
Sepasang suami istri yang sudah tua tapi masih terlihat serasi. Saat ini mereka sedang berjalan memasuki mansion anaknya. Karena ia baru saja mendapatkan kabar, bahwa cucu'nya masih hidup, maka dari itu mereka langsung kembali ke negaranya hanya demi ingin melihat seorang cucu yang sangat mereka rindukan. "Assalamualaikum!"Ucap mereka.
"DIMANA CUCU'KU?!!"Ucap wanita itu menggema di ruang tamu yang begitu luas.
Mendengar suara tak asing, penghuni mansion tersentak kaget, karena suara dari wanita itu.
"Ibu, ayah. Kapan kalian datang?"Tanya seorang wanita paruh baya yang masih terlihat sangat cantik nan muda, bak berusia belasan tahun. Lalu wanita itu berjalan mendekati ibu, dan ayah'nya, dengan begitu anggun.
Suami istri itu merasa terkejut. Dengan kesembuhan putrinya, pasalnya dokter menyatakan kalau putrinya tidak bisa di sembuhkan lagi, tapi mereka bersyukur karena putrinya bisa sembuh.
"Sayang?"
***
"Abi! Pokoknya aku ingin bulan madu?"Rengek seorang wanita. Entah kenapa ia ingin sekali honeymoon bersama suaminya. "Jika. Abi, tidak mengajak Liora ke Bali, nanti aku per*osa lagi."Sambungnya sambil mengancam suaminya.
Elvan Aristides Rafisqy Fathaan, yang mendengar nada ancaman istrinya. Hanya bisa memijat keningnya, ia tak menyangka kalau Liora yang baru saja di nikahi. Membuat hidupnya kacau balau.
Liora kembali bertanya kepada suaminya, apakah suami yang paling di cintai itu bisa mewujudkan'nya atau tidak.
Dengan pasrah ia menerima. Permintaan istrinya itu,
Saat mereka sedang berada di dunianya masing-masing, mereka di kejutkan dengan teriakkan seorang pria.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh!!"Salam seorang pria dengan menaikkan nada suaranya.
"Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh"Jawab Elvan dan Liora.
"Buat apa kalian kesini?"Ucap ketus Elvan.
Ya yang datang adalah sahabat'nya Elvan, karena mereka ingin membicarakan hal sesuatu.
'CK' Adzra Nadhifa Syafa. Hanya berdecak sebel karena kelakuan sahabat ini.
"Aku cuma ingin ngabarin kalau kita akan ke Bali. Untuk melakukan tugas di sana"ucap Nafi.
Liora yang mendengar suaminya akan ke Bali, senyum langsung mengembang di wajah nya. "Sayang ini adalah kesempatan kita, jadi kita bisa sekalian honeymoon"
Syafa, yang sedang minum kopi, entah itu kopi siapa. Ia Langsung tersedak tak kala mendengar kata-kata dari Liora. "wait! Wait? Tadi aku tidak salah dengar kan?"Kata Syafa. di sela-sela batuknya.
"Bener aku juga mendengarnya,"ujar nafi
"Kalian, tak salah denger kok? Dan kami sudah menikah."Ucap Liora dengan santai.
__ADS_1
Karena tak ingin menjadi masalah, lantas Elvan menjelaskan tentang apa yang terjadi. Kenapa sampai dia menikahi nona mesum.
Kedua sahabat hanya menganggukkan kepala.
Lalu liora kembali berkata kepada sahabat suaminya, tentang keberangkatan ke Bali. Ia sudah tidak sabar untuk bulan madu.
(Maklum karena sudah lama menjadi janda, jadi kurang kadung sayang )
Nafi menjawab pertanyaan istri baru Elvan. Kalau mereka akan berangkat ke Bali, sore ini.
"Sayang kita harus berangkat! Tanpa penolakan."Liora berkata dengan tegas.
**
Tak terasa sore pun tiba...
Sesuai, kesepakatan mereka. Saat ini mereka sedang berada di sebuah bandara internasional, mereka akan melakukan perjalanan Jakarta ke Bali.
"Ibu, ibu beneran ga mau ikut?"Tanya Elvan kepada ibunya.
Ainur. Menolak ajakan Elvan, karena ia harus pergi ke kampung halamannya. Ia hanya berpesan kepada Elvan, agar senantiasa menjaga anak dan istri barunya.
Lalu ia menatap sang mantu'nya. "Nak Liora, tolong jaga anak dan cucu ibu ya?"Kata Ainur.
Setelah mendapat panggilan, mereka langsung bergegas naik ke pesawat, karena pesawat akan seger take off.
"Selamat tinggal El, Al dan liora, mungkin ibu tidak akan bisa melihat kalian lagi."Guman'nya sambil menatap kepergian anak, mantu dan cucu'nya.
**
"Saya, ga akan mentoleransi lagi. Ini kan sudah perjanjian kalau anak kita akan di. NIKAHKAN!!"Bentak seorang wanita paruh baya. Yang terkesan anggun dan elegan.
"Maaf. Nyonya varischa, aku akan berusaha mencari tahu dimana anak kami berada."Ucap Annette.
Mereka pun sedang berusaha mencari keberadaan Liora dimana.
**
Di satu sisi. Sepasang suami istri, tak lupa bersama para sahabatnya. Mereka baru saja sampai di Bali, tempat yang akan menjadi bulan madu mereka, karena selain tempatnya yang idah, ia juga bisa bikin anak di sini.
"Sayang. Kita akan akan tinggal di mana?" Liora bertanya kepada suaminya.
"Ehmm. Kita akan tinggal di kolong jembatan sayang."Kata Elvan.
__ADS_1
Liora langsung membulatkan matanya tak percaya dengan perkataan Elvan.
"Ya ampun liora Fransiska S. Kau ini bodoh atau pura-pura bodoh sih, ya kita akan tinggal di villa lah." Ujar nafi sambil mengejek Liora istri dari sahabat'nya itu.
"Dan ya, kau disini tidak boleh bikin adonan. Karena ada anak yang sedang kau jaga."Syafa. Ikut mengejek Liora.
Liora yang di ejek seperti itu hanya memanyunkan bibirnya, karena merasa sebel melihat mereka berdua. "Liat saja kalian berdua, jika aku hamil. Aku akan menyusahkan kalian, sampai kalian minta maaf. AHAHAHA!"Batin Liora, dengan di selingi tawanya.
Mereka bertiga yang melihat Liora senyum-senyum sendiri merasa ngeri.
"BISMILLAH HIROHMAN NIROHIM ALAAHUMMA BARIK LANAA FIIMAA RAZAQTANAA WAQINAA 'ADZAA BANNAR!!"Syafa membacakan doa, dengan tangannya ia tempelkan di dahi Liora.
"Syafa! Sedang apa kau?"Ucap Liora setelah sadar dari lamunannya.
"Tadi aku liat kau senyum-senyum mengerikan? Jadi aku takut kalau kamu ketempelan dedemit."Ujar Syafa.
Nafi, teng mendengar perkataan Syafa, langsung tertawa dengan keras. Karena melihat tingkah konyol Nafi dan bar-bar Liora.
"EH. Kok kamu baca doa mau makan, bukanya doa ayat kursi?"Kata Nafi, yang baru sadar dengan doa yang di ucapkan oleh Syafa.
Si Syafa, hanya cengengesan saya. "HEHE. Soalnya aku ga hafal dengan doa ayat kursi."ujar Syafa.
Mereka pun hanya menggelengkan kepalanya saja. Melihat kelakukan Syafa.
Elvan, pun langsung mengajak istri dan temannya masuk kedalam villa. Karena ia ingin istirahat sebelum melakukan perkejaan.
**
Setelah sampai di kamar Elvan langsung membaringkan tubuhnya di ranjang yang empuk.
Liora juga membaringkan anaknya, yang sedang tertidur pulas di gendongan'nya.
"Sayang. Aku boleh bertanya tidak?"Ucap Liora lirih.
Elvan yang baru saja memejamkan matanya belum sepenuhnya tidur, langsung kembali membuka matanya. "Memangnya kau ingin ngomong apa?"Ujar Elvan.
"Seandainya, ada orang yang tidak merestui kita, bahkan ada yang berniat memisahkan kita. Kau akan berbuat apa?"
"Jika ada yang berniat memisahkan kita, aku tidak akan membiarkan itu terjadi. Karena aku tidak ingin pernikahan kita sampai berakhir dalam penceraian, walaupun aku menikahi mu tanpa sengaja, jadi aku tidak ingin ada pencarian di antara kita, dan aku akan berusaha mencintai mu. Mungkin ini adalah jalan yang Allah berikan kepada ku, dengan mengirimkan seorang wanita seperti dirimu."
"Jadi kalau kita ada masalah, kita harus hadapi bersama. Dan aku tidak ingin ada rahasia di antara kita. Kau paham kan dengan apa yang aku katakan?"
"Tapi ..."
__ADS_1
...----------------...