
Sementara itu di ruang VVIP terdapat seorang keluarga kecil yang sedang menikmati makan malam mereka. Namun panggilan alam mengganggu waktu makan mereka. Lalu pria itu berpamitan kepada istri dan juga anak'nya, untuk pergi ke toilet, tapi saat ia berjalan akan ke toilet, ia bertabrakan dengan seorang pelayan resto.
Ia yang tidak sengaja menabrak pelayan resto, sampai nampan yang dia pegang langsung terjatuh.
Lalu datanglah yang ia duga adalah kepala pelayan. Dan saat pelayan resto mendongakkan kepalanya, betapa terkejutnya ia, saat mengetahui bahwa wajah pelayan resto sangat mirip dengan adiknya.
Ia pun berkata kepada nya dengan sangat bahagia."Arkan apa ini beneran kau?"Ucap pria itu.
Pria itu yang tidak tau siapa pria di depannya. Bahkan dia memanggil dirinya dengan sebutan Arkan.
Lalu pria itu berkata lagi kepada dirinya."Arkan,aku sangat merindukanmu.apa kau tidak merindukan kakakmu ini.dan apa kau tidak merindukan keluarga mu?."ucap pria itu.lalu pria itu memeluk tubuh elvan dengan sangat erat.karena saking rindunya.
"Maaf tuan. Tapi saya bukan Arkan, nama saya Elvan."ucap Elvan kepada pria di depannya.
"Ga ini ga mungkin. Kamu pasti Arkan kan, ini kakak mu Zidan.?"Ya pria itu adalah Zidan yang saat ini sedang, berhadapan dengan orang yang sangat mirip dengan adiknya.
Ketua pelayan langsung memotong ucapan mereka."Maaf tuan karena kesalahan yang dilakukan oleh Elvan dan saya akan segera menghukumnya."ucap ketua pelayan. Yang baru saja datang, menghampiri mereka.
"Diam!! Kau tidak berhak memecat pelayan manapun karena yang berhak atas semua itu adalah aku.!!"Bentak Zidan kepada ketua pelayan.
Ketua pelayan yang di Bentak seperti itu langsung bergetar hebat. Walaupun ia tidak tau siapa pria di depannya, tapi dengan perkataannya membuat ia merasa merinding, karena takut ia pun berlalu pergi ke dapur.
Lalu Zidan pun menarik tangan adiknya menunju ke tempat di mana keluarga kecilnya berada.
Istri dan anaknya Zidan merasa terkejut saat tak kala suaminya membawa seseorang yang sangat mirip dengan adik iparnya.karena ia tidak ingin di hantu'i rasa penasaran, ia pun langsung berkata kepada suaminya."Sayang siapa dia? Kenapa, dia mirip sekali dengan Arkan."ucap Khanza dirgantara dia Adalah istri dari Zidan dirgantara Abdullah Ibrahim.
Lalu Zidan menjawab,"Sayang dia memang bener adik kita, apa kau tidak percaya."ucap Zidan.
Khanza tidak menjawab perkataan suaminya ia hanya bisa menggelengkan kepalanya.bahkan ia masih syok dengan apa yang ia lihat.
"Om by. Apa kau bener om by ku?"tanya anak remaja kepada Elvan.
Elvan yang mendapat panggilan itu. Mendadak merasa pusing, ia tidak tau apa yang terjadi dengan kepalanya. Ia pun memegang kepalanya."Argh." Merasakan sakit di kepalanya.
"Arkan apa kamu baik-baik saja.?"ucap Zidan.
"Stop!! Jangan panggil aku dengan nama itu. Apa kau tau nama ku Elvan, dan aku bukan Arkan adikmu itu!"bentak Elvan kepada Zidan sambil memegang kepalanya yang terasa berdenyut.
"Arkan, jika kau marah dengan apa yang sudah Keluarga kita lakuin ke kamu aku minta maaf.!"ucap Zidan.dengan memegang pundaknya Elvan.
"Saya tidak ada urusannya dengan keluarga mu. Dan saya juga tidak kenal siapa kamu, siapa keluarga kamu. Kau paham."Elvan kembali membentak zidan. Lalu ia menepis tangan Zidan dari pundaknya.
__ADS_1
"Om by. Kenapa om by memegang kepalanya?"ucap seorang pria yang kisaran umur sembilan tahunan.
Elvan yang mendengar perkataan anak kecil itu mendadak melemah."Eh, om ga papa kok. Siapa nama kamu.?"Elvan bertanya kepada anak itu dengan nada lembutnya.entah kenapa marahnya mendadak hilang di gantikan oleh rasa rindu yang menyelimuti ruang hatinya.
"Nama ku Muhammad Elfatir Akhtar dirgantara, Om by."ucap Elfatir.
"Nama kamu bagus sekali son."ucap Elvan kepada Elfatir.
Zidan dan Khanza,merasa terkejut dengan interaksi antara mereka.karena Khanza sangat tau betul dengan sifat putranya,yang tidak suka di dekati oleh orang asing.tapi ini mereka langsung akrab.
"Ga salah kau bener adik ipar ku yang nyebelin."Batin Khanza sambil tersenyum bahagia.
"Sayang apa yang aku bilang.kalau pria itu adalah Arkan adik kita.walaupun dia tidak mengakui bahwa dia adalah Arkan."ucap Zidan lirih yang hanya bisa di denger oleh istrinya.
Saat asik-asiknya bercanda gurau dengan Elfatir, ada sebuah telepon masuk.
Elvan yang ponselnya berdering langsung mengangkat nya. Itu adalah telepon dari ibu mertuanya.
"Halo bu.
......"
"Apa. Baik bu, elvan akan segera pulang."
Elvan pun berpamitan kepada Elfatir kalau dirinya harus segera pulang. Karena anaknya mengalami demam tinggi, dan saat ini anaknya sedang di bawa ke rumah sakit.oleh sahabatnya.
"Apa kau butuh bantuan.?"Zidan menawari diri. Kepada Elvan.
Tapi Elvan tidak menjawabnya, ia langsung berlalu pergi meninggalkan mereka.
"Sebaiknya kita ikuti saja dia."Ucap Zidan.
Merekapun bergegas menuju ke keluar,setelah di luar Mereka langsung masuk kedalam mobilnya untuk mengikuti Elvan pergi.
***
Seorang wanita yang tidak terlihat muda lagi sedang berbicara mengenai kondisi yang di alami oleh cucu'nya.karena ia tidak ingin kejadian menimpa kepada cucunya,sudah cukup ia kehilangan putri semata wayangnya.
Lalu dokter menjelaskan tentang penyakit yang di alami oleh anak kecil itu.dan ia juga bilang kepada wanita tua di depannya.kalau cucunya mengalami permasalahan pada paru-paru nya.
Deg. Jantung wanita tua itu berdecak kencang. Ia sudah tidak bisa lagi menahan tangisnya.akhirnya apa yang ia pikirkan selama ini menjadi kenyataan.
__ADS_1
Wanita itu pun terkulai di lantai.dengan air matanya yang mengalir deras membasahi pipinya.
Dua pemuda yang mendengar perkataan dokter pun merasa terkejut,mereka tidak menyangka, kalau anak yang masih kecil harus mengalami hal seperti itu.
Lalu dokter pun berpamitan karena masih ada pasien yang harus ia tangani.
"Ibu.!" panggil seseorang pria yang baru saja datang.
"Elvan. Ezza, Elvan."Ucap seorang Ainur kepada mantunya.ia sudah tak mampu lagi berucap.
Elvan pun langsung mengalihkan pandangannya ke arah sahabatnya.
Paham dengan tatapan mata Elvan. Nafi menjelaskan tentang apa yang terjadi kepada putranya itu.
Elvan pun mematung mendengar perkataan sahabatnya. Ia tak menyangka bahwa putranya harus terkena penyakit, di usia yang masih balita.
Zidan dan keluarga merasa heran pasalnya, saat ia datang adiknya sedang menangis di pelukan seorang wanita yang sudah berumur. Lalu ia bertanya kepada pemuda yang berada di dekatnya."Maaf kalau boleh tau itu kenapa ya?"Zidan bertanya kepada Syafa.
Syafa pun menoleh ke arah Zidan."Siapa kamu?"balik bertanya.
"Ehm kami kerabat jauh ark. Eh elvan maksud saja."Ucapnya. Kepada sahabat adiknya.
Lalu Syafa menceritakan tentang kondisi putra dari sahabatnya yang tak lain adalah Elvan.
Lagi-lagi Zidan dan Khanza merasa terkejut,ia tidak mengetahui kalau Evan memiliki seorang anak.
"Aku......"
...----------------...
"Bunda aku ada berita gembira,kalau......"
...----------------...
...----------------...
SELAMAT HARI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA YANG KE 77 TAHUN. PULIH LEBIH CEPAT BANGKIT LEBIH KUAT ......
SAKSIKAN TERUS KELANJUTAN CERITA CINTA YANG RUMIT..
JANGAN LUPA DI LIKE, KOMEN END VOTE YGY..
__ADS_1
MOHON BANTUANNYA BERIKAN SARAN DAN PENDAPAT DARI KALIAN YGY.
((( TERIMA KASIH )))