"Ucap Annisa.
Saat Husain akan menjelaskan kenapa dirinya bisa mengenal dengan liora, sudah lebih dulu seorang dokter keluar dari perawatan elvån.
"Keluarga pasien?"
"Iya dok, gimana kondisi elvan?"
Dokter itu menjelaskan kalau Elvan tak mengalami luka yang parah.
Najwa pun langsung berkata apa dirinya boleh menjenguk anaknya.
Dokter itu menjawab kalau Keluarga Elvan sudah boleh menjenguk Elvan. Setelah dokter berkata seperti itu ia pun berpamitan kepada keluarga Ibrahim.
Satu persatu anggota pun masuk kedalam untuk melihat keadaan Elvan.
Saat sudah sampai di dalam mereka melihat tubuh Elvan yang sedang terbaring dengan jarum infus yang menancap di tangannya.
Najwa lalu duduk di deket ranjang yang di tiduri oleh putranya.
"Sayang kenapa kamu jadi seperti ini lagi?"Ujar Najwa sambil membelai rambut anaknya.
Kedua istri Elvan hanya diam saja sambil menyaksikan kasih sayang seorang ibu kepada anaknya.
Mereka pun berjanji pada diri mereka sendiri bahwa mereka akan mencintai anak-anak'nya, entah itu darah dagingnya sendiri atau anak tirinya mereka tak akan pernah membeda-bedakan kasih sayangnya.
'Elvan aku bersumpah kalau akan akan mencintai anak-anak kita kelak walaupun anak-anak akan berbeda ibu nanti'nya' Batin Liora dan Fatimah.
Tak berangsur lama Elvan pun membuka matanya perlahan, ia melihat sekeliling ruangan yang banyak orang.
"A-air" Elvan berkata dengan lirih.
Bunda Najwa pun dengan cekatan mengambilkan air dan memberikannya kepada sang putra.
__ADS_1
Setelah meminum air putih Elvan pun perubah posisinya menjadi duduk dan ia melihat sekeliling ruangan ia melihat seluruh anggota keluarganya ada di sini.
"Kalian semua ada disini?"Elvan berbicara dengan lirih.
"Kamu mengenal kami semua el?"Ucap Oma Anisa.
Elvan pun mengerutkan keningnya mendengar perkataan sang Oma, "Tentu saja aku mengenal kalian? Kalian semua kan memang keluarga ku"Ucapnya.
Keluarga besar Ibrahim merasa bahagia karena Elvan sudah kembali mengingat kembali tentang keluarganya.
Liora dan Fatimah pun mendekati suami mereka dan menanyakan kondisi suami'nya.
"Mas Elvan gimana kondisi kamu apa kamu sudah baikan?"Ucap liora dan Fatimah secara bersamaan.
Namun entah mengapa tiba-tiba Elvan melupakan kalau dirinya sudah menikah, bahkan ia tak mengingat kenangan bersama Liora, seakan-akan Allah mengambil ingatan tentang Liora.
Nenek adiba yang mengetahui kalau Elvan tak mengingat siapa istrinya, adalah kesempatan yang terbaik buat menyingkirkan Liora dari kehidupan keluarga Ibrahim.
"Sayang cucu nenek dia adalah istri kamu"nenek adiba menunjuk Fatimah. Ia mengatakan kalau dia adalah istri yang baru saja Elvan nikahi.
"Lalau dia?"Saat Elvan menunjuk Liora semua orang terdiam.
Namun dengan cepat nenek adiba mengatakan kalau Liora adalah sahabat dari Fatimah.
Semua orang terkejut dengan kata-kata yang di lontarkan oleh Adiba, mereka tak percaya kalau Adiba akan berkata seperti itu.
Sama halnya dengan mereka, Liora juga terkejut dengan apa yang di katakan oleh nenek adiba. Tiba-tiba hati'nya merasa sakit.
Eyang amina pun mengatakan kepada Elvan untuk istirahat sejenak,
Elvan pun patuh dengan perintah eyangnya. Namun sebenernya ia bingung kenapa semua keluarga memanggil dirinya dengan sebutan Elvan, karena setau dirinya namanya adalah Arkan.
Karena tak ingin banyak berpikir ia pun istirahat,
Keluarga Ibrahim yang melihat Elvan sudah tertidur, langsung keluar karena mereka ingin membicarakan hal penting.
**
Di ruang pertemuan anggota keluarga sudah berkumpul.
"Liora kau lihat kan Elvan sudah tak mengingat mu lagi? Jadi aku ingin kau segera pergi dari keluarga Ibrahim!"Eyang Amina berkata dengan suara anggun dan elegan.
"Tapi eyang mas Elvan adalah suami'ku? Dan aku tak bisa meninggalkan mas Elvan karena kami saling mencintai?"
"Cinta beda agama sangat di larang keras bagi keluarga kami, mengerti kamu?!"Eyang Amina mulai meninggikan suaranya.
"Tapi saya sudah masuk Islam eyang, apa lagi saat ini saya sedang mengandung anaknya mas elvan?"Liora kembali berkata kepda keluarga suaminya.
Semua orang terdiam, walaupun mereka tak merestui pernikahan Elvan dengan Liora namun di dalam perut Liora ada darah daging Keluarga Ibrahim.
__ADS_1
"Baiklah kamu akan tinggal di kediaman Anissa dan Elvan dan sang istri akan tinggal di kediaman Najwa."Ujar eyang amina.
Liora Kembali terkejut ia tak ingin di pisahkan dengan Elvan namun ini adalah keputusan yang sudah di buat oleh eyang amina. Ia hanya bisa pasrah saja,
"Namun setelah anak itu lahir kamu, kamu bisa pergi dari keluarga kami, dan ya jika bayi itu lahir kamu tak bisa membawanya pergi. Anak itu harus ikut dengan kami,"
Lagi-lagi kata-kata eyang amina mengejutkan mereka,
"Eyang, kenapa eyang seperti ini apa eyang tau kalau Liora adalah..."Husain belum menyelesaikan ucapannya sudah di potong oleh Liora. "Sudahlah paman aku ikhlas kok jika mereka mau nya seperti ini aku akan turutin"Liora berkata dengan lembut.
"Husain sebaiknya kau kesampingkan masalah ini dulu? Karena kamu harus mengenalkan keluarga barumu?"Ucap eyang Akhbar.
"Fatimah,"Panggil Najwa dengan lembut.
"Iya bunda"
"Sebaiknya kamu temani suami kamu kasian jika dia sendiri?"
"Baik bunda, kalau gitu Fatimah pamit dulu. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,"
"Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh,"Ucap mereka semua.
Husain merasa kasian kepada liora, andaikan kakak'nya ada di sini mungkin liora tak akan jadi seperti ini. Namun takdir Allah tidak ada yang tau, ia hanya bisa berdoa agar cinta Liora dan Elvan bisa bersatu lagi.
Liora pun langsung pergi dari ruangan tempat kumpulnya Keluarga Ibrahim.
**
Di ruangan Elvan, Fatimah sedang menemani suami'nya yang sedang tertidur.
"Mas elvan maafkan saya jika kehadiran saya membuat hubungan mas elvan dengan mba Liora jadi berantakan. Sebenernya aku juga tidak ingin menjadi pihak ketiga di hubungan kalian,"
Fatimah sangat menyesal karena terlah menerima tawaran kiyai Akhbar untuk menikah dengan elvan yang belum ia tau siapa elvan Sebenernya.
Namun nasi sudah menjadi bubur, mungkin ini adalah takdir Allah yang harus ia jalani.
***
"Mas aku hamillll"
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
SAKSIKAN TERUS KELANJUTAN CERITA CINTA YANG RUMIT.
__ADS_1
JANGAN LUPA UNTUK LIKE KOMEN END VOTE YGY.
TERIMA KASIH.