CINTA YANG RUMIT

CINTA YANG RUMIT
{ Tawaran Zidan kepada Ainur.Dan kemarahan Elvan }


__ADS_3

Sementara itu di sebuah rumah yang terlihat begitu sepi bahkan seperti tak berpenghuni.


Tak jauh dari situ ada seorang wanita yang sudah lanjut usia tapi masih terlihat begitu muda.tapi sayang setelah kejadian itu membuatnya ia tidak pernah berbicara kepada siapapun.bahkan kepada suaminya ia tidak pernah berbicara


"Sayang.cara apa lagi yang harus aku gunakan agar kau bisa memaafkan kesalahan'ku.aku tau aku salah.dan aku juga yang terlah mengusir Arkan."ucap narendra kepada istrinya.dengan lembut.


Ya mereka adalah narendra dan istrinya.narendra terlah menyesal karena terlah mengusir anaknya.bahkan karena kejadian itu membuat pernikahan nya hancur.tidak ada lagi kebahagiaan yang ada di dalam keluarga mereka.


Tapi ia akan berusaha semaksimal mungkin agar istrinya mau memaafkan kesalahannya yang terlah ia perbuat.ia juga sudah membujuk dengan berbagai cara.


Saat ia sedang membujuk istrinya,ia mendengar teriakkan anak sulungnya.


"Bunda ayah!!"Panggil seseorang yang tak lain adalah Zidan dirgantara.


Ya setelah ia pulang dari rumah sakit ia langsung bergegas ke rumah orang tuanya.untuk memberikan kabar.


"Ada apa zi.tumben kau datang ke mari.?"ucap ayah Narendra.


"Bunda aku ada berita gembira,kalau....."ucap Zidan ia menjeda ucapnya.


Khanza hanya diam saja,sambil mendengarkan pembicaraan ayah mertua dan juga suaminya.anak-anak sudah ia titipkan pada asisten rumah tangganya.


"Kalau.arkan masih hidup.dan barusan Zidan bertemu dengannya."ucap Zidan.


"Kamu jangan bercanda Zidan."kata narendra tegas.


Najwa yang mendengar perkataan Zidan kalau anaknya Arkan masih hidup langsung merespon,"Arkan di mana Arkan.?"ucap Najwa terbata-bata.


Lalu Zidan menceritakan tentang pertemuannya dengan Elvan yang mirip dengan arkan.bahkan ia menceritakan tentang kehidupannya.yang saat ini sedang membutuhkan biaya untuk pengobatan anaknya.


"Zidan.antarkan bunda menemui pria itu."ucap Najwa.


Mereka saling pandang, melihat kondisi Najwa yang sudah pulih kembali.


"Zidan akan antarkan bunda untuk menemui arkan.tapi bunda haru janji.sama Zidan."kata Zidan sambil menatap istrinya.


"Janji apa Zidan katakan.?"ucap Najwa tak sabaran.


Zidan berkata bahwa Najwa tidak boleh membuat Arkan kebingungan,karena yang ia tau dia tidak mengenali keluarganya.


Najwa pun langsung menujui nya.karena ia sudah tidak sabar bertemu dengan putranya.


Setelah itu mereka pergi ke rumah sakit untuk bertemu dengan Arkan.

__ADS_1


***


"Dok.gimana apa sudah ada perkembangan mengenai anak saya.?"Elvan bertanya kepada sang dokter.


"Untuk saat ini masih belum ada perkembangan mengenai anak anda tuan Elvan."ucap sang dokter.


Setelah berkata seperti itu Dokter pun meninggalkan Elvan.


Elvan pun terkulai lemas tak berdaya,ia sampai duduk di lantai sambil bersandar pada dinding.dengan kaki di tekuk dan kepala di taruh di lutut.


Ainur yang sejak tadi diam sambil menyaksikan interaksi antara mantu dan dokter yang merawat cucu'nya.ia tau pasti saat ini mantunya sedang dilema karena kondisi anaknya semakin kritis,dan dia harus segera mendapatkan biaya pengobatan anaknya.


Dan ia tau betul saat mantu'nya sedang bersedih dan terpuruk.dia akan duduk dengan posisi kaki di tekuk dan kepala ia taruh di lutut nya.


"Elvan maafkan ibu.karena ibu tidak bisa menjaga anak dan cucu ibu.andai ibu tidak sakit-sakitan dan kau tidak akan membiayai pengobatan ibu."batin Ainur.


"Arkan.!!"Teriak seorang wanita tua.


Elvan yang sedang menunduk, langsung mendongak ke atas,karena ia hafal dengan nama itu.ia pun menatap wajah wanita yang memanggil dirinya.


Wanita itu Bener-bener terkejut saat melihat wajah Elvan yang betul-betul mirip dengan putranya Arkan.


Elvan pun langsung berdiri dari duduknya.dan ia juga mengusap wajahnya yang sudah basah oleh air mata.


Ainur hanya diam saja saat seorang wanita paruh baya itu memeluk tubuh mantu'nya.


"Arkan ini bunda arkan."ucap Najwa.


Ya setelah sampai di rumah sakit ia langsung berlari ke ruang di mana Arkan berada.sebelumnya ia sudah di beri tau oleh putranya.jadi ia tak perlu repot-repot mencari.


"Maaf nyonya.saya tidak mengenali anda.bahkan ini baru pertama kali saya melihatnya."kata Elvan dengan sopan kepada orang yang lebih tua.


Lalu ia menatap tajam pria yang ia kenali,pria itu sedang berjalan ke arahnya dengan di dampingi oleh pria paruh baya dan istri dari pria itu.


Narendra terkejut dengan apa yang ia lihat.ia melihat wajah yang begitu mirip dengan Arkan."Jadi dia beneran Arkan.?"guman narendra.ada rasa bersalah di benaknya saat melihat wajah Elvan.


"Arkan."ucap narendra lirih.


Elvan semakin mendengar nama itu semakin kepalanya berdenyut hebat.bahkan ia tidak bisa menahan sakitnya.


Mereka merasa panik saat Elvan memegang kepalanya.yang mereka tidak tau kenapa penyebabnya.


"Arkan sayang.kau kenapa,apa kau baik-baik saja."ucap Najwa dengan cemas.

__ADS_1


"Stop aku mohon jangan panggil nama itu lagi."ucap Elvan dengan menahan sakit di kepalanya.ia pun berlalu pergi ke toilet.


Saat mereka akan mengejar Elvan langsung di cegah oleh Ainur."Maaf semuanya,kalau boleh saya tau kalian siapa yah?"ucap Ainur.


"Saya bundanya Arkan."ucap Najwa.


Ainur pun menjawab,kalau pria itu adalah Elvan bukan arkan.karena dia adalah suami dari almarhum putrinya.dan ia menceritakan pernikahan mereka.


Najwa yang tidak mempercayai perkataan Ainur langsung berkata dengan dingin."Maaf nyonya dia adalah putra saya yang hilang.dan mana mungkin putra saya menikah dengan seorang wanita yang tidak dia cintai."Bentaknya.


"Bunda.!!"Ucap para pria.


"Maaf Tante atas perkataan bunda saya ,, karena bunda saya mengalami depresi karena di tinggal oleh anaknya,yang mirip sekali dengan mantu Tante."ucap Zidan sopan.


"Ya saya maafkan,saya juga tau rasanya di tinggal oleh seseorang anak.tapi saya masih bisa bertahan karena ada mantu dan juga cucu saya yang harus aku rawat."ucap Ainur dengan meneteskan air matanya.


Zidan yang mengetahui kesulitan yang adiknya alami, langsung berkata pada ainur.bahwa ia akan menanggung semua biaya pengobatan anak dari elvan.sampai dia sembuh.


Ainur yang sempat menolak tawaran dari zidan.namun Zidan mengancam,kalau tidak menerima tawaran darinya, pengobatan cucu'nya akan di cabut.


Karena tidak ingin terjadi apa-apa kepada cucunya ia langsung menerima tawaran darinya.tapi Zidan memberikan syarat agar Arkan mau berkunjung ke rumah nya.


Mereka pun langsung berlalu pergi meninggalkan rumah sakit.karena hari sudah mulai larut malam.


"Ibu......"


...----------------...


"Sudah berapa kali aku bilang jangan pernah........."


...----------------...


...----------------...


...----------------...


SAKSIKAN TERUS KELANJUTAN CERITA CINTA YANG RUMIT.


JANGAN LUPA DI LIKE KOMEN END VOTE YGY.


MOHON BANTUANNYA BERIKAN SARAN DAN PENDAPAT DARI KALIAN SEMUA.


((( TERIMA KASIH )))

__ADS_1


__ADS_2