
Setelah pembicaraan mereka, mereka memutuskan akan saling menerima pernikahan mereka. Dan Liora juga sudah menerima sepenuhnya anak dari Elvan.
Saat ini mereka sedang berada di sebuah pantai yang indah. Dengan gulungan ombak, dan pengunjung yang berdatangan menjadi kesah yang sangat ramai.
"Jadi gimana nih?"
Syafa yang sangat penasaran langsung bertanya tentang keributan yang terlah di buat oleh mereka. Pasalnya sebelum ia pergi, ia mendengar suara yang begitu aneh di telinganya.
Karena tak tahu, dengan apa yang di bicarakan oleh Syafa, lantas Elvan bertanya. "Gimana apanya?!"
"Ih, suara ******* tadi."Ucap Syafa sambil menunjukkan muka keselnya.
Elvan langsung tersedak dengan saliva nya. Ia tak habis pikir dengan sahabat satunya ini, ada aja kelakuan nya yang membuat ia malu.
"A-apa maksud kamu? ******* apa yang kau bicarakan?"Elvan bertanya kepada Syafa.
Liora yang yang sejak tadi diam saja, hanya tersenyum misterius, lalu ia berkata. "Sayang apa kamu lupa? ******* itu loh, kan kita lagi bikin adonan,"
Bukannya melerai obrolan ini, Liora palah menambahkan bumbu di obrolan itu, jadi membuat Elvan tak bisa apa-apa.
Rasanya Elvan ingin pergi dari tempat itu, Seakan-akan mereka sedang mencuci otaknya agar tak polos lagi.
**
"Nyonya dari hasil penyelidikan yang aku terima. Bahwa nona Liora sudah menikah lagi dengan pria, yang bernama. Elvan Aristides Rafisqy Fathaan, mantu dari wanita yang bernama Ainur."
Sang nyonya yang mendengar berita itu langsung marah, karena ia merasa di hianati.
"Brengsek, baru saja kemari saya menawarkan pekerjaan. Tapi dia palah mengkhianati ku..!!"
Ia pun menyuruh anak buahnya mencari di mana Elvan berada karena ia ingin memberikan pelajaran karena terlah mengambil calon mantu nya.
"Varischa tzillia dharmendra..!!!"
Bentakan dari seorang membuat anak buah dan sang wanita terkejut, lalu mereka menatap ke arah sumber suara itu.
"Ayah?"
Tuan Tony mengabaikan panggilan anaknya itu, ia sudah merasa muak dengan cara anaknya yang terlalu menyayangi anak tirinya di bandingkan dengan anak kandungnya sendiri. "Aku peringatkan pada kalian semua. Jika kalian mengganggu rumah tangga orang akan ku pastikan Keluarga kalian akan aku hancurkan.!!"Tuan Tony berkata dengan suara yang menggelegar dan penuh dengan aura kedinginan.
Anak buahnya yang tak ingin Keluarganya menjadi korban atas apa yang terlah mereka lakukan,
Tuan Tony menyuruh mereka pergi dari ruang kerja anaknya, ia ingin membicarakan hal penting dengannya.
Mereka pun pergi meninggalkan ruang kerja sang nyonya nya.
__ADS_1
"Buat apa ayah menghentikan ku?!"
"Kau sadar apa yang kau lakukan itu, akan menghancurkan orang lain?!"
"Sayangnya aku tak peduli,"
" Varischa tzillia dharmendra!! Dia itu cuma anak tiri kamu, ga lebih dari seorang anak kandung. Dan kau lebih mementingkan anak tirimu dari pada anak kandungmu sendiri yang tak tau dia ada dimana?"
DEGH. Perkataan ayahnya membuat ia terdiam, sebenernya ia juga merindukan anaknya itu. Tapi mau gimana lagi, ia tak bisa mencari keberadaan anak dan suaminya.
Lalu ia menatap wajah ayahnya, "Itu urusan ku ayah. Lagian suami'ku sudah menitipkan anaknya kepadaku jadi aku harus menjaganya."
Setelah mengatakan itu ia berlalu pergi meninggalkan ayahnya.
Lalu tuan Tony menghubungi seseorang, ia menanyakan pada orang itu apa dia sudah menemukan atau belum.
Seseorang yang ada di sebrang sana, hanya mengatakan kalau ia dan timnya belum bisa menemukan apa-apa.
Tuan Tony hanya bisa menghela nafas panjangnya. Ia meminta agar mereka terus saja mencari. karena sebelum ia tiada ia ingin melihat cucu'nya. Sekali saja,
**
"Permisi pak,"
Salah satu penduduk desa pun menjawab jawaban dari seorang wanita.
Seorang pria yang bertanya, tentang rumah yang di tinggali oleh keluarga Ainur.
Ia bertanya kenapa, Ainur kosong, seperti tak ada yang menempati.
Seorang warga menjawab, bahwa Ainur sudah pindah ke kampung, untuk menantu Ainur, sudah pergi bersama anak dan istrinya, yang baru berapa hari menikah.
Mereka semua terkejut dengan perkataan dari warga desa. bahwa Elvan terlah menikah lagi.
"Lalu mereka pindah kemana, dan kenapa mereka menikah secepat kilat?!"Tanya seorang pria muda kepada tetangga dari ibu Ainur.
Lalu dia menceritakan tentang kejadian tentang pernikahan Elvan dan Liora.
Mereka kembali terkejut dengan cerita dari warga desa kalau Elvan menikahi wanita yang sangat mereka larang.
"Ibu tak menyangka, kalau Arkan. Menikah dengan Liora?"
Wanita renta, sangat kecewa kalau cucu'nya menikahi Liora. Walaupun ia belum mengetahui pasti kalau dia adalah cucu'nya, tapi hatinya sangat yakin bahwa dia Arkan cucu'nya.
"Aku, sudah mencari dimana Arkan berada."Ujar Zidan kepada anggotanya.
__ADS_1
Lalu opa Zain mengajak istri, anak, mantu serta cucu'nya, untuk kembali ke kediamannya.
**
"Liora. Aku ga ingin kau berkata seperti itu lagi, kau harus menjaga tata krama dan kesopanan?"penuturan dari Elvan kepada istrinya.
Liora hanya diam saja, ia tau dirinya salah karena sebagai seorang istri ia tak bisa menjaga tata krama'nya.
"Mulai sekarang, kau harus mengganti pakaian kamu dengan pakein muslim,. karena aku tak ingin istriku memperlihatkan aurat'nya."Kata Elvan.
Liora yang memiliki otak gesrek hanya menganggukkan kepalanya, terus ia mendorong suami'nya ke tepi kasur. Dengan brutal ia membuka paksa kain yang ada di tubuh elvan.
Entah kenapa ia sangat candu,, dengan apa yang di miliki oleh suaminya, mulai dari jakun kokohnya, roti sobeknya yang indah dengan di hiasi bulu-bulu halus.
Lalu ia beralih ke arah dimana yang bisa ngeluarin tinta agar cetakan nya cepat jadi.
Elvan yang tadi mengomel, langsung berhenti dengan di gantikan suara de*a*an. "Liora apa yang kau lakukan pada alister?"
Dengan tampang polos ia menjawåb. "Aku hanya bermain dengan nya soalnya aku sangat merindukan nya."
Karena sudah tak kuat lagi, ia membanting istrinya di kasur lalu. Secara perlahan ia menyentuh tubuhnya yang sangat mulus. "Kau tidak akan selamat dari belut listrik ku?"
"Kita lihat saja, siapa yang bakalan menang, antara belut listrik atau, ubur-ubur beracun?"
Dengan tampang me**da sambil mengeluarkan suara erotis'nya.
Tak ada yang menyadari kalau mereka sudah tak berpakaian sehelai benang pun.
"Sayang ayok kita mulai?"
"Sesuai permintaan kamu honey,"
Saat sang pengantin sedang bercocok tanam, lain dengan kedua sahabatnya, yang saat ini menjadi penguping. yang baik, Ya saat ini mereka sedang menguping apa yang sedang kedua pengantin baru lakukan,
"Fi, apa kau mendengar'nya?"
"Iya, fa aku mendengar apa yang mereka lakukan, fi apa kau menyadari ada yang bangun?"
"Aku...."
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
SAKSIKAN TERUS KELANJUTAN CERITA CINTA YANG RUMIT.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN END VOTE YGY.