CINTA YANG RUMIT

CINTA YANG RUMIT
Permintaan Oma Anisa


__ADS_3

Elvan sudah berapa hari di rumah sakit, dengan di temani oleh istrinya Fatimah. Dan saat ini Elvan sudah di perbolehkan pulang oleh sang dokter, namun mereka tak membawa Elvan ke kediaman utama. Namun ke kediaman keluarga dirgantara, karena itu adalah kesepakatan yang sudah di buat oleh eyang Akhbar dan eyang amina.


Mereka ingin agar Elvan dan Fatimah lebih Deket satu sama lain, agar Elvan perlahan bisa mencintai Fatimah, dan bisa melupakan siapa Liora.


"Fatimah bawa suami kamu ke kamar ya,"Ucap Najwa dengan lembut, Najwa sangat menyayangi mantu'nya itu yang bernama Fatimah. Ia ingin akar Elvan bisa membuka hatinya untuk Fatimah.


Fatimah pun membawa elvan dengan perlahan, ke kamarnya.


Setelah mereka pergi Husain langsung menatap tajam adek'nya itu. Ia tak mengira kalau Keluarga'nya akan seperti ini tak adil kepada Liora.


"Najwa kenapa kamu seperti ini? Aku sangat tidak suka dengan cara kamu memperlakukan kedua mantu saya seperti ini?"


"Kakak aku yang membesarkan Elvan dari kecil, jadi aku ingin yang terbaik buat Elvan?"


"Jika kamu ingin terbaik buat Elvan kenapa kamu memisahkan Elvan dari cinta sejatinya? Apa kau tau kalau kakak sudah merencanakan semua ini?"


"Jangan sebut dia lagi? Kemana saat Elvan membutuhkan orang tua'nya, jadi jangan pernah kau membicarakan hal itu di depan saya?!"Ucap Najwa yang menunjukkan kemarahan, karena saat Elvan masih kecil dia tega meninggalkan Elvan kecil. Yang tak tau kenapa dia meninggalkannya.


'Najwa, andai kau tau kalau kakak kesayangan kamu pergi meninggalkan anaknya dengan satu alasan yang tak pernah kalian tau.


Tak ingin memancing kemarahan, ia pergi dari kediaman adeknya. Ia akan menemui anak dan istrinya karena Keluarga'nya ingin bertemu dengan mereka.


Namun sebelum pulang ke rumah'nya ia berkunjung ke sesuatu tempat yang sangat dirindukan.


***


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh friend, sedang apa kamu disana? Pasti saat ini kamu sedang melihat apa yang sedang kami lakukan kan?"Ucap seseorang


"Hm kedatangan ku kesini hanya ingin mengetahui siapa sebenarnya dirimu? Karena kami sedang berusaha mencari keberadaan anak kalian? Namun data-data tentang anak kalian seperti menghilang di telan bumi, kami sangat sulit menemukan keberadaan'nya. Bahkan kami sudah mencari selama berlasan tau yang lalu." Sambung'nya.


Setelah berkata seperti itu dia berpamitan kepada kawannya itu yang sudah lama pergi dari dunia ini.


***


Sementara di rumah Husain, husain baru saja sampai di rumah'nya, ia mendapati anak dan istrinya sedang bersantai di ruangan.


"Assalamualaikum sayang,"


"Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh."Ucap kedua wanita berbeda generasi.


Kedua wanita itu pun menyalami suami dan ayah'nya.

__ADS_1


"Mas gimana kondisi bagas? Apa sudah ada perkembangan?"


"Bagas masih sama bun? Belum ada perkembangan, dan keuangan kita menipis?"


Farah hanya bisa menghembuskan nafas beratnya, ia juga bingung harus berbuat seperti apa lagi, ia sudah menjual perhiasan dirinya, agar anaknya bisa sembuh. Farah pun menangis sejadi-jadinya karena tak bisa menjadi seorang ibu yang baik untuk menjaga anak-anak'nya.


Husain pun menenangkan istrinya yang terlihat sangat sedih.


"Sebenernya ada seseorang yang mau membantu keluarga kita, tapi kita harus menemui mereka?"


Farah dan Azizah pun tersenyum bahagia karena ada seorang yang mau membantu Keluarga'nya.


"Siapa orang yang mau menolong Bagas yah? Kami harus segera menemui mereka dan berterima kasih kepadanya,"Ucap Azizah.


"Kamu sudah pernah bertemu dengannya? Bahkan kamu pernah menolong mereka?"Ucap Husain, membuat Azizah kebingungan.


"Siapa dia yah?"


Namun Husain tak menjawab melainkan menyuruh mereka bersiap-siap untuk pergi ke rumah orang yang sudah mau menolong keluarganya, tak lupa ia meminta pada mereka untuk menggunakan pakean Muslimah dan cadar.


Mereka hanya mengiyakan permintaan Husain. Lalu bergegas pergi ke kamar mereka masing-masing untuk berganti pakaian.


***


"Aku hanya ingin anakku bisa memiliki cintanya, dan cintanya Calvin ada pada diri Liora?"


Tuan Tonny hanya berdecak sebel karena kebodohan putrinya itu yang sangat menyayangi putra tirinya.


"Sudahlah sebaiknya kamu keluar dari ruangan papah, dan mulai besok perusahaan papah yang urus? Kamu tak perlu repot-repot lagi mengurus perusahaan papah. Urusin saja putramu itu."Tuan Tonny berbicara dengan dingin tegas dan datar bahkan auranya yang keluar dari tubuh papah'nya sangat dingin.


Varischa, tak menyangka kalau papah'nya akan semarah ini kepada dirinya, ia hanya ingin membahagiakan Calvin. Walaupun dia hanya Putra tiri namun ia sangat menyayangi lebih dari segalanya. Bahkan ia tak ingin kehilangan Calvin dari dirinya.


"Calvin, jika mamah bertemu dengan anak mamah, mamah tak akan pernah mengurangi kasih sayang mamah kepadamu."Ucap Varischa saat sudah sampai di kamarnya, sambil memegang bingkai foto dirinya dengan seorang anak kecil.


***


"Fatimah? Maafkan mas, kalau mas belum bisa memberikan nafkah dan batin kepadamu?"


"Mas, Fatimah gak keberatan jika mas belum siap memberikan nafkah dan batin kepada Fatimah? Asalkan mas fokus dengan kesembuhan mas dulu,"Ucap Fatimah.


Elvan yang merasa kasihan kepada istrinya yang tak memberikan nafkah dan batin. Langsung mendekati lalu memeluk tubuh istrinya sambil mencium kening Fatimah.

__ADS_1


Walau bagaimanapun juga ia sudah menjadi suaminya fatimah, dengan begitu ia pun harus memberikan apa yang seharusnya suami'nya berikan kepada sang istri.


Fatimah yang merasakan debaran di jantungnya Karena perlakuan Elvan kepada dirinya. Namun ia tak boleh memberikan hatinya kepada suami orang lain.


Namun jika ia boleh egois ia ingin memiliki Elvan sepenuhnya,


Elvan dengan perlahan menidurkan istrinya di kasur.


***


PYAR' Suara bingkai foto pernikahan Elvan dan Liora jatuh, dan membuat Liora bangun dari tidurnya.


"Astagfirullahadzim, perasaan apa ini kenapa tiba-tiba aku merasakan sesak?"Guman liora dengan memegang perutnya. "Sayang kenapa tiba-tiba mamah kepikiran papahmu? måmah takut jika papah kamu akan mengkhianati cinta mama?"Ucap Liora kepada anak-anak'nya yang masih berbentuk kacang.


Seorang pembantu datang ke kamarnya, dan menyuruh liora untuk makan malam, karena Liora sudah di tunggu oleh oma Anisa dan opa Zain.


Liora lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan wajah'nya, tak lupa ia membersihkan pecahan bingkai itu. Tanpa di bantu oleh pembantunya.


Karena Liora tak ingin ada yang menyentuh bingkai foto pernikahannya.


Setelah semuanya selesai ia turuh ke meja makan. Dan ia mendapati Oma dan opa'nya yang sedang duduk di meja makan.


"Assalamualaikum Oma,. opa,"


"waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh."Ucap mereka.


"Oma ingin kau meninggalkan cucu'ku setelah cicit'ku lahir."


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...


SAKSIKAN TERUS KELANJUTAN CERITA CINTA YANG RUMIT.


JANGAN LUPA UNTUK LIKE KOMEN END VOTE YGY.


TERIMA KASIH.

__ADS_1


__ADS_2