CINTA YANG RUMIT

CINTA YANG RUMIT
Kelahiran Anak Syafa


__ADS_3

Saat sedang menikmati makan siang, Elvan mendengar namanya di sebut, ia pun lalu menengok kanan dan ke kiri. Betapa terkejutnya ia melihat mamanya ada di hadapannya sudah satu tahun ia tidak bertemu dengan mamahnya lantaran ia masih sakit hati dengan perlakuan mamahnya terhadap dirinya.


Restoran itu pun menjadi sangat mencengkram, bahkan udara yang tadinya dingin menjadi sangat panas. Karena kedatangan sosok wanita yang sangat cantik bahkan kecantikannya mampu memikat hati pria, walaupun umurnya sudah tidak muda lagi.


Elvan lalu melirik ke asisten pribadinya, untuk mengatasi pengunjung resto. Agar semua pengunjung pada pergi.


Mengerti akan lirikan tuannya, wahyu pun bergegas menyuruh para pengunjung pergi dari tempat ini, walaupun awalnya mendapatkan penolakan dari pengunjung, wahyu dapat mengatasi, dengan menyogok mereka tentunya.


Setelah keadaan sepi, Elvan menatap sang wanita di depannya. "Mau apa anda menemui saya?"


Varischa. Pun langsung berlutut di kaki anak'nya, ia ingin anaknya memaafkan dirinya atas perbuatan yang ia lakukan selama ini, bahkan ia mengakui kepada anaknya kalau dirinya sangat merindukan anaknya selama bertahun-tahun.


Elvan hanya dia saja, ia juga bingung dengan hatinya, satu sisi ia ingin memaafkan kesalahan sang mamah di sisi lain ia sangat membenci mamahnya karena perlakuan buruk terhadapnya dan terhadap liora.


Kalau saja mamahnya itu tidak mencelakai mereka, mungkin saat ini liora masih berada di sisinya.


Syafa, lalu menepuk pundaknya elvan lalu berkata dengan bijak, agar sahabatnya itu mau mengambil keputusan yang tepat.


"Elvan. Berpikir lah dengan kepala dingin, dan memohon kepada Allah SWT, agar bisa mengambil keputusan yang bijak. Allah saja maha pemaaf, masa kita sebagai hamba-nya tidak memaafkan, apa lagi dia adalah ibu kandung kamu. Wanita yang sudah bertaruh nyawa agar bisa melahirkan anaknya kedunia. Coba ikhlas lan kesalahan mama kamu, dan maafkanlah mama kamu, janganlah kamu termakan oleh rayuan syetan."


Elvan yang mendengar perkataan sahabat'nya pun terdiam, bener apa yang sahabatnya katakan seharusnya ia tak boleh menaruh kebencian terhadap orang lain, apa lagi orang itu adalah wanita yang sudah melahirkan dirinya. Wanita yang sudah berjasa. Ia pun menarik nafasnya lalu hembuskan secara perlahan.


Lalu ia berjongkok, dan mengangkat tubuh mamahnya agar berdiri, sejajar dengan dirinya, walaupun masih tinggian dirinya. Dengan perlahan ia mengusap air matanya yang sudah mengalir ke pipinya.


"Sudah. Jangan bersedih lagi karena aku sudah memaafkan anda nyonya, cuma saat itu aku sedang marah karena nyonya ingin memisahkan aku dengan Liora."Ucapnya.


Hati wanita itupun menghangat, karena anaknya mau memaafkan dirinya, ia sudah berjanji kepada dirinya sendiri bahwa ia akan melakukan apapun demi kebahagiaan anak semata wayangnya.


"El, bisakah kamu memanggil aku dengan sebutan mamah, sebenarnya mama sangat ingin di panggil dengan sebutan itu sama anak mama."Pinta Varischa.


Elvan pun menghela napasnya, lalu ia pun menganggukkan kepalanya, ia ingin memulai hidup baru dengan mamahnya.


"Baiklah mah, Elvan akan menuruti keinginan mamah."

__ADS_1


Lagi-lagi Varischa, merasa bahagia karena dirinya sudah di sebut sebagai seorang ibu oleh anak yang ia kandung.


Ia pun berkata kepada anaknya. Bahwa saat ini seluruh anak buahnya sedang di kerahkan untuk mencari keberadaan sang mantu. Ia sudah menerima liora sebagai menantu nya bahkan ia mendukung anak'nya bersama liora.


Elvan, yang mendengar itu pun merasa bahagia, tak terasa air matanya menetes membasahi pipinya. Ia lalu memeluk sang mamah dengan erat. Ada rasa nyaman saat memeluk ibu kandungnya. Varischa juga tak percaya kalau anaknya memeluk dirinya, namun varischa juga bahagia bisa memeluk anaknya setelah bertahun-tahun.


Ketiga pasang mata yang menyaksikan perdamaian antara ibu dan anak pun merasa terharu, mereka juga bahagia kala sahabat'nya sudah tak bermusuhan lagi dengan mamanya.


"Sayang teryata perkataan kamu berpengaruh juga buat hati Elvan.. Tapi tumben banget kamu cerdas."Bisik qilla kepada sang suami. Yang tidak percaya akan perkataan suami'nya itu.


"hahaha, tentu dong yang. aku dapat dari Google kata-kata itu."


Sontak perkataan sang suami membuat ia berdecak sebel. Ia tak jadi kagum dengan sang suami, ia mengira kalau itu hasil dari pemikirannya sendiri namun ia salah itu hasil dari Mbah Google.


Saat sedang bercanda gurau, karena melihat nyonya varischa dan Elvan baikan. nyonya varischa pun menelaktir semuanya makan, tentu juga dengan Wahyu yang sudah di anggap seperti anak kandung oleh varischa, bahkan wanita itu menyuruh, Wahyu untuk memangil dirinya dengan sebutan mamah.


Raqilla yang tiba-tiba meringis kesakitan pun langsung membuat mereka panik.


"Sayang, perutku sakit banget. Kayanya mau melahirkan."


"Aku gak tau honey."


"Jika bener kau ingin melahirkan, apa kamu tidak ingin makan sesuatu buat anak kita sebelum melahirkan."


Bukannya pendapat jawaban melainkan dapat tamparan di kepalanya, siapa lagi pelakunya kalau bukan sang istri.


Nyonya varischa pun membatu istri dari sahabat anak'nya masuk kedalam mobil, kebetulan saat ini Syafa tak membawa mobil. Ia lalu mendampingi Raqilla di belakang bersama syafa, dan Elvan di depan bersama asisten pribadinya yang mengemudikan mobilnya.


Syafa yang berada di samping sang istri hanya pasrah mendapatkan jambakan dan gigitan dari istrinya itu.


Sedangkan varischa terkekeh geli melihat kelakuan kedua pasutri muda itu.


Berapa menit pun berlalu, mobil yang di Kendari mereka terlah sampai di depan Ibrahim Hospital. Rumah sakit terbesar di Indonesia, dengan berjuta kelengkapan medisnya.

__ADS_1


Syafa lantas turun dari mobil, ia berteriak minta tolong kepada perawat untuk membantu istrinya yang ingin melahirkan.


Para perawat pun dengan cekatan langsung membantu sang pasien, dan merebahkannya ke brankar. Lalu para perawat pun mendorong branker itu menuju ruang IGD.


Saat Syafa akan masuk kedalam untuk menemani sang istri, langsung di cegah oleh berapa dokter.


"Mohon bapak nunggu di luar."Setelah dokter mengatakan itu,. dokter itu pun langsung masuk kedalam, untuk menangani pasiennya.


Berapa saat pun orang tua mereka datang bersama-sama, mereka ingin melihat keadaan anak mantu mereka yang sedang masa mentaruh kan hidup dan matinya.


Mommy Quella, yang melihat sosok paruh baya yang ia kenali pun langsung menyapanya. "Varischa?"


Varischa yang sedang duduk sambil membuka ponsel pun mendongakkan kepalanya, dan. "Quella."Mereka pun langsung berpelukan dengan bahagia Meraka tak menyangka kalau mereka akan di pertemukan disini.


"Kenapa, kamu ada di sini var?"


"Tadi saya sedang berada di restoran bersama anak saya, dan sahabat anak saya. Eh istrinya ingin melahirkan, jadi saya ikut kemari."


Quella lalu menatap elvan lalu kembali menatap sahabat lamanya. "Jangan bilang kalau anak kandung kamu adalah Elvan yang selama ini hilang?"


"Loh, kamu sudah tau.?"


"Hm iya saat itu anak saya liburan ke bali bersama sahabat-sahabatnya, eh saya di kejutkan kalau anak saya meminang gadis."


Mereka pun kembali berpelukan lagi, setelah sekian lama mereka berpisah, akhirnya di pertemukan kembali.


Oek Oek Oek Oek. Suara tangisan bayi mengejutkan mereka yang sedang berdoa, dan mengobrol, agar suasana tidak tegang.


Ceklek. pintu ruangan itu pun terbuka, nampaklah seorang dokter yang menggunakan pakean dinasnya.


"Keluarga pasie?"


"Kali dok."

__ADS_1


"Gimana kondisi istri dan anak saya?"


"Selamat ya bapak ibu anak bapak..."


__ADS_2