
"Aku sangat mencintaimu liora Fransiska Smith."Ucap Elvan tepat di telinga liora. Walaupun ia tak mengingat siapa liora, namun dengan bukti yang ia lihat, itu sudah membuktikan bahwa liora adalah cinta sejatinya.
Lalu elvan berlutut agar sejajar dengan perut liora, dengan penuh kelembutan ia mengusap perutnya yang sedikit membuncit. "Hai Anak-anak ayah. Apa kalian baik-baik di sana? Kalian gak nakal kan sama bunda?"Ucapnya.
"Aku engga nakal kok yah."Ucap Liora yang menirukan suara anak kecil. Ia bahagia bisa bersama dengan suami'nya lagi, walaupun suaminya tak mengingat dirinya.
Baginya ada suami di dekatnya itu sudah lebih dari cukup, apa lagi di kehamilan nya ini.
"Sayang apa kamu menginginkan sesuatu? Jika iya kita akan pergi ke restoran?"
"Tapi?"
Liora ragu, karena ia takut karena permintaan dirinya, suami'nya akan mendapatkan kesialan. Ia tidak ingin jika suaminya terluka,
Mengerti akan kecemasan liora ia menyakinkan kalau dirinya akan baik-baik saja, tak akan terjadi sesuatu pada dirinya.
Liora akhirnya mau di ajak pergi oleh suaminya, untuk makan di tempat kesukaannya dan kesukaan suaminya.
**)
Di restoran yang cukup mewah.
Liora dan Elvan baru saja sampai di depan restoran, saat Elvan membuka pintunya, ia berpapasan dengan wanita paruh baya.
Wanita yang berpapasan dengan elvan merasa terkejut dengan apå yang ia lihat, bahkan ia sempat syok.
"Maaf tante?"Elvan berbicara dengan lembut.
Deg, ia kembali terkejut dengan apa yang ia denger, suara yang sangat merdu mengingatkan kepada mantu'nya, namun sedetik kemudian ia baru sadar dengan apa yang di katakan oleh elvan. "Tadi kamu panggil aku apa?"
"Tante"Elvan kembali mengulangi perkataanya,
Tiba-tiba wanita itu memegangi dadanya, ia tak percaya akan ada orang memanggil dirinya dengan sebutan tante. Padahal dari segi umur ia saat ini berusia 75 tahun tapi masih ada yang memanggil dirinya dengan sebutan tante. Tidak bisa di percaya.
"Tante baik-baik saja?"
"Ya aku baik-baik saja, kau tak perlu cemas."
Saat Elvan akan permisi kepada wanita itu datanglah wanita satu lagi Namaun dengan umur yang berbeda.
"Wah wah wah. Teryata kita bertemu di sini ya tuan Elvan Aristides Rafisqy Fathaan, teryata kecelakaan itu tak membuat kamu pergi dari dunia ini"
Deg. Elvan yang mendengar perkataan wanita di depannya merasa nyeri di dadanya, walaupun ia tak mengenal wanita di depannya tapi rasanya sangat sakit sekali jika wanita di depannya berkata begitu kejam.
"Terima kasih atas apa yang terlah kau lakukan, aku menerimanya dengan senang hati."
"Aku tak bisa membalas dirimu, tapi yang kau tau karma akan tetap berlaku. Karena Allah maha adil."Setelah mengatakan itu ia mengajak istrinya pergi dari hadapan wanita itu.
__ADS_1
Saat ini tinggalah dua wanita berbeda generasi, wanita yang umurnya sudah tua langsung menyeret anaknya menuju ke parkiran. Setelah sampai di parkiran wanita itu, menampar wajah putrinya.
PLAK'
"Mama tak menyangka kalau kamu melakukan hal seperti ini? perbuatan kamu itu sudah termasuk perbuatan kriminal, apa karena anak tirimu itu? Sampai membuat putri ku yang dulu baik sekarang jadi jahat,"
"Aku melakukan ini agar bisa menyingkirkan Elvan dari kehidupan liora? Aku sudah berniat ingin menjodohkan Liora dengan putraku."
PLAK'
Lagi-lagi varischa mendapatkan tamparan dari ibu'nya dengan sangat keras, bahkan tangan ibunya sampai membekas di pipi varischa.
Callista, hanya bisa geleng-geleng kepala karena otak putrinya sudah di cuci oleh anak dan ayah itu. Sebenernya dulu ia tak pernah merestui hubungan varischa dengan ayah'nya calvin. Tapi putrinya yang keras kepala, membuat mereka mau tak mau merestuinya.
Dengan perasaan marah kepada sang putri ia meninggalkan putrinya di area parkir. Ia lebih baik mengemudikan mobilnya sendiri.
***
"Gimana makanannya sayang?"
"Enak sayang"
"Apa kamu ingin makan sesuatu lagi?"
Liora sempat terdiam berapa saat, sebenernya ia masih ingin makan-makanan yang lain. Tapi ia takut jika keluarga dan istri baru elvan mencarinya.
"Lain kali saja by"Ucap liora dengan lirih.
"Apa kamu mencemaskan keluarga dan fatimah?"
Lantas Liora menganggukkan kepalanya, ia tak ingin lagi mendapatkan kemarahan dari mereka,
Elvan terkekeh geli melihat tingkah laku istrinya ini, baginya dia sangat lucu. "Kamu tenang saja? Aku sudah meminta izin kepada fatimah untuk menemui dirimu. Kalau gitu kita mau kemana lagi?"
"Beneran by?"
Elvan mengangguk, untuk malam ini Ita tak ingin membuat istri pertamanya bersedih.
Lalu Liora berpikir ingin pergi kemana, berapa saat ia kepikiran ingin pergi ke pasar malam yang berada di ujung jalan.
Dengan senang hati elvan mengabulkan keinginan istrinya ini.
Elvan memanggil pelayan, "Berapa semuanya?"
"Totalnya 3,6 juta tuan."
Elvan memberikan black card kepada pelayan.
__ADS_1
Pelayan itu kembali, dan memberikan card'nya pada Elvan.
Setelah semuanya selesai Elvan mengajak istrinya pergi ke pasar malam.
***
Setelah sampai di pasar malam liora meminta kepada suaminya menaiki wahana biang Lala. Namun di tolak sama elvan,. dan itu membuat wajah liora cemberut.
Elvan menghela nafas, ini yang membuat ia tak bisa menolak permintaan wanita. Ia dengan terpaksa menuruti permintaan istrinya untuk menaiki wahana biang Lala.
Setelah puas menaiki wahana biang lala. Mereka turun, namun wajah elvan sangat pucat masi.
Berapa detik, makanan yang ada di perut Elvan keluar semua membuat ia merasa lemas.
Karena melihat suaminya yang kelemasan liora merasa bersalah lalu meminta maaf kepadanya.
Elvan sebisa mungkin menjadi gelagapan, karena istrinya seperti ingin mengeluarkan air matanya.
"Sayang ini bukan salah kamu, gimana kalau kita makan itu"Kata elvan sambil menunjuk ke arah di mana ada penjual cilok.
***
"Fatimah dimana suami kamu?"Ucap mamah Najwa saat tidak mendapati anaknya di meja makan.
"Mas Elvan sedang ada pertemuan dengan teman-temannya karena sedang membahas mengenai program buat ibu hamil."Ucap Fatimah.
"What adik aku ingin melakukan program hamil? Memangnya buat apa?"
"Katanya ini permintaan dari istrinya kak Nafi."
Mereka pun tertawa karena melihat kelakuan mereka, yang terkesan sangat aneh.
'Pasti saat ini mas elvan sedang bertemu dengan kak liora? Bagus deh semoga saja mas elvan bisa mengingat kembali tentang siapa kak liora yang sebenarnya bagi kehidupan mas' Batinnya. Sambil tersenyum-senyum sendiri. Andaikan cintanya bersama Kim Tae-hyung bisa seperti cintanya mas Elvan dengan kaka Liora.
(Halu mu itu berlebihan tau gak Shakira.)
(Gak papa yang terpenting aku bisa bahagia.)
(Terserah kamu saja deh.)
(Gitu dong. maka dari itu jodohkan aku dengan Kim Tae-hyung.)
(Ogah)
***
"Sayangggggg!"
__ADS_1