
Di sebuah mobil Mercedez terdapat seorang wanita setengah baya. Yang sedang memantau seseorang dari mobilnya,
Tak lupa juga dengan anaknya yang ikut berperan membantu sang mama, untuk mengambil Liora dari tangan Elvan. Ia juga sudah mengabari keluarga Liora, bahwa saat ini Liora berada di kediaman keluarga Ibrahim.
"Apa semuanya sudah siap sayang?"Tanya Nyonya Varischa.
"Sudah mah,"Jawab Calvin dengan singkat.
Varischa lalu mengabari suruhannya bahwa semua persiapan sudah siap tinggal menunggu mangsanya tiba.
***
Sementara itu seorang pria yang tak lain adalah Elvan sedang membeli makanan yang di minta oleh istrinya, karena penjualnya ada di sebrang jalan Elvan berinisiatif untuk menyebrang jalan yang terlihat ramai dengan kendaraan berlalu lalang.
Saat baru setengah jalan ada mobil murih melaju cukup kencang mengarah kepadanya,
Namun tiba-tiba kepalanya merasa pusing, karena ingatannya kembali berputar seperti CD.
Dan 'BRAKKK' Tubuh Elvan terpental cukup jauh,
Warga yang melihat kejadian tersebut langsung mendekatinya, dan mereka berusaha menolong'nya dengan cara menelpon ambulans. Namun orang yang menabrak Elvan berhasil kabur.
Berapa saat kemudian ambulans datang dan membawa Elvan ke rumah sakit.
***
"Apaaaa?!"Teriak seorang wanita yang barusa saja mengangkat panggilan dari seseorang.
"Ra ada apa?"Nafi berkata kepada Liora.
Saat ini Liora sedang mengobrol dengan sahabat-sahabatnya membicarakan tentang pernikahan Elvan yang di gelar dengan tiba-tiba, tapi ia di kagetkan dengan telepon yang mengatakan kalau suami'nya mengalami tabrak lari.
"Mas Elvan mengalami tabrak lari."Ucap Liora yang sedikit terbata-bata,
"Apa? Kamu ga becanda kan liora? Mana mungkin Elvan mengalami tabrak lari?"Syafa berbicara yang lumayan keras membuat berapa maid mendengar pembicaraan mereka.
Lalu salah satu dari maid mengabari ke anggota yang lain bahwa tuan muda Elvan mengalami tabrak lari.
Kiyai Akhbar pun memanggil liora dan temen-temen'nya. Ia ingin mendengar langsung dari mulut mantu'nya itu.
"LIORA APA BENER BAHWA ELVAN MENGALAMI TABRAK LARI?!"
Namun Liora hanya diam saja ia tak bisa berkata apa-apa lagi.
"Kalau orang tua ngomong tuh di jawab bukan hanya diam saja? Apa kau tak di ajarkan tata krama oleh keluarga mu?"Ucap ketus Adiba, ia sudah sangat muak dengan dengan kehadiran wanita ini di dalam keluarga besarnya.
__ADS_1
"Mba ajarin tuh mantu emba yang ga punya tata krama?"Sambungnya kepada kakak perempuannya.
Oma Anisa dengan dingin kembali bertanya kepada mantu yang tak di harapkan oleh keluarganya. "Liora apa bener cucu saya mengalami kecelakaan?"
Namun lagi-lagi Liora tak menjawab seakan-akan lidahnya kelu untuk berbicara. Dengan perasaan campur aduk ia pergi meninggalkan mereka semua. Ia ingin pastikan bahwa semua itu adalah bohong.
Syafa yang tak ingin Liora di marahi keluarga dari Elvan, langsung menjawab pertanyaan mereka semua. Ia mengatakan bahwa dirinya sudah menelepon pihak rumah sakit yang mengabari Liora, dan itu benar kalau Elvan mengalami tabrak lari.
Najwa yang baru saja bertemu dengan putra harus kembali menelan pil pahit yang ia hadapi, kenapa harus Elvan yang mengalami kejadian seperti ini. Perlahan-lahan kesadarannya mulai menghilang.
Lalu Mereka semua langsung pergi ke rumah sakit guna melihat kondisi Elvan,
Opa Zain sudah menyuruh seluruh bodyguardnya untuk mencari pelaku yang sudah menabrak cucu kesayangannya. Tak lupa juga ia menyuruh asisten pribadi'nya juga.
***
Saat sudah sampai di rumah sakit opa Zain bertabrakan dengan seorang pria yang membuat semua keluarga mematung.
"Ayah?"
"Husain?"
Mereka mengucapkan dengan bersamaan, mereka tak menyangka kalau harus bertemu dengan seseorang yang sudah lama pergi dari kediaman Ibrahim.
"Buat apa ayah disini apa bunda, kakak atau Ade baik-baik saja?"Ucap Husain.
"Ayah saya berhak tau!"Husain mulai meninggikan suaranya.
"Siapa dirimu yang berhak tau? Semenjak kamu pergi dari rumah kita sudah tak memiliki hubungan apa-apa lagi? Kau paham tuan Husain Zubir Malik!"Zain tak kalah dinginnya dan mulai menaikkan nada suaranya.
Akhbar melerai perdebatan mereka, karena saat ini mereka berada di rumah sakit apa lagi sudah banyak pengunjung rumah sakit yang sedang memperhatikan keluarganya.
Kiyai Akhbar membawa keluarga dan juga Husain ke ruang Pribadi'nya, karena rumah sakit ini milik keluarganya.
Saat mereka sampai di ruangan kusus kiyai Akhbar menatap tajam seluruh keluarganya.
"Husain buat apa kamu disini?"
Husain pun menceritakan kalau saat ini anaknya sedang mengalami luka yang cukup parah karena berapa bulan yang lalu ada seorang perampok yang mengajar anak'nya sampai terluka parah, dan anaknya terkena tusukan pisau di bagian perutnya.
"Siapa nama putramu kami tak pernah mengetahui kalau kau memiliki seorang anak?"Ujar Abimanyu kepada keponakannya.
"Saya memiliki dua orang anak, pertama Azizah cahaya shakeera dan yang kedua Bagas vernando Zubir."Ucap Husain.
"Entah kenapa saya sangat tidak asing dengan nama Azizah?"Kata Abimanyu dan Gunawan bersamaan.
__ADS_1
Mereka pun mengingat-ingat kembali siapa pemilik nama itu, karena nama itu sangat tidak asing baginya.
"Apa Azizah yang kalian maksud adalah Azizah yang mendonorkan darahnya kepada putraku?"Ujar seseorang yang baru saja datang.
"Najwa,"
"Kak jawab saya? Apa bener Azizah yang sama dengan Azizah yang mendonorkan darahnya kepada elvan?"kata Najwa.
Para generasi mudah yang baru datang di anggota keluarga Ibrahim hanya menyimak saja pembicaraan mereka. Karena mereka masih belum mengetahui silsilah keluarga Ibrahim.
Husain lalu mengeluarkan selembar foto yang selalu ia bawa kemanapun ia pergi, dengan perlahan ia menunjukkan foto putrinya kepada keluarganya.
DEGH' Jantung mereka seakan-akan berhenti berdetak, mereka tak menyangka kalau orang yang menyelamatkan Elvan adalah anak dari Husain.
"Jadi Aziza Adalah anak kamu?"Ucap opa Zain.
"Bener yah dia adalah putriku, putri yang sangat aku cintai."Ucap Husain dengan sedih.
"Dan lalu kenapa kalian ada di sini?"
"Elvan mengalai kecelakaan."Ucap kiyai Akhbar.
"Siapa elvan?"
Opa Zain pun menceritakan siapa Elvan dan kenapa Arkan mengganti namanya menjadi Elvan karena tragedi kecelakaan pesawat yang membuat Elvan harus kehilangan ingatan nya, bahkan saat ini dia masih blm mengingat siapa keluarganya.
Husain meminta izin kepada kakek Akhbar, ayah Zain,. dan ibu Anissa, ia ingin sekali bertemu dengan keponakan'nya.
Walaupun sebenarnya ia ingin sekali memeluk orang tuanya namun ia urungkan, ia takut jika mereka marah kepada'nya.
Mereka semua langsung pergi ke ruangan di mana Elvan di rawat. Saat mereka sudah sampai di depan ruangan mereka melihat Liora dan sahabat-sahabatnya yang sedang menunggu seorang dokter keluar dari IGD.
"Bukannya kau...?"
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
SAKSIKAN TERUS KELANJUTAN CERITA CINTA YANG RUMIT.
__ADS_1
DAN JANGAN LUPA UNTUK LIKE KOMEN END VOTE YGY.
TERIMA KASIH