CINTA YANG RUMIT

CINTA YANG RUMIT
Liora Keguguran


__ADS_3

Saat pasangan suami istri sudah puas bermain di masak malam, mereka pun pulang, namun saat akan melewati jalanan, yang sepi ada sebuah. Bobol dengan kecepatan tinggi.


Dan Bruk.


Seorang tertabrak mobil, dan tubuh orang itu terpental cukup jauh, dari tempatnya tertabrak.


"Sayangggggg!"Teriak seorang pria kepada istrinya yang sedang hamil. Tiba-tiba saja ingatannya kembali pulih, ia terlah mengingat siapa liora yang sebenernya.


Ya yang tertabrak adalah liora, saat itu ia melihat ada sebuah mobil yang sengaja ingin menabrak mereka, namun dengan gesit liora mendorong tubuh suami'nya elvan agar tak tertabrak mobil itu.


Dengan rasa khawatir ia berlari mendekati istrinya yang Amat ia cintai, dia adalah tulang rusuknya yang sudah membuat hidupnya bahagia.


"Sayang kamu harus bertahan demi cinta kita dan anak kita."Ia terduduk sambil memangku kepala istri'nya.


"Aby, maafkan aku. Karena mungkin aku tak akan pernah bisa bersatu dengan mu? Karen keluarga kita sangat berbeda."Ucapnya yang mulai terbata-bata, ia mungkin tak akan pernah bisa di selamatkan.


"Sayang kamu bertahanlah, aku belum siap kehilangan dirimu."


Karena rasa kwatir ia jadi lupa, untuk mengabari keluarganya. Dengan kelu ia mencari ponselnya yang ia lupa menyimpan di mana.


Liora tau kalau suaminya sedang mencari ponselnya, pun tersenyum. "Kamu menyimpan ponselmu di dalam tasku by."


Elvan terdiam sejenak. Bisa-bisanya ia melupakan hal itu, ia lalu langsung mengambil ponselnya di dalam tas liora, dengan cepat ia menelpon orang rumah namun tidak ada yang mengangkat panggilan nya.


Ia berpikir-pikir, siapa orang yang akan mengangkat panggilan dari dirinya. 'Shakira.' Satu nama yang membuat ia harus segera menelepon adik'nya itu.


Berapa menit, panggilan terhubung.


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh."


"Ada apa mas telpon kira, malam-malam gini?"


"Buruan ke hospital Ibrahim."


Setelah mengatakan seperti itu elvan,. langsung mematikan sambungan teleponnya.


Dengan penuh rasa khawatir, ia menggendong istrinya ala bridal style. Namun ia melihat orang yang terlah menabrak istri'nya, sedang duduk di depan mobil dengan tangan di lipat.


"KAU!"Ucap Elvan yang tatapannya menjadi mengerikan.


"Aku sudah menduganya kalau kaulah orang yang sudah menabrak kami."


Kebencian dia kepada wanita di depannya semakin tinggi, tapi ia tak bisa melakukan apa-apa, biar Allah saja yang membalasnya.

__ADS_1


"Tepat sekali, karena kamu terlah mengambil Liora dari tangan anak'ku."Ucap wanita itu dengan dingin.


"Terkutuk Lah diri dan putramu mu itu, aku akan membenci dirimu seumur hidup jika istri dan anakku kenapa-napa."


Setelah mengatakan itu ia tak lagi menggubris perkataan wanita di depannya baginya saat ini keselamatan istri dan anaknya sangat penting.


Elvan terus berjalan kaki dengan membopong tubuh istrinya, mungkin dari tempatnya ke rumah sakit sekitar 2,5 km.


"Sayang aku mohon kamu harus bertahan."


Ia terus saja berbicara agar kesadaran istrinya tidak hilang, ia takut jika ia akan kehilangan kesekian kalinya lagi. Ia sudah pernah berpisah dengan liora, berapa kali dan saat ini ia tak akan pernah membiarkan Liora pergi jauh darinya. Apa lagi meninggalkan dirinya,


Berapa waktu terlah berlalu, ia sudah sampai di depan rumah sakit kakeknya,


Perawat yang melihat cucu dari pemilik rumah sakit ini langsung menyiapkan brangker,


Elvan pun meletakan tubuh Liora di brangker. Setelah meletakkannya ia terjatuh terduduk, lemas Dengan darah yang mengalir dari kepala'nya, saat ini ia tak mementingkan lukanya tapi mementingkan keselamatan istri'nya.


***


Nyawa Shakira yang belum terkumpul mendadak tegang mendengar suara mas Elvan yang bersedih. Apa lagi dia mengatakan kalau dirinya harus pergi ke rumah sakit.


Jadi kesimpulannya adalah, mas dan Kakak iparnya sedang tidak baik-baik saja.


"BUNDA, AYAH, KAKAK, ABANG,!"Teriak Shakira.


Mereka yang mendengar suara Shakira di tengah malam pun bangun menghampiri Shakira.


"Ada apa sih tengah malam begini teriak-teriak?"Ucap Abang Zidan.


"Bener mengganggu tidur ku saja."ucap kakak khanza.


"Untuk saat ini jangan banyak bertanya sama aku, karena saat ini mas elvan sedang berada di rumah sakit, dan kita di suruh kesana."


Mereka terkejut dengan perkataan Shakira, mereka pun langsung bergegas pergi kerumah sakit, tempat yang sudah Elvan katakan.


Tak lupa mereka juga memberi kabar kepada para tetua.


***


"Dok gimana kondisi istri dan anak saya? Apa mereka baik-baik saja?"Ucap Elvan.


Dokter itu terdiam sejenak, namun saat akan mengatakan keluarga Ibrahim datang menghampiri mereka.


"Elvan kamu baik-baik saja kan? Dan ini kepala kamu kenapa di perban seperti ini? Kenapa kamu jadi seperti ini?"Tanya Najwa bertubi-tubi kepada Elvan saat melihat Elvan di perban.

__ADS_1


"Nak kamu kenapa bisa seperti ini?"Kali ini giliran Husain kepada Elvan.


"Aku ga kenapa-kenapa, yang saat ini aku khawatirkan adalah kondisi liora, aku takut dia terjadi sesuatu."


"Apa kamu sudah mengingat liora?"Tanya oma Anisa kepada cucunya.


Elvan mengangguk, ia sudah sepenuhnya mengingat akan cintanya yang terlah lama ada di hati'nya,


Setelah menjawab pertanyaan mereka, Elvan menatap sang dokter. Ia ingin mengetahui kalau istrinya baik-baik saja,


"Mohon maaf tuan,"


Semua keluarga, terkejut dengan perkataan sang dokter, dengan kata-kata itu, mereka tau kalau dia sudah menyerah.


"Coba kamu katakan sekali lagii!!!"Bentak Elvan.


"Mohon maaf tuan, anak yang nyonya liora kandung tak bisa di selamatkan. Karena benturan keras di bagian perutnya membuat janin yang ada di dalam kandungan nyonya Liora tak bisa bertahan,"


Deg


Deg


Deg.


Satu keluarga merasa terkejut, mereka tak menyangka kalau anak yang liora kandung tak bisa di selamatkan.


"Innalillahi wa innailaihi rojiun."Najwa menutup mulutnya dengan tangan, ia tak percaya cucu'nya harus pergi secepat ini. Walaupun ia tak pernah menganggap liora sebagai mantu'nya, tapi anak di dalam perutnya adalah anak Elvan.


Elvan mendengar itu tak bisa berkata-kata, ia sudah kehilangan setengah jiwanya, elvan pun terduduk lepas di lantai. Apa yang akan ia katakan kepada istrinya jika dia sadar nanti.


"Elvan kamu yang sabar ya? Ini sudah menjadi kehendak Allah, mungkin Allah lebih sayang pada anak kalian,"


"Kami tidak akan kehilangan anak kami, jika wanita itu tak merencanakan tabrakan ini,"


"Siapa yang kamu maksud el?"Husain bertanya kepada keponakannya.


"Wanita itu bernama Varischa tzillia dharmendra.!"Ucap Elvan penuh dengan aura kemarahan.


Deg. Jantung Husain berdetak lebih kencang, jadi tidak stabil.


"Varischa?"


Guman'an Husain, masih bisa di denger oleh keluarganya, "Apa kamu kenal sama wanita itu?"Tanya opa Zain.


"Dia..."

__ADS_1


__ADS_2