
Saat ini seorang pria dan wanita sedang duduk di depan penghulu, dengan di saksikan seluruh warga desa.
Lalu sang penghulu bertanya kepada, pasangan yang, ia menikahkan seorang yang berbeda keyakinan.
Liora pun, menganggukkan kepalanya. Tanda ia setuju menjadi seorang mualaf. Ia adalah kesempatan yang bagus, bisa menikah dengan kekasihnya.
Setelah, Liora menjadi mualaf. Akad nikah pun di laksanakan dengan hikmah.
Lalu, mereka meninggalkan kediaman Ainur.
"Ibu, maafkan aku. Karena aku terlah mengkhianati kepercayaan ibu, untuk mencintai anak ibu."Tutur seorang Elvan.
Ainur, yang sempet kecewa dengan apa yang terlah di perbuat mantu'nya itu. Tapi ia tak boleh egois, walau bagaimanapun juga mantu'nya membutuhkan seorang pendamping, apa lagi saat ini cucu'nya, sedang membutuhkan seorang ibu.
"Kau tidak bersalah nak Elvan. Mungkin ini sudah menjadi jalan takdir kalian."Ucap Ainur.
Lalu Ainur, menyuruh Elvan untuk membawa istrinya ke kamarnya. Karena hari sudah mulai larut.
**
Di dalam kamar.
Setelah sampai di kamarnya, ia menyuruh istrinya untuk tidur lebih dulu,
Liora, pun terkejut dengan perkataan Elvan. "Nanti kau akan tidur dimana?"
"Kau tidak perlu memikirkan aku, mau tidur dimana? Yang jelas aku belum bisa tidur satu ranjang dengan mu"Ucap Elvan.
Liora yang merasa kesel, karena suaminya tidak mau tidur di sampingnya. Langsung menarik tangan suaminya dan membaringkan tubuhnya di ranjang.
Elvan yang mendapat perlakuan seperti itu, merasa terkejut. "Apa yang kau lakukan?"Kata Elvan dengan suara beratnya.
Liora yang berada di atas tubuh suaminya, langsung mencari titik lemah sang pria. Sayangkan malam pertama harus ia lewatkan begitu saja, tanpa ada permainan panas. Itu tidak ada di kamus besar Liora. "Aku ingin melewatkan malam pertama kita sayang"Ucap Liora sambil mendesah,
Mengetahui kalau Elvan akan melawan, langsung saja ia meremas adik'nya, agar Elvan tidak melawan.
"Apa kau ingin mem**rk*sa ku?!"Ucap dingin Elvan kepada istrinya.
"Dengan senang hati!"Setelah mengatakan itu, Liora menjadi ganas dari seorang pria. Dengan tak sabaran ia membuka paksa pakean'nya.
Entah kenapa Elvan tidak bisa memberontak terhadap perlakuan Liora saat memainkan joni'nya.
Karena saking nikmatnya elvan tak menyadari kalau joni'nya sudah masuk ke dalam sangkarnya.
"Apakah enak sayang?"Ucap Liora sambil menarik turunkan tubuhnya.
__ADS_1
Karena sudah terbakar hawa na*su. Elvan langsung merubah posisi nya agar ia yang memimpin permainannya.
***
Pagi pun tiba.
Saat ini Keluarga dharmendra sedang menikmati sarapan pagi,
"Mah, kapan mamah akan menikahkan aku dengan Liora?"Ucap seorang pria kepada Mamah'nya.
Ia sudah mencintai Liora sejak lama, ia tidak ingin ada seorang yang mencuri Liora darinya. Karena Liora adalah cinta pertamanya.
Wanita setengah baya itu yang sedang makan langsung berhenti. "Mamah, sudah memberi tau ke keluarganya kalau kita akan datang."Kata nyonya Varischa tzillia dharmendra. Kepada putranya dengan lembut.
Kakek Tony, hanya menyimak pembicaraan mereka. Karena ia tidak ingin ikut campur.
Yang ia pikirkan saat ini adalah keberadaan cucu kandung'nya, Ia tidak tau di mana dia sekarang, tapi ia berdoa agar cucu'nya baik-baik saja.
"Pah. Nanti papa, ikut kan untuk melamar Liora?"Tanya varischa. Kepada papahnya. Ia tidak ingin jika nanti di pertunangan anaknya, orang tuanya tidak hadir.
"Zillia!! Seharusnya kau berusaha mencari keberadaan anakmu, bukannya mengurusi anak tiri'mu itu?!!"Bentak tuan Tony. Ia sudah jengah dengan kasih sayang yang putrinya berikan kepada anak orang lain, sedangkan anak kandungnya ia abaikan. Bahkan ia tidak tau di mana dia sekarang.
Dengan marah tuan Tony meninggalkan meja makan.
**
Sementara itu di kediaman Ainur, seorang wanita yang baru saja mempersiapkan sarapan buat keluarga nya. Karena ia tidak ingin menjadi mantu durhakim.
Seorang wanita paruh baya, yang melihat mantu'nya sedang memasak, merasa bahagia. Karena anaknya sudah ada yang mengurus nya.
"Eh. Ibu sudah bangun?"Ucap wanita itu. Lalu ia menyuruh agar ibu mertuanya duduk.
"Liora, sebaiknya kau bangunkan suami'mu ?"Kata nyonya Ainur.
Liora, pun mengangguk kan kepalanya, ia langsung bergegas menuju ke kamar suaminya, untuk membangunkan suaminya.
"Sayang bangun."Kata Liora dengan lembut.
"bentar lagi!"Suara serak Elvan, membuat libido liora naik. Ia ingin mengulangi perbuatannya yang tadi malam, tapi ibunya sedang menunggu mereka, untuk sarapan.
Karena lelah membangunkan sang suami, lantas ia langsung menciumi suami di setiap bagian muka, bahkan tidak ada yang terlewat.
Elvan pun langsung terbangun karena gangguan jin musrik yang sedang mengganggu nya. Karena ulah dari istrinya, ia sampai lupa untuk sholat malam dan sholat subuh.
"Sayang ayo bangun, Saat ini ibu sedang menunggu di meja makan."Kata Liora tegas.
__ADS_1
Dengan terpaksa ia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, yang sudah tidak suci lagi. Karena ulah dari sang istri. Tapi di pikir-pikir enak juga, bermain dengan istrinya,
Setelah selesai membersihkan tubuhnya dan berpakaian ia langsung pergi ke ruang makan.
**
Di kediaman smith. Sedang terjadi kericuhan karena, keputusan pertunangan nya akan di adakan malam ini.
"Aduh. Daddy, gimana ini Liora masih belum kembali juga, terus kita harus ngomong apa sama keluarga besar mereka?"Ucap wanita paruh baya, yang sangat khawatir karena Keluarga mereka memutuskan bertunangan malam ini.
"Mommy ga perlu khawatir, karena anak buah Daddy sudah mencari keberadaan Liora."Ucap tuan Smith kepada istrinya.
"Iya mom, mommy tak perlu khawatir,. karena anak buah kami juga sedang mencarinya."Ucap Marcello Artha Smith.
Marcello tak habis pikir, kenapa adiknya begitu mencintai pria yang sudah di larang keras oleh keluarganya.
Walaupun ia tau. Pria itu memiliki garis keturunan yang begitu bagus, namun tak di pungkiri kalau mereka saling bermusuhan. Jadi keluarga Smith, maupun keluarga Ibrahim, tidak ada yang mengijinkan kalau keturunannya menikahi Keluarga mereka.
***
"Sayang, gimana kalau kita honeymoon ke luar negeri?"Ucap Liora saat sedang bersantai bersama suaminya di ruang keluarga.
"Maaf untuk saat ini aku tidak bisa?, Lebih baik kau mendalami ilmu agama, yang sudah kau panut."Ucap Elvan.
Ia tidak ingin, jika istrinya cuma masuk agamanya karena ingin menikahi dirinya.
Dan ia sebagai iman, akan mengajari istrinya untuk belajar tentang ilmu agama.
Liora pun hanya pasrah, jika suami'nya sudah berkata seperti itu. Toh tidak ada salahnya ia belajar tentang ilmu agama.
Elvan kembali berkata agar mau merawat anaknya, karena saat ini anaknya sedang membutuhkan sosok seorang ibu.
Lagi-lagi Liora menganggukkan kepalanya saja,
**
"DIMANA CUCUKU?"
...----------------...
SAKSIKAN TERUS KELANJUTAN CERITA CINTA YANG RUMIT.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN END VOTE YGY.
((( TERIMA KASIH )))
__ADS_1