
Elvan Aristides Rafisqy Fathaan, yang sedang mengendarai mobil merasa sangat terkejut. Saat melihat mobil yang di Kendari oleh istrinya mengalami kecelakaan.
Dengan cepat elvan turun dari mobilnya, untuk melihat keadaan sang istri, namun naas mobil itu jatuh ke jurang, karena terseret truk.
"LIORAAAAA"Teriak elvan saat melihat mobil sang istri terbakar.
Sepupu Elvan yang melihat kejadian di depan matanya merasa syok, mereka tak menyangka kalau saudara iparnya akan meregang nyawa dengan seperti ini.
Mereka pun turun dari mobilnya. Lalu menghampiri sang kakak, yang sudah di kerumuni oleh polisi, wartawan dan berapa pengendara yang melihat kejadian tragis.
"Kakak?"
Elvan tak menyahuti perkataan, reiga sang sepupu. Ia masih sangat syok melihat istrinya berada di mobil itu.
Dengan sisa kesadarannya ia langsung berdiri, ia berniat turun ke jurang untuk mencari keberadaan istrinya. Ia tidak ingin anak dan istrinya kenapa-kenapa, apa lagi di dasar jurang itu sangat gelap.
***
Sementara di kediaman keluarga Abdullah Gymnastiar, baru saja duduk di ruang keluarga. Karena merasa lelah dengan kejadian yang baru saja terjadi di rumah sakit.
Apa lagi mereka masih belum menerima kenyataan bahwa yang membunuh husan adalah keluarga Smith, dan mereka juga baru mengetahui kalau Varischa tzillia dharmendra, adalah ibu kandung dari elvan. Awalnya mereka kira kalau Farah Husain Zubir lah ibu kandung dari elvan, namun semua itu mereka salah.
"Husain! Kenapa kamu tidak memberitahu ayah soal ini?"Ucap tuan Zain dengan tegas. Ia sangat geram sama putranya yang selama ini berbohong kepada dirinya.
"Bukannya ayah sendiri yang tidak pernah mempercayai perkataan ku? Apa lagi saat itu kalian mengusir ku dengan tidak hormat karena aku menikahi wanita yang berbeda?"Perkataan Husain pun membuat mereka diam.
...FLASHBACK ON....
...Saat sampai di rumah sakit ia menemui sang kakak yang terbaring lemah, dengan perlahan ia mendekati ranjang rumah sakit. Dengan anak yang ia bawa di gendongannya. ...
Hasan yang sedang memejamkan matanya, pun langsung membuka matanya saat melihat kedatangan sang adik.
"Husain. Tolong kamu rawat dan berdasarkan anakku, ini adalah permintaan dari sang kakak kepada adiknya, untuk yang terakhir kali."Hasan sambil memohon kepada adiknya.
Namun, ia merasa aneh, harusnya kakak'nya menyuruh ia mengembalikan anaknya kepada sang ibu. Karena tak ingin memikirkan hal jauh ia langsung bertanya, kenapa anaknya tidak di serahkan kepada wanita yang melahirkannya.
__ADS_1
Hasan pun tersenyum simpul. Ia lalu menceritakan, kalau anaknya ada di kelurga dharmendra, akan kemungkinan besar anaknya akan mati sia-sia apa lagi yang mengincar anaknya sangat banyak.
Tak lupa juga, ia menyuruh husain menutup rapat-rapat data-data anaknya. Biarkan mereka mengira kalau anaknya sudah pergi dari dunia ini bersama sang ayahnya.
Husain yang paham akan situasi yang menimpa keluarga kakak'nya pun mengiyakan permintaannya, untuk menutup rapat-rapat keponakannya itu.
"Namun satu hal yang harus kamu ingat, kalau anakku sudah berjodoh dengan seorang wanita yang memiliki tanda lahir di bahu sebelah kiri.. Karena wanita itu adalah perisai dari anakku."
"Siapa dia kak?"
"Dia adalah fra.."Sebelum pria itu menyelesaikan kalimatnya sudah terlebih dulu kakak'nya meninggalkan dunia.
Husain, yang melihat kakak'nya yang sudah tidak bernyawa lagi anak bisa menangis. "Innalillahi wa innailaihi rojiun."Guman Husain, ia masih tidak percaya kalau kakak'nya pergi secepat ini apa lagi dia meninggal anak yang baru saja lahir ke dunia.
Saat ia sedang kesedihan, ia mendengar suara Langkah kaki berjalan ke arah tempat di mana kakaknya terbaring. Dengan cepat ia pun pergi meninggalkan kakak'nya itu.
"Kak aku janji, akan menemukan siapa pelaku pembunuh terhadap kakak dan kakak ipar. Dan aku bersumpah akan membuat orang itu menderita."Suara lantang Husain, yang saat ini berada di dalam mobilnya.
...FLASHBACK OFF...
"Untuk saat ini kami belum mengetahui motif tentang pembunuhan yang terjadi."
Mereka pun kembali terdiam, sampai sebuah telepon genggam mengejutkan mereka. Husain yang menyadari ponselnya berdering pun mengangkat nya dengan cepat.
"Rama" Nama yang tertera di layar ponselnya, ia pun bertanya kepada rama, apa dia sudah berhasil menemukan keberadaan elvan dan liora.. Namun, bukan kabar baik yang ia dapat melainkan kabar buruk, karena Liora harus meregang nyawa, saat mendengar kabar bahwa mobil yang di tumpaki oleh liora harus terseret truk, sampai jatuh ke dalam jurang.
"Innalillahi wa innailaihi rojiun."Gumam Husain, yang masih bisa di denger oleh anggota keluarga.
"Husain ada apa?"Tanya Annisa rasa khawatir menjalar ke seluruh tubuhnya.
Setelah panggilan terputus ia pun menceritakan tentang kejadian yang barusan ia denger. Ia mengatakan kalau Liora dan sang bayi tidak akan selamat dari kecelakaan itu.
"Innalillahi wa innailaihi rojiun."Ucap mereka semua. Mereka masih tak percaya kalau liora akan pergi secepat ini, mereka merasa sedih walau bagaimana pun juga Liora adalah mantu mereka, yang sedang mengandung darah keluar Ibrahim.
Zain lantas menyuruh Husain untuk mengecek Kel lokasi yang terjadi kecelakaan cucu mantunya.
__ADS_1
Annisa lalu menggiring anak dan cucunya untuk melakukan sholat berjamaah, agar liora bisa selamat dari kecelakaan maut itu.
**
"DASAR TIDAK BECUS, MENCARI ISTRIKU SAJA KALIAN TIDAK BISA. BEGINI KAH CARA KERJA TIM SAR, DAN POLISI? SAAT INI ISTRIKU PASTI LAGI BERJUANG HIDUP DAN MATI, APA LAGI DIA SEDANG MENGANDUNG.!!" Bental Elvan kepada berapa petugas, karena tidak becus mencari istrinya.
Saat ia akan turun dari tebing itu, sudah lebih dulu ada seseorang yang menyuntikkan cairan yang ia tidak tau cairan apa itu.
"Brengsek!!"Namun kesadarannya hilang begitu saja.
Berapa orang yang melihat itu, hanya menatapnya aneh, namun merasa lega, karena dokter alrafasya Ibrahim datang tepat waktu. Dokter Al pun menyuruh anaknya untuk membawa elvan ke dalam. Mobil, dan mengistirahatkan elvan ke kursi belakang.
"Maafkan om el? Karena om terpaksa melakukan ini akar Kamu tidak berbuat aneh."Gumam dokter Al.
Sebelum pergi meninggalkan TKP, ia menyuruh anak buahnya agar terus mencari keberadaan liora, setelah mengatakan itu, ia pun mengendarai mobilnya menunju mansion keluarga Abdullah.
**
Tak berselang lama Husain datang ke tempat TKP, lalu ia turun mencari keberadaan sang ponakan, karena tak kunjung ketemu pun ia mencari reiga. Dan saat melihat reiga sedang ada di deket jurang langsung menghampirinya.
"Reiga?"Panggil Husain.
"Paman, kau disini?"Tanya reiga kepada Husain. Husain pun hanya mengangguk-anggukan kepalanya.
Husain lalu bertanya tentang keberadaan elvan, karena ia tidak menemukan keberadaan ponakannya itu.
Reiga pun menjelaskan kalau elvan sudah di bawa pergi oleh ayahnya, karena tadi elvan sempat ngamuk dan membuat kekacauan di sekitar.
Husain hanya bisa bernafas lega karena ponakannya sudah di tangani olehnya.
"Kakak..."
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
...----------------...