
Husain berserta rombongan pun datang ke dalam ruang perawatan liora. Dan membongkar rahasia yang selama ini di tutup-tutupin oleh keluarga besar Ibrahim. Ia juga mengatakan kålau keluarga Smith terlibat atas pembunuhan kakaknya Hasan ganendra Abdullah.
Varischa, yang melihat putranya ada di depan'nya pun langsung mendekati putranya. Namun langkah'nya terhenti tak kala mendengar suara dingin, datar putra'nya.
"Jangan pernah sekalipun kau mendekati aku maupun istri aku. Kau paham?!"
Deg. bagaikan sebuah atmosfer menghantam dirinya. Ia tak menyala dengan anak yang ia lahirkan akan berkata seperti itu, ia merasa sesak di bagian dadanya karena mendapatkan penolakan dari sang putra.
Nyonya Callista yang, melihat putrinya sedih langsung mendekati'nya laku berucap kepada cucunya. "Elvan apa begini cara kamu berkata kepada wanita yang terlah melahirkan dirimu.!"Bentak nyonya callista.
Elvan yang mendapatkan bentakan dari nyonya callista, langsung bangkit dari tempat duduknya. lalu menghadap ke arah mereka.
"Saya, sebenarnya merasa tak percaya kalau wanita ini orang yang terlah melahirkan diriku. Saya aja tidak percaya kalau dia adalah ibu kandung saya, karena tidak mungkin seorang ibu berusaha menyingkirkan anak lain demi anak lain bahagia?"
Perkataan Elvan dengan datar dn dingin, berhasil membuat seluruh orang yang ada di ruangan diam seribu bahasa.
Varischa luluh sudah jatuh terduduk di lantai, ia sangat menyesali perbuatannya kepada Elvan, andaikan ia tahu kalau elvan adalah anaknya dengan ganendra, pasti ia tidak bakalan melakukan hal keji ini.
Dengan penuh penyesalan ia bersujud di bawah kaki anak'nya agar anaknya mau memaafkan dirinya.
Namun tanggapnya tentangnya salah anaknya sama sekali tidak mau memaafkan dirinya.
"Bangunlah tidak ada gunanya anda bersujud di kaki saya, karena saya tidak akan pernah bisa memaafkan anda."
Perkataan Elvan tidak di tanggapi oleh varischa, karena ia ingin agar anaknya mau memaafkannya.
"BANGUNLAH AKU BILANG BANGUN."Elvan yang mulai kesal pun menaikan nada suaranya.
PLAK. Sebuah tamparan mendarat di pipi elvan karena ia merasa marah kepada Elvan karena terlah berkata kasar kepada wanita yang sudah melahirkan elvan. "Elvan apa begini cara kamu bicara kepada wanita yang sudah melahirkan kamu?"Bentak wanita yang tak lain najwa.
Elvan tak menyahut perkataan bunda'nya, karena bunda'nya tidak akan pernah main-main dengan kemarahannya.
Najwa lalu berjongkok agar sejajar dengan wanita yang ia tahu adalah istri dari kakak'nya husan. ia pun menyuruh wanita itu untuk berdiri dari duduknya.
"Mba, aku tau kamu berusaha melenyapkan elvan agar bisa memisahkan elvan dari liora. Kamu ingin liora bisa menikah dengan putra tiri kamu Kevin."Perkataan Lembut membuat Najwa mampu membuat varischa kembali merasa bersalah.
"Maaf, karena kebodohan ku hampir membunuh elvan."Ucap varischa dengan air mata yang sudah membanjiri pipinya.
Najwa kembali berkata, agar varischa dan keluarga pergi meninggalkan ruangan perawatan liora. Ia juga berkata untuk berbicara kepada elvan tentang masalah yang menimpanya.
Keluarga dharmendra, pun pergi meninggalkan ruang perawatan liora, dengan berjuta penyesalan.
__ADS_1
Zain Abdullah pun angkat bicara, karena ini menyangkut Keluarga'nya. "Elvan sebaiknya kamu tinggalkan liora?"
Deg
Deg
Deg.
Perkataan opa Zain. membuat ruangan di sekitar menjadi sunyi.
Elvan yang saat ini sedang duduk sambil memegang tangan sang istri, langsung berdiri. "Apa maksudnya opa?"
"Sudah jelas kan? Kalau liora adalah anak dari yang membunuh ayah kamu?"
Tapi semua itu di tolak mentah-mentah oleh elvan karena elvan sudah berjanji tidak akan pernah bisa melepaskan liora dari ikatan pernikahannya.
"Ingatlah elvan? Karena keluarga liora keluarga ayah dan ibu kamu jadi seperti ini... Dan karena mereka juga kamu tidak bisa merasakan kasih sayang dari orang tua kandung kamu?"
Saat ini Elvan benar-benar dilema setelah Opa Zain berkata seperti itu.
Ia dengan perlahan berjalan keluar dari ruang perawatan istrinya, namun sebelum keluar ia di kejutkan lagi dengan fakta mengatakan kalau tuan Smith yang menabrak adiknya.
Bugh
bugh
bugh
Berapa kali pukulan mendarat di wajah tuan Smith, siapa lagi pelakunya kalau bukan Elvan. Saat ini ia benar-benar emosi, lalu dia mengusir keluarga Smith dengan tanpa perasaan.
Liora yang mendengar semua itu juga merasa terkejut pasalnya ia tidak mengetahui apa-apa tentang semua perbuatan orang tua'nya. Ia pun segera bangkit dari tidurnya, dengan lemah ia mendekati suaminya.
"Elvan."
Hanya satu nama yang bisa liora sebut dari mulutnya, ia sangat merasa bersalah karena kelakuan keluarganya terhadap keluarga suaminya.
Elvan pun pergi meninggalkan ruangan itu, tanpa menggubris panggilan dari sang istri.
"Sudah puas kali menghancurkan keluarga ku? Dan kau liora saya sangat jiji menyebut kamu sebagai menantu, karena keluarga kotor kamu membuat keluarga ku hancur."Najwa yang sudah geram dengan kelakuan yang di lakukan oleh keluarga Smith.
"Bun..."Sebelum liora menyelesaikan perkataannya sudah lebih dulu di potong oleh Najwa dengan dingin.
__ADS_1
"JANGAN PERNAH KAU MENYEBUTKU BUNDA DENGAN MULUT KOTOR KAMU? KARENA SAYA TIDAK SUDI MENDENGAR DARI ORANG YANG SUDAH MEMBUAT KELUARGA KU HANCUR.!"Bentak Najwa kepada liora.
Liora tak menyangka kalau bunda Najwa yang ia kita baik, akan berkata kejam kepadanya, mungkin ini adalah balasan yang sudah orang tuanya perbuatan pada keluarga mereka.
Dengan lemah tak berdaya ia pergi dari ruangan itu guna mengejar suaminya.
"Husain dan Zain pun berjalan mendekati tuan Smith dan sang istri. Ia akan melakukan apa yang sudah mereka perbuat kepada anggotanya.
"Tuan smith saya akan menghancurkan kalian sampai ke akar-akarnya, saya tidak perduli dengan konsekuensinya."Kata-kata dingin Husain membuat tuan Smith menegang. Ia lalu melirik anak buahnya untuk menangkap kedua orang di depannya.
Setelah tuan Smith dan sang istri ketangkap,. Husain memerintahkan anak buahnya membawa mereka ke ruang penyiksaan.
***
Saat ini Elvan sedang berkendara di atas rata-rata, ia masih syok dengan kenyataan semua ini, ia tak menyangka kalau keluarga liora adalah dalang dari hancurnya orang tuanya.
"AKHHHH!! Kenapa, kenapa ya Allah kau memberikan masalah yang aku tidak bisa lakukan?"Teriak elvan Sambir memukul-mukul stir mobil.
Saat sedang dilema ia melihat mobil yang di kendarai oleh liora. tak hanya liora saja, tapi di belakang mobil liora ada sepupunya.
Elvan yang melihat di depan ada lampu merah langsung menancapkan gas'nya agar mereka berhenti mengikutinya.
Liora yang melihat lampu sudah berganti warna perah pun langsung mengerem, namun ia terkejut saat rem mobilnya blong. Ia tak bisa menghindari dari kecelakaan.
Dan
BRAKKKKK
"LIORAAAAA"
...----------------...
...----------------...
...----------------...
SAKSIKAN CINTA YANG RUMIT.
JANGAN LUPA LIKE END KOMEN DI BAWAH.
TERIMA KASIH.
__ADS_1