CINTA YANG RUMIT

CINTA YANG RUMIT
Firasat Callista


__ADS_3

Setelah pernikahan selesai Elvan berlalu pergi dari hadapan Keluarga'nya, ia sudah sangat lelah karena kemauan keluarga harus di turutin.


Ia sedang mencari istri'nya yang sedang hamil, ia takut istri'nya marah karena meninggalkan terlalu lama. Bahkan ia mengabaikan panggilan anggota Keluarga'nya.


Karena tak kunjung menemukan keberadaan sang istri, ia berbicara kepada asisten rumah tangga'nya ia menanyakan keberadaan sang istri tercinta.


Mengetahui kalau sang istri berada di taman, ia langsung bergegas menuju ke taman. Dan betapa bahagianya ia melihat istri dan anaknya berada di situ.


Perlahan ia mendekati anak'nya yang sedang bermain. "Assalamualaikum anak papah dan istri mas Elvan,"


"Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh."Jawab Liora.


"Sayang kenapa kamu cemberut begitu? Gak baik loh jawab salam dari suami dengan cemberut?"Ucap Elvan dengan lembut.


Semenjak ia menikah dengan istri pertamanya ia sudah mulai merubah sikapnya, ia tak pernah berkata dengan kasar bahkan ia tak pernah sekalipun membentak seorang perempuan.


Liora yang mendengar ucapan sang suami langsung merubah sikap'nya, yang tadi ketus dan jutek langsung berubah menjadi istri kalem dan Sholehah.


"Maafkan aku mas? Aku emang tak pantas menjadi istri kamu, apa lagi aku banyak kekurangannya? Aku tak seperti Fatimah yang pandai agama," Ucapnya dengan lembut.


Tentu saja Elvan merasa terkejut dengan perkataan istrinya tak biasanya istri'nya berbicara seperti itu. "Haii sayang dengerin mas? Mas sangat tidak suka kamu berbicara seperti itu lagi? Karena bagi mas kamu adalah istri yang sempurna untuk aku dan anak kita? Kamu paham kan?"Ucapnya dengan suara lembut.


Liora hanya mengangguk kan kepalanya, sejujurnya ia sangat bahagia karena suami'nya masih menyayangi dirinya, tapi di lain sisi ia takut jika suami'nya berubah kepadanya Lantara ada Fatimah yang membutuhkan suami'nya juga,


"Sayang apa yang kamu inginkan sekarang hm?"


Liora menatap lekat manik mata suami'nya, ia tak menyangka kalau suami'nya mengetahui kalau dirinya menginginkan sesuatu. Ia pun langsung mengatakan kalau dirinya ingin makan makanan yang pedas asin manis. Tak lupa juga ia ingin bakso berbentuk beruang.


Elvan yang cukup aneh dengan permintaan istrinya, namun ia tetap menuruti permintaan istrinya, karena ia sangat rindu dengan tingkah nyidam istri'nya.


Lalu ia berpamitan kepada istrinya untuk mencari makanan yang istrinya minta.


***


"Papah kenapa firasat ku sangat tidak enak ya? Aku takut hal buruk akan menimpah keluarga kita?"Ucap Callista kepada suaminya


Callista sangat takut jika anaknya akan berbuat nekat hanya demi keinginan anak tirinya itu,


Tuan Tonny langsung mengalihkan pekerjaannya dan menatap sang istri. "Kamu tak perlu berpikir yang aneh-aneh? Keluarga kita tak akan kenapa-kenapa,"Ucap tuan Tonny.


Tuan Tonny sangat tau betul akan perasaan sang istri, memang dari dulu istrinya itu tak pernah berubah. Apa lagi kalau menyangkut keluarga'nya callista akan sangat cemas dan khawatir,


Saat itu perusahaannya sudah mendunia bahkan sudah menjadi perusahaan no satu di dunia, jadi banyak pesaing dan musuh dimana-mana. Saat itu putri tunggalnya baru lulus kuliah, namun nasib berkata lain putri tunggalnya harus mengalami kecelakaan karena ulah dari pesaing bisnis,


Karena tidak ada waktu untuk menjaga putrinya, ia menikahkan dengan seorang pria yang ia kenal, namun pria itu mengaku sudah tidak memiliki keluarga.

__ADS_1


Dengan pernikahan itu putrinya memiliki seorang putra, namun lagi-lagi ia harus kehilangan.


Tuan Tonny yang mengingat kejadian itu hanya bisa menghela nafas panjang, ia sampai sekarang belum bisa menemukan keberadaan cucu'nya.


Callista hanya bisa berdoa agar keluarga nya tak mengalami hal buruk seperti apa yang pernah mereka alami.


"Ya sudah kalau gitu mama istirahat dulu mungkin mama kelelahan,"Setelah berkata seperti itu callista pergi meninggalkan suami'nya.


'Mah aku tau pasti saat ini perasaan kamu masih sama dengan berapa taun silam?'Batin tuan Tonny,


Tak berselang lama datanglah asisten pribadinya yang selama ini menemani dirinya.


"Selamat siang tuan Tonny,"


"Siang."


"Apa kamu sudah tau di mana keberadaan cucu saya?!"


"Maaf tuan kami selalu gagal jika mencari keberadaan cucu tuan."


Tuan Tonny menghela nafas, ia sudah sangat lelah karena ia belum juga berhasil menemukan keberadaan cucu'nya.


"Tuan apa gak sebaiknya kita mencari data-data mengenai tuan muda muda?"Ujar asisten nya.


"Maksudnya kamu apa adel?"


Tuan Tonny pun mencerna perkataan asisten Adel, yang di bilang oleh Adel emang bener selama ganen jadi mantu'nya tak pernah sekalipun dia membicarakan tentang keluarganya,


"Yang kau bicarakan memang bener del? Sebaiknya kamu cari data-data mengenai genen menantuku itu?"


Adelardo menganggukkan kepalanya, ia langsung bergegas mencari data-data mengenai tuan genen.


**


"Astagfirullah Ya Allah apa aku mimpi? Saya tak menyangka kalau mansion'nya kiyai Ibrahim sangat besar dan indah seperti istana."Ucap seseorang pria terkagum-kagum dengan keindahan yang ada di depan matanya.


Di saat mereka sedang melihat keindahan mansion Ibrahim, mereka di kejutkan dengan kedatangan seorang pria bertubuh tinggi, besar.


"Siapa kalian? Dan amu apa kalian disini?"


"Ka-kami sahabat dari elvan."Ujar Nafi terbata-bata.


"Ijinkan kami masuk tuan?"Ucap Syafa.


Namun para bodyguard hanya menatap mereka dengan tajam dan dingin. Ia memerintahkan bawahnya untuk mengusir Nafi dan Syafa.

__ADS_1


Tentu saja mereka memberontak, karena mereka di usir secara tidak hormat.


"LEPASKAN MEREKA?!!"Suara bariton mengejutkan mereka.


Namun mereka masih kekeh tak ingin melepaskan Nafi dan Syafa, karena merasa geram Elvan kembali bersuara.


"SAYA BILANG LEPASKAN MEREKA ATAU PEKERJAAN KALIAN SAYA HENTIKAN?!"


Dengan perlahan mereka melepaskan sahabatnya Elvan.


"Huhh. syukur lah kau datang entah apa yang mereka lakukan pada kami?"Ucap Syafa.


"Ngomong-ngomong ada apa kalian kesini?"


"Kami kesini ngapain ya?"ujar Syafa.


"Dasar bodoh kita kesini itu untuk meminta penjelasan kepada elvan? Kenapa dia sampai menikah lagi?"Ucap ketus Nafi.


Elvan langsung paham arah pembicaraannya sahabatnya, ia pun meminta kepada sahabatnya untuk menunggu di taman bersama istrinya. Karena dirinya ingin membeli sesuatu buat Liora,


Dengan patuh mereka menganggukkan kepalanya, mereka pun di antar oleh bodyguard'nya menunju taman.


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,"Ucap salam mereka berdua saat memasuki rumah yang seperti istana.


"Kalian siapa?"Ucap seorang wanita mencegah jalan Nafi.


"Kami adalah sahat dari Elvan nyonya."Kata Nafi


"Kalau gitu kenalin nama saya nenek Adiba, panggil aja nenek jangan nyonya."


"Baik nyo eh nenek maksudnya."ucap mereka bersamaan.


***


BRAKK.


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...


SAKSIKAN TERUS KELANJUTAN CERITA CINTA YANG RUMIT.

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE KOMEN END VOTE YGY.


TERIMA KASIH.


__ADS_2