
Husain, yang di tanya oleh ayahnya hanya menggelengkan kepalanya, ia belum bisa mengatakan apa-apa, kalau dirinya mengetahui apa yang terjadi.
Lantas ia menyuruh istrinya dan putrinya, untuk menemani Elvan, yang sedang terpuruk karena kehilangan anak yang berada dalam kandungan liora.
Setelah mengatakan itu Husain berlalu pergi dari hadapan Keluarga'nya.
Setelah peninggalan Husain, Elvan masuk kedalam ruangan perawatan istrinya, dan disusul oleh keluarganya. Elvan hanya bisa terdiam mendapati wajah teduh istrinya yang sedang tertidur.
"Maafkan aku liora."Ucap Elvan tak bisa berkata-kata lagi.
Liora yang cuma memejamkan matanya mendengar suara suaminya, ia pun berkata. "Kamu tak salah mas? Ini semua memang kesalahan yang ku, yang tak bisa menjaga titipan dari Allah."Ujar liora.
"Ga liora, ini semua memang kesalahan ku, aku tidak becus menjadi seorang suami. Dan maafkan aku juga yang sudah berpoligami."Ucap sedih elvan, membuat keluarga merasa iba. Namun ego tetap ego, mereka tidak peduli. Baginya Fatimah adalah menantunya.
Prok prok prok. Suara tepuk tangan menggelegar di ruang perawatan Liora.
"Selamat, tuan dan nyonya Ibrahim. Karena keturunanmu itu, anak saya harus kehilangan janinnya."Suara menggelegar dari ambang pintu, membuat keluarga Ibrahim berbalik arah. Menatap ke sumber suara itu.
"Buat apa kalian disini?"Tanya tuan Zain kepada tuan Smith. Ya yang datang adalah keluarga Smith,
Tuan Smith hanya tertawa sinis, mendengar perkataan tuan Zain kepada Keluarga'nya. "Tuan Zain, tentu saja kami disini ingin menjemput anak kami?"
"Saya tidak akan pernah mengizinkan istriku pergi dariku. Camkan baik-baik!!"Ucap Elvan dengan dingin.
"Saya tak membutuhkan izinmu tuan elvan? Bukannya kau sudah memiliki istri baru? Jadi urusi saja istri baru'mu itu"
Elvan hanya bisa mengepalkan tangannya karena perkataan ayah mertuanya. Andai dia bukan ayah mertuanya sudah pasti ia akan menjadikan dadar gulung,
**
Sementara itu di kediaman keluarga Tony Werner dharmendra, sedang menikmati sarapan pagi, tanpa ada masalah sedikitpun.
Seorang pria berjalan penuh dengan wibawanya, saat melihat mereka bagia aura kemarahannya naik.
Prok prok prok. Husain bertepuk tangan.
Keluarga dharmendra terkejut mendengar suara tepuk tangan Husain.
Ya setelah mendengar nama zilia dharmendra dari mulut keponakannya. Ia langsung menemui orang yang sudah membuat anak Elvan tak selamat.
"Bagus. Kalian disini enak-enakan makan enak? Sementara keponakan saya sedang berduka karena kehilangan anaknya.,"
Lantas keluarga Tonny langsung berdiri dari tempat duduknya. Mereka tak suka jika ada yang mengganggunya apa lagi ini sedang sarapan.
__ADS_1
"Apa kamu mempunyai sopan santun jika bertamu?"
"Ya saya memiliki sopan santun, tapi karena putrimu itu saya tak akan bersopan kepada kalian?"Jawab Husain dengan dingin.
"Apa maksud kamu?"Tonny langsung mengalihkan pandangannya ke arah putrinya.
"Putrimu sudah melenyapkan janin yang ada di perut Liora, istri dari Elvan Aristides Rafisqy Fathaan atau nama aslinya Arkabian langit dirgantara abdulah bin Ibrahim. Putra dari Hasan Ganendra Adelardo narendra Abdullah."
Deg
Deg. Suara detak jantung saling bersahutan dengan kencang, setelah mendengar nama itu.
"Gimana tuan Tonny? Apa kalian terkejut? mendengar kenyataan bahwa Elvan adalah anak tunggal dari Hasan narendra dan Varischa tzillia dharmendra."
"Kamu pasti bohong kan? Ini semua gak bener kan dia bukan anak saya kan?"
Plak. Satu tamparan mendarat di pipi varischa yang di dapatkan dari Husain.
"Saya tak pernah berkata bohong, dia bener anak kamu? Gara-gara kamu hati Elvan harus terguncang karena dia harus kehilangan anaknya yang belum lahir,"
"Dan kalian ingin tau siapa orang yang menghancurkan keluarga kalian berapa tahun yang lalu?"
Keluarga Tonny hanya terdiam saja, mendengar perkataan dari husain,
...FLASHBACK ON...
Seorang sepasang suami istri sedang berbahagia, karena kelahiran anak pertamanya yang sangat tampan dan imut. Tak pernah terbayang mereka akan memiliki putra secepat ini.
"Sayang terimakasih karena terlah memberikan seorang putra untukku?. Semoga anak kita nantinya yang akan menjadi seorang Gus."
Seorang wanita yang melihat kebahagiaan suaminya ikut bahagia, tak pernah di pungkiri kalau dirinya akan memiliki keluarga kecil bersama seorang pria yang menyayangi dirinya.
"Aku juga berterima kasih karena kamu terlah ada di sampingku di saat anak kita akan lahir."
"Sayang apapun yang terjadi nanti, aku ingin kamu terus menjaga anak kita dengan baik."
"Sayang aku pasti akan menjaga anak kita dengan baik, kamu tak perlu khawatir."Ucapnya dengan lembut.
Setelah itu mereka pun pergi meninggalkan rumah sakit. Saat di perjalanan pulang, ada seseorang mengikuti mobil mereka, Hasan yang takut anak dan istrinya kenapa-kenapa langsung menambahkan kecepatannya.
Alhasil mobil mereka saling kejar-kejaran. Sementara itu ada sebuah mobil di depan mobil Hasan, hasan yang melihat itu langsung membanting setirnya.
BRAK'
__ADS_1
Mobil yang di tumpangi oleh Hasan menabrak sebuah pohon besar. akibat, dari tabrakan itu membuat Hasan dan sang istri tak sadarkan diri.
Husain yang tak sengaja melewati jalanan itu, selepas pulang dari kantor, langsung menepikan mobilnya, ia berniat menolong orang kecelakaan.
Saat sudah sampai di depan kecelakaan betapa terkejutnya ia, "Mas hasan?!"Ucapnya.
Ia pun dengan panik, berteriak minta tolong.
Berapa menit kemudian, dua mobil ambulance datang. Dan membawa hasan dan sang istri.
Sementara bayinya, di bawa oleh husain ke kediaman Keluarga'nya.
...FLASHBACK OFF...
"Jadi kau orang yang sudah membawa cucu'ku?"
"Ya aku yang membawa Arkan, pergi dari tempat itu. Karena ada berapa orang yang mengincar kematian kak hasan dan putranya."Suara Husain berubah menjadi dingin dan datar, dan tatapannya pun menjadi sangat tajam, ia sambil menatap ke arah Calvin.
Perlahan demi perlahan ia mendekati Calvin, "Teryata kau dan ayah kamu tak jauh berbeda ya? Dulu ayah kamu yang menyingkirkan kakak saya, sekarang anaknya yang ingin menyingkirkan keponakan saya,"
"Memang buah jatuh tak jauh dari pohonnya."
Semua orang di tempat itu merasa bingung dengan perkataan husain yang berbicara dengan Calvin.
Karena merasa penasaran tuan tonny. Berbicara kepada husain tentang apa yang terjadi,
"Karena tuan Brandon lah keluarga kakak saya berantakan." Ucapnya sambil menunjuk ke arah Calvin. Ia sangat muak dengan muka keluarga Brandon.
***
"TUAN ELVAN ARISTIDES RAFISQY FATHANAH, SAYA MINTA KAMU CERAIKAN PUTRIKU..!!"
Tuan Smith mengucapkan kata yang membuat keluarga merasa terkejut,
Tapi pendirian elvan tak goyah, ia tak akan pernah menceraikan istrinya Liora. Walaupun keluarga tak merestui hubungan'nya.
"Kau jangan jadi orang yang egois elvan! liat istri kedua mu itu, dia juga membutuhkan belaian."Ucap tuan Smith.
"Sampai matipun aku tidak akan pernah menceraikan liora..!"
"Kau harus ceraikan putriku atau, orang yang sangat berarti dalam hidup mu akan sedih di alam sana."Ucap tuan Smith.
"Apa maksud kamu?"
__ADS_1