
Sebuah mobil Mercedez berhenti di halaman mansion mewah milik keluarga Ibrahim, dengan halaman yang indah, banyak taman-taman dan air mancur yang membuat halaman itu terkesan sangat indah.
Seorang pria bertubuh tegap dengan tatapan dingin dan datar keluar dari mobil. Tak lupa juga ia mengajak istrinya keluar sambil menggendong baby yang sangat imut.
Dengan perasaan takut, cemas dan khawatir kalau dirinya tidak akan di terima di keluarga ini. Namun suaminya yang mengetahui kecemasan istrinya langsung menenangkan nya.
Ia berkata, kepada istrinya bahwa semua ini akan baik-baik saja.
Dengan langkah kaki jenjangnya Elvan mengajak istrinya masuk kedalam mansion Ibrahim.
"Mari tuan, tuan sudah di tunggu oleh keluarga, dan kiyai Akhbar."Ucap para bodyguard nya.
Langkah demi langkah yang mereka ambil membuat jantung Liora semakin berdebar ia tidak tau reaksi apa yang mereka ambil.
Elvan juga sama halnya dengan liora. Ia takut jika mereka akan memisahkan kembali dengan kekasihnya.
"ASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH."Setelah sampai di depan pintu, lalu mereka masuk kedalam mansion
***
Sementara di aula Ibrahim. Anggota keluarga Ibrahim sudah duduk di tempatnya masing-masing mereka sedang menunggu kehadiran sang anak yang sudah membuat mereka kehilangan.
DEGH' Jantung mereka berdebar kencang saat melihat wajah Elvan yang sangat mirip dengan Arkan. walaupun ada perbedaan tubuh'nya tapi tak membuat mereka goyah mungkin selama ini Elvan sering olahraga.
Saat ini penampilan Elvan/Arkan sangat berbeda dengan yang dulu. karena Elvan yang sekarang terlihat lebih maco, dengan otot-otot yang sempurna rahang yang kokoh, itu yang membuat mereka semakin mengagumi akan apa yang di miliki oleh Elvan.
"ARKANN!"Teriak para wanita yang tak lain adalah adik, kakak, dan sepupu Elvan.
Dengan perasaan bahagia mereka langsung memeluk tubuh Elvan dengan sangat erat tak di pungkiri, kalau mereka akan melihat sosok sodaranya lagi.
Elvan yang terkejut mendapatkan pelukan secara tiba-tiba hanya bisa terdiam, tak membalas pelukan mereka.
'EHMM!' Deheman pria membuat mereka pelepasan pelukannya.
Setelah mereka melepaskan pelukannya, mereka hanya ingin cengengesan saja.
Seluruh anggota melihat kehadiran liora sangat tidak suka, seakan-akan ada permusuhan.
Namun, tatapan mereka jatuh kepada seorang anak kecil yang sangat tanpa dan juga gemes.
Najwa secara perlahan mendekati mereka, lalu mengambil alih anak yang di gendong liora,
"Ya Allah sayang kamu sangat mirip sekali dengan Abi kamu."
Lalu mereka saling berebut ingin menggendong anak dari Elvan.
__ADS_1
"Arkan siapa nama anakmu?"Tanya oma Anisa.
"Altezza Atharryazka Rafisqy Fathaan."Jawab Elvan.
Kiyai Akhbar berucap kepada mereka untuk kembali duduk ke tempatnya masing-masing, dan ia juga menyuruh elvan duduk di depannya.
"Aku ingin kau tinggalkan wanita itu.!!"kiyai Akhbar langkung bicara ke intinya karena ia sangat muak melihat wanita di depannya.
Elvan sudah menduganya kalau ini akan terjadi, bahkan ia tak menuju'i perkataan kiyai Akhbar.
"Siapa anda? Kenapa anda mengatur rumah tangga ku?!"Ucapnya.
"ARKAN JAGA BICARAMU KEPADA KAKEK BUYUT MU.!"Bentak opa Zain.
Tiba-tiba Elvan/Arkan memegang kepalanya yang terasa berdenyut-denyut ia merasakan kembali seperti satu taun kembali.
Liora yang merasa khawatir, langsung mendekati suaminya dan menanyakan apa yang terjadi.
Najwa juga sama halnya dengan liora, ia pun mendekati anaknya.
Elvan tak menggubris perkataan mereka yang bertanya-tanya.
PLAK' Satu tidak tamparan mendarat di pipi Liora dengan sangat keras. Siapa lagi pelaku nya kalau bukan Najwa.
Najwa merasa marah dengan Liora yang membuat anaknya jadi seperti ini. "Dasar wanita tak tau diri? Aku sudah memperingatkan padamu berapa tau yang lalu, tapi kau selalu saja mendekati putraku? Oh bukannya kau sudah memiliki suami dan anak, kenapa kau palah mendekati anak saya!!!"Bentak Najwa.
DEHG' Liora yang mendapatkan ucapan Mendes dari keluarga suaminya merasa tersakiti, ia tak tau harus berbuat apa-apa. Selain diam.
Elvan merasa marah karena perkataan ibu dan juga bibinya, "Jaga bicara kalian!! Katanya Keluarga kalian adalah Keluarga paling tersohor dengan nilai keagamaan nya. Tapi selalu merendahkan orang lain."
"ARKABIAN LANGIT DIRGANTARA.!!"
Opa Zain mendekati cucu'nya lalu ia menampar wajah cucu'nya dengan sangat keras.
Elvan yang sudah mengetahui nya pun hanya diam saja saat opa'nya akan menampar wajah nya.
Berapa menit kemudian, Elvan tak merasakan apa-apa, lalu ia membuka matanya, betapa terkejutnya ia yang terkena tamparan adalah istrinya.
"Sayang!!"
Tapi Liora tak menjawab, karena pandangan nya sudah mulai kabur. dan
BRUK' Liora tak sadarkan diri, untungnya elvan. Dengan sigap menangkap tubuh istri'nya.
"Sayang, sayang kamu kenapa? Hai hayo bangun?"Elvan berkata dengan nada khawatir dan sedih. Sambil menepuk pipinya dengan pelan.
__ADS_1
Lalu ia meminta agar memanggilkan seorang dokter untuk memeriksa keadaan istrinya.
30 menit terlah berlalu, seorang pria ber jas putih mendekati mereka dengan menenteng tas kerjanya.
Pria yang di ketahui adalah seorang dokter, langsung memeriksa keadaan liora. Elvan memasang wajah datarnya kepada mereka, ia tak akan pernah memaafkan mereka jika sesuatu terjadi kepada istrinya.
Setelah di teliti-teliti ia menyimpulkan bahwa, ada yang tak beres dengan wanita yang ia periksa.
**
"Varischa tzillia dharmendra!!"
"Ayah tak percaya kau akan melakukan sejauh ini hanya demi anak tirimu itu?"
"Karena dia adalah anakku! Jadi apapun akan aku lakukan hanya demi anakku bahagia."
"Tapi kau harus pikirkan tentang Anak kamu zillia?!"
Tuan Tony sangat kecewa karena zillia menjadi seorang yang kejam hanya bisa menghancurkan orang yang sudah merebut calon mantu nya.
Zillia lagi-lagi merasa tak bisa berkutik dengan perkataan ayahnya yang selalu meningkatkan kembali kepada anaknya. Lalu ia pergi dari hadapan ayah'nya.
Sang istri lalu mendekati suaminya, ia tau dari hati terdalam sang putri memiliki rasa sakit.
"Sayang jangan pernah kau menyalahkan putri kita, karena masalah yang terlah kau buat. Dan bukannya kau sendiri yang membuang mantu dan cucu kamu karena dia tak sederajat dengan keluarga mu."
Tony hanya terdiam tak menjawab, memang dirinya lah yang bersalah dengan apa yang sudah ia buat kepada rumah tangga anaknya.
***
Saat ini Elvan dan anggota keluarga Ibrahim sedang menunggu hasil pemeriksaan medis terhadap Liora.
Sebenernya mereka merasa penasaran dengan sang dokter yang memanggil rekan dokternya. Karena tak ingin mengganggu mereka diam saya.
"Tuan Elvan."Panggil seorang dokter wanita.
"Ya saya sendiri? Gimana kondisi istri saya dok?"
"Selamat ya tuan Elvan. Saat ini istri ada sedang mengandung."
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
SAKSIKAN TERUS KELANJUTAN CERITA CINTA YANG RUMIT.
JANGAN LUPA UNTUK LIKE KOMEN END VOTE YGY.